Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Menjaga Bella


__ADS_3

Rayyan melajukan mobil menuju ke apartemen Bella. Sesekali dia melihat ke arah Bella yang selama perjalanan dari kampus hanya memejamkan matanya.


Sesampainya di gedung apartemen, Rayyan memarkirkan mobil lalu melihat Bella masih saja memejamkan matanya, Rayyan tak tau apakah Bella tidur ato hanya menutup mataya. "Bell...Bella..." Rayyan mencoba memanggil Bella, tapi Bella masih saja menutup matanya.


Rayyan lalu mencoba membangunkan dengan memegang lengan Bella. Bella kemudian membuka matanya, ternyata Bella memang benar benar tidur dari tadi. Bella mengerjap-ngerjapkan matanya dan mencoba melihat sekitar.


Bella melihat Rayyan dan teringat bahwa tadi Rayyan yang mengantarnya pulang. "Ray, kita sudah sampai?". Rayyan sambil tersenyum mengamati Bella yang menurutnya lucu dengan muka bantalnya itu lalu menjawab " iya sudah sampai ayo turun"


Mereka berdua lalu menuju ke apartemen Bella. Bella masuk lalu berbaring di sofa dan memejamkan matanya kembali. Rayyan geleng geleng kepala dengan ulah Bella.


Hp Bella yang tergeletak di meja terus saja berdering dan dilayar bisa dilihat oleh Rayyan bahwa mama Bella yang menelfon. Bella menutup telinganya dengan batal sofa. " Bell mamamu telfon, nggak baik kalau nggak diangkat", kata Rayyan.

__ADS_1


Bella memutar badannya lalu mematikan Hp nya. " kog malah dimatikan, nggak baik kayak gitu ma orang tua. Bella melanjutkan tuk menutup telinga dan matanya, Rayyan pun dibuat bingung oleh sikap Bella.


Rayyan tau Bella sedang tidak baik baik saja, tapi sikap Bella juga membuatnya bingung. Rayyan tak tau harus berbuat apa karena gadis di depannya ini hanya memejamkan mata dan menutup telinganya. Rayyan pun akhirnya memutuskan tuk menemani Bella saja.


Menemani Bella membuat Rayyan merasakan lapar. Rayyan teringat kalau dirinya belum sempat makan siang, ia lalu berfikir bahwa Bella pasti juga belum makan siang.


Rayyan lalu memutuskan untuk pesan makanan. "Bell... Bella... mau makan apa?". Bella hanya diam. "Ayolah Bell bangun sebentar... Bell... Bella... kamu belum makan siang kan".


"Ray... kamu sadar berapa kali kau panggil namaku hari ini". Rayyan hanya tersenyum menanggapi Bella. Dia tau Bella mulai terusik ketenangannya karena dirinya. Tapi Rayyan nggak mau kalau sampe gadis itu meninggal kan jam makan siangnya.


"Banyak" kata Rayyan. Bella lalu berkomentar.. "saking banyaknya, bisa bisa kau memanggil namaku dalam tidurmu". Rayyan tertawa mendengar ocehan Bella. Rayyan membujuk Bella tuk memilih makan siangnya. Bella akhirnya menuruti kemauan Rayyan. Bella juga nggak mau kalau Rayyan kelaparan.

__ADS_1


Selang beberapa menit makanan sudah tiba. mereka berdua duduk dilantai lantai ruang tamu beralaskan karpet. makanan yang berbeda sudah tersaji di meja. Bella memilih spaghetti bolognese sebagai menunya, sementara Rayyan memesan menu masakan Indonesia yaitu masakan padang.


Merekapun mulai aktivitas makan mereka. beberapa menit kemudian Bella menghentikkan makannya. Melihat makanan Bella masih tersisa di piringnya, Rayyan lalu berkomentar " Bell, nggak baik buang makanan, mubazir... buang rejeki dari Allah"


Bella lalu memegang garpunya kembali dan mengambil spaghetti. Rayyan senang melihat nya karena merasa bisa membujuk Bella. tapi kemudian Rayyan kecewa karena garpu yang dipegang oleh Bella tidak diarahkan ke mulut Bela, tapi malah ke mulut Rayyan. " open your mouth", kata Bella. Rayyan menggeleng. "sayang mubazir, come on open your mouth"


"Bell, aku dah makan nasi nich". Bella nggak mengubrisnya, tapi malah menaikkan alisnya menandakan dia masih ingin Rayyan membuka mulutnya.


Rayyan pun pasrah lalu membuka mulutnya, Bella senang melihat Rayyan menurutinya. Bella lalu memasukkan makanan ke dalam mulut Rayyan dan beberapa kali menyuapinya sampai spageti di piring Bella tak tersisa.


Bellapun tersenyum puas sementara Rayyan menatap Bella yang dipenuhi wajah kemenangan itu.

__ADS_1


__ADS_2