
Hari makin gelap, udarapun makin dingin. Bella mulai kedinginan, "Dingin Ray".
Rayyan pun makin mempererat pelukannya kemudian mengendong Bella masuk ke dalam kamarnya.
Rayyan meletakkan Bella diatas ranjang lalu menutup balkon kamar bella. Hp Rayyan kemudian berbunyi, teman teman Rayyan mencarinya tuk sholat berjamaah. Rayyan pun mengiyakan.
"Bell kebawah yuk. teman teman ngajak jamaah", ucap Rayyan.
Bellapun mau, kemudian berwudhu dan memakai mukena, Rayyan terpesona melihatnya "subhanallah". Bella tersenyum lalu mengajak Rayyan tuk segera turun.
sampai dibawah, mata laki laki tertuju pada Bella. mereka mengagumi kecantikan Bella.
Amelpun iseng kepada teman temannya. "ayo air liur kendalikan...sholat liat kiblat jangan liat setan penggoda iman"
Bella tertawa, sementara Rayyan tidak terima Bella dikatain setan. "Mell..." protes Rayyan. Mereka yang muslim lalu sholat berjamaah.
Sementara Amel dan teman temannya mempersiapkan makan malam. Mereka merencanakan barbequean di belakang villa.
Setelah selesai sholat berjamaah yang diimami oleh Rayyan, Bella lalu menuju lantai atas. "Bell, nanti turun ya makan malam, kita barbequean, kata Amel"
"oke", jawab Bella.
Bella naik ke lantai atas dan masuk kamarnya. Bella merebahkan dirinya di ranjang. Selang beberapa lama pintu kamar Bella ada yang mengetuk. Bella membukanya lalu melihat mbak nani di depan pintu.
"maaf non ganggu, non Bella mau makan apa biar mbak siapin"
Siapin mie instan aja mbak yang kuah pedas ya, dingin banget nich.
__ADS_1
mbak nani lalu menuju dapur dan mulai memasak sesuai keinginan Bella.
Setelah beberapa menit mie pun siap dan mbak nani mengantarnya ke kamar Bella
mbak nani berpapasan dengan Rayyan. Rayyan juga mau menuju kamar Bella.
"mie buat Bella mbak, biar saya aja yang antar, pinta Rayyan.
mbak nani menyetujuinya lalu menyerahkan semangkuk mie tersebut ke Rayyan. Rayyan mengetuk pintu kamar Bella.
"kog kamu yang bawa Ray?", tanya Bella.
kebetulan papasan dijalan, Rayyan lalu meletakkan semangkuk mie tadi diatas meja.
Bella duduk di sofa disamping Rayyan. Bella sudah tak sabar melihat semangkuk mie hangat yang mengiurkan untuk dimakan. mie dengan kelengkapan sayuran, telur, dan sosis itu menggugah seleranya. apalagi aroma pedas dari mie itu tercium diudara.
jangan sering sering makan mie instan Bell.
"don't worry, jarang kog".
Bella memasukkan mie ke dalam mulutnya, kemudian mengambil mie lagi untuk disuapkan ke Rayyan.
"udah kamu makan aja", kata Rayyan.
Bella lalu melanjutkan makannya. baru beberapa suapan Bella lalu menghentikan makannya.
"kenapa nggak dihabiskan?", tanya Rayyan.
__ADS_1
kenyang Ray..., jawab Bella sambil menyentuh perutnya.
nggak boleh gitu makan harus diabisin... mubazir.
Detik berikutnya Bella mengambil mangkuk mienya kembali, Rayyan tersenyum senang karena Bella mau menuruti perkataanya.
Tapi ternyata Rayyan salah, karena oleh Bella, mie tersebut disuapkan ke Rayyan.
"Mubazir", kata Bella.
Rayyan tak bisa menolak. Bella tersenyum penuh kemenangan. Bella menyuapi Rayyan sampai mie di dalam mangkuk itu habis.
"see...nggak mubazir", kata Bella.
Rayyan pun tersenyum dengan ulah Bella. Gadis ini slalu punya cara tersendiri sehingga membuat Rayyan gemas. "kau benar benar nakal", kata Rayyan.
Bella mengelak, "enggak, aku anak baik kog...bukankah kita harus menghabiskan makanan kita...nah sekarang dah abis".
Bella tersenyum puas.
Rayyan Gemas kemudian menangkap Bella ke dalam pelukannya, "kau benar benar nakal".
Bella tersenyum, "kuberitahu apa itu nakal".
Dan tiba tiba Bella mencium sekilas bibir Rayyan. Tak berhenti sampai disitu dia melakukannya berulang kali.
Setelah berhenti, Rayyan kemudian berkata, "Kau memang benar benar nakal".
__ADS_1