
Bella sebenarnya sedikit bersyukur karena Saddam menemaninya, tapi ada sedikit kekuatiran kalau Saddam nati akhirnya kan pulang karena hari sudah sore.
Saddam mendapatkan tamu yaitu seorang wanita cantik yang tak lain adalah sekretarisnya. Dia diutus Saddam untuk membawa berkas-berkas penting da juga pakaian ganti utuk Saddam.
"Selamat sore Tuan", sapa sekretaris yang bernama maura tersebut. Maura masuk dan mendapati tuannya sedang duduk di sofa dan sedang sibuk dengan laptopnya. Tapi maura sedikit kaget saat melihat ke ranjang pasien. Disitu duduk seorang wanita cantik yang tidak dia kenal sama sekali.
Saddam melihat ke arah maura, demikian pula dengan Bella. "Tuan, saya membawakan pesanan tuan. Maurapun meletakkan pesanan bossnya. "Dan ini berkas penting yang tuan inginkan", kata maura.
Saddam lalu meminta maura untuk duduk. Baik maura maupun Saddam fokus dengan pekerjaan mereka dan itu membuat Bella bosan. Bella bosan seharian ini ada di kamar Rumah Sakit. Sehingga terbesit keinginan untuk jalan-jalan diluar kamar.
Bella lalu mencoba turun tapi ternyata kaki kanannya agak sakit, karena bagian itulah yang terserempet mobil saddam. Bella menahannya agar dia bisa keluar sebentar.
Kaki Bella sudah menapak ke lantai dan Saddam kemudian melihatnya. "Kau mau kemana?", Tanya Saddam.
"Aku bosan, aku ingin keluar sebentar".
Saddam tak habis fikir kenapa Bella tak tinggal saja dikamarnya.
Saddam menarik nafas lalu mendekat ke arah ranjang dan memencet nurse call agar perawat segera ke kamar Bella. Detik berikutnya perawat sudah masuk. "Ada yang bisa kami bantu tuan, nyonya?
__ADS_1
"Ambilkan kursi roda dan bawa dia jalan-jalan di taman sebentar." Perawat itupun segera beranjak dan langsung kembali ke kamar Bella dengan membawa kursi roda.
" Nyonya, silahkan...", Ucap perawat. Bella lalu duduk dan didorong oleh perawat itu. "Kami permisi tuan".
"Jangan jauh-jauh dan segera kembali", perintah Saddam. Perawat itupun mengiyakan.
Bella senang karena bisa mengirup udara segar di taman. Selang beberapa lama, Bella diantar perawat untuk kembali ke kamarnya. Perawat itu masih ingat dengan pesan pemilik Rumah Sakit tersebut untuk tidak membawa Istrinya berlama-lama diluar.
Bella menuju ke kamar dengan melewati area food court Rumah sakit tersebut. Bella melihat sesuatu yang menarik baginya. Burger dan jus jeruk. Ingin sekali membelinya tapi dia tak membawa tasnya.
Bella sampai di kamar dan masih mendapati Saddam dan sekretarisnya bekerja. Bella sudah kembali di ranjangnya, lalu perawat itupun pamit pada Bella. "Adakah yang nyonya butuhkan lagi?"
"Tentu nona". Bella lalu memberikan sejumlah uang pada perawat tersebut. Perawat tersebut kembali dalam beberapa menit. Bella mengambil satu makanan dan satu minuman dan yang dua diserahkan pada Saddam dan sekretarisnya, "Tuan, nona Ini dari nyonya". Saddam melihat sekilas lalu kembali lagi ke pekerjaannya.
Sementara itu sekretaris Saddam mengucapkan terimakasih pada perawat tersebut dan tersenyum pada Bella. Perawat itupun permisi tapi sebelum keluar dicegah dulu oleh Bella. Bella memberikan sejumlah uang tip pada perawat yang sudah menemaninya tadi. "Tidak nyonya itu sudah menjadi tugas saya.
"Terimalah", ucap Bella. Perawat tersebut bersikeras untuk menolak uang dari Bella, sementara Bella bersikeras untuk memberi.
Saddam mendengar hal itu lalu melihat ke arah mereka. "Terimalah, ucap Saddam". Perawat itupun tak bisa menolak titah Saddam.
__ADS_1
Bella menikmati burgernya dengan lahap. Burger dengan perpaduan saus pedas dan mayonaise. Saking banyaknya saus yang ada, saus tersebut menetes di baju Bella. Setelah menyelesaikan makannya dan juga minumnya Bella kemudian memanggil Saddam.
Saddam bajuku kotor, bisakah kau membantuku menggantinya. Saddam sedikit jengah dengan Bella karena menghentikan pekerjaannya. Saddam lalu beranjak ke ranjang Bella. Dan melihat noda di baju Bella. "satu bukti lagi bahwa kau memang anak kecil".
Bella sedang tidak ingin berdebat. Dia hanya mengerucutkan bibirnya.
Saddam memanggil perawat dan kemudian meminta baju ganti buat Bella. " Nyonya apa anda mau saya membantu anda?", Tanya perawat tersebut.
"Tidak perlu, terimakasih". Bella memilih Saddam untuk membantu mengganti pakaiannya karena pengalaman kemarin.
Saddam lalu mulai membantu melepaskan baju Bella. "Hati-hati", pinta Bella.
Sekretaris Saddam pun mendekat, "Tuan apa anda membutuhkan bantuan saya?".
Tanpa melihat ke sekretaris dan tetap fokus pada daerah luka Bella, Saddam berkata, "tidak perlu".
Setelah beberapa kancing terlepas, Sekretaris Saddam terkejut karena bisa terlihat bahwa gadis di depannya tidak memakai penutup dada. Setelah semua kancing terlepas, Bella menatap Maura, "nona bisakah kau berpaling?". "Emm iya, maafkan saya"., Maura lalu menuju ke sofa dan tak melihat ke arah Bella.
Saddam fokus mengganti baju Bella. Setelah selesai Bella mengucapkan terimakasih pada Saddam tanpa dibalas oleh Saddam. Saddam kembali melanjutkan pekerjaannya dengan sekretarisnya. Sementara Bella menghabiskan waktu dengan ponselnya.
__ADS_1