Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Tak bisa tidur sendiri


__ADS_3

Saddam dan Reno mengetahui wajah cemberut Bella. "Nona, apa ada yang bisa saya bantu?", Ucap Reno.


"Apa kau bisa mengambilkan ponselku, ponselku ada di mobil dan kunci mobilku harusnya ada bersamaku saat kecelakaan".


Reno melihat sekilas ke arah Saddam. "Apa kau ingin menghubungi keluargamu?", Tanya Reno.


"Tidak aku takkan menghubungi mereka, aku hanya ingin menghubungi temanku.


Selang beberapa menit pintu diketuk lalu seseorang masuk, "Tuan ini tas nona dan kunci mobilnya". Rupanya Saddam sudah menyuruh sopirnya untuk mengambil ponsel Bella dan membawa mobil Bella di tempat yang aman.


"Apakah itu ponselku, berikan padaku". Saddam lalu memberikannya ke Reno, dan Reno lalu memberikannya ke Bella.


Bella lalu segera menghubungi seseorang yaitu Amel. Bella menginginkan Amel untuk menemaninya di Rumah Sakit namun sayang Amel tidak bisa karena Amel sedang bersama keluarganya di luar kota.


Bella lalu memutuskan sambungan teleponnya. Bella lalu melihat ke arah Saddam. "Tuan Saddam bisakah kau membujuk Dokter disini agar mengijinkan pulang?".


"Kau tadi sudah dengar sendiri apa kata dokter, aku tak ingin sesuatu yang serius terjadi, jadi ikutilah kata dokter. Aku tak ingin dipersalahkan lagi atas kasus ini, padahal sedari awal kaulah yang bersalah."


Berbicara dengan Saddam bukanlah solusi yang baik. Tapi Bella benar-benar harus cari solusi untuk hari ini agar dia bisa tenang tinggal di kamar tersebut.

__ADS_1


"Apa kau bisa menemaniku?, Aku tak suka menginap sendiri di rumah sakit, tadi aku sudah berusaha menelfon temanku tapi dia tak bisa, jadi bisakah kau menemaniku?".


"Apa kau takut tidur sendirian?, Tanya Saddam ingin mengejek Bella. "Kalau itu di apartemenku atau di hotel tentu aku akan baik-baik saja, tapi kalau di rumah sakit mending aku pulang".


"Berbicara denganmu selalu buang waktu, atau aku boleh meminjam asistenmu untuk menemaniku disini?", Ucap Bella. Reno melihat ke arah Saddam " kurasa aku bisa menemaninya".


Saddam menatap Reno tajam, "apa kau tak punya pekerjaan?". saddam benar, pekerjaan Reno memanglah menumpuk.


Sementara Bella memikirkan siapa yang akan dihubunginya, Rayyan?", Tentu saja kali ini tidak bisa karena Bella ingin menyingkirkan Rayyan. Akhirnya Bella memilih beristirahat dahulu.


Reno mengamati bahwa obat yang diberikan dokter belum disentuh oleh Bella. "Nona kenapa obatnya belum diminum, minum obatmu dulu".


"Wow dia cepat sekali tertidur... Lihatlah bahkan dalam keadaan tidur dia terlihat sangat cantik.


"Berhentilah mengamatinya, lebih baik selesaikan pekerjaan kita.", Ucap Saddam.


Merekapun mengerjakan sebagian pekerjaan mereka diruangan tersebut.


Setelah beberapa lama disana, Reno akhirnya meninggalkan kamar rawat inap Bella karena harus melanjutkan pekerjaannya di kantor.

__ADS_1


Bella tidur nyenyak selama kurang lebih dua jam. Dia terbangun dan mendapati Saddam duduk di sofa tengah sibuk dengan laptopnya.


"Tuan Saddam, dimana asistenmu?".


Saddam lalu menghentikan pekerjaannya, "kenapa kau mencarinya", tanya Saddam.


"Lalu siapa yang akan menemaniku".


Saddam tak mau menjawab pertanyaan dari Bella, dia melanjutkkan mengurus pekerjaannya.


Tuan Saddam ayolah bujuk anak buahmu agar aku boleh pulang hari ini, aku benar-benar tak suka sendirian di Rumah sakit.


"Jadi dari tadi kau merasa sendirian, lalu kau anggap apa aku?, Ucap Saddam.


"Maksudku nanti malam, aku tak mau tidur dirumah sakit sendirian".


"Jadi apa yang kau takutkan, kau takut tiba-tiba ada mayat berjalan?". Mendengar perkataan Saddam, Bella lalu menutup telinganya karena dia tak mau mendemgar lebih jauh, "Diamlah!. Saddam tersenyum karena mengetahui kelemahan Bella.


"Segera minum obatmu kalau kau tak mau, berhari-hari disini". Bella membetulkan perkataan Saddam. Lalu segera minum obatnya.

__ADS_1


__ADS_2