
Ridwan yang sedikit kesal dengan Bella akhirnya memutuskan untuk pergi dari apartemen Bella. Ridwan beranjak dari sofa dan mengambil tasnya.
"Sesuai keinginanmu, aku pergi, wassalamu'alaikum...", Ucap Ridwan.
Waalaikumsalam, sampaikan terimakasihku untuk tante nyai", ucap Bella.
Setelah kepergian Ridwan, Bella merasa lega. Bella tak mau ditaklukkan seseorang, setidaknya untuk saat ini. Dan kemungkinan bahwa Ridwan bisa menaklukkannya, Itulah yang menjadikan seorang Ridwan bahaya untuknya.
Setelah kepergian Ridwan, Bella memutuskan untuk berendam. Dia ingin menenangkan tubuh dan fikirannya. Sementara itu Ridwan yang masih duduk di kursi mobilnya teringat kebersamaannya dengan Bella. Dan itu membuatnya bingung.
Tak mau terbebani dengan berbagai spekulasi mengenai Bella. Ridwan akhirnya memutuskan untuk beranjak dari apartemen Bella. Dia menuju ke tempat usahanya yang ada di kota itu. Dia menuju ke sebuah restoran yang dia kelola.
Hari masih pagi dan anak buahnya belum ada yang datang. Terkecuali dua orang yang memang tinggal di disitu. Di belakang restoran ada tiga buah kamar. Kamar satunya untuk karyawannya yang menginap disitu, satu lagi untuk istirahat karyawan dan satu lagi kamar khusus untuk Ridwan.
Ridwan lalu masuk ke kamarnya dan berbaring di tempat tidur. Pikirannya menerawang ke gadis cantik yang mulai mengganggu hati dan pikirannya. Baby Ara..., ya pikirannya tertuju ke situ.
Beberapa lama Ridwan disibukkan dengan pikiran dan tanda tanya mengenai Bella. Kemudian Dia berhenti berfikir setelah mendapat panggilan telepon dari umminya.
"Assalamualaikum ummi..".
__ADS_1
"Waalaikumsalam...", Jawab ummi Salamah.
"Apa kau sudah memberikan oleh-oleh dari Ummi untuk Ara?"
Ridwan lalu menjawab pertanyaan umminya "Sudah ummi, dan Ara mengucapkan terima kasih untuk Ummi".
"Bagaimana keadaannya, Apa Ara tidak cerita sesuatu?" Tanya ummi Salamah.
"Alhamdulillah Dia baik ummi, emm cerita mengenai apa?".
Ummi Salamah akhirya menjelaskan ke Ridwan "Anak itu pasti memendamnya sendiri, Ummi baru saja tau kalau Ayah Ara akan menikah kembali, ummi yakin Ara sedih mendengarnya".
Ridwan terkejut, Dia lalu berfikir mengenai pertanyaannya semalam. Masalah Ara kini sudah terjawab.
"Baik ummi", jawab Ridwan.
Beberapa lama kemudian Ummi Salamah pun mengakhiri panggilan teleponnya.
Ridwan yang masih memegang hpnya lalu mengetik pesan untuk Ara. Padahal sebelumnya, Dia memutuskan untuk tidak menghubungi Ara dulu untuk beberapa lama karena apa yang terjadi antara mereka berdua tadi.
__ADS_1
"Assalamualaikum baby apa kau sudah sarapan?" (Ketik Ridwan).
Ridwan menunggu beberapa lama namun tak ada balasan dari Bella, pesan itupun belum dibaca Bella.
Beberapa jam pun berlalu, restoran Ridwan sudah mulai buka dan kesibukan nampak jelas disana. Ridwan mengecek beberapa hal disana, menu, kebersihan dan juga pembukuan. Ridwan juga menyempatkan diri ngobrol dengan pegawai-pegawainya.
Setelah kembali beristirahat ke kamarnya, Ridwan membuka hp nya, dan pesan dari Ridwan untuk Bella tadi belum dibaca. Ridwan lalu memutuskan untuk menelfon Bella.
Ridwan memanggil beberapa kali namun belum ada jawaban. Ridwan sabar menunggu karena Dia sedikit kuatir dengan Bella. Setelah sabar menunggu akhirnya Bella menerima panggilan telepon dari Ridwan.
"Assalamualaikum", ucap Ridwan
"Waalaikumsalam", balas Bella
"Kau sudah sarapan", tanya Ridwan
"Belom", jawab Bella
"Ini sudah jam 10 dan kau belum sarapan?", Kata Ridwan
__ADS_1
Bella lalu mematikan panggilan telepon dari Ridwan.
Lagi-lagi Ridwan dibuat bingung karena Bella tiba-tiba mematikan teleponnya. Ridwan lalu beranjak dari duduknya.