
Beberapa minggu berlalu, Bella disibukkan dengan kuliahnya, demikian pula dengan Rayyan yang sibuk dengan kuliah dan kerjaannya. Mereka sama sekali tak melakukan kontak setelah pertemuan terakhir mereka.
Di suatu malam Rayyan yang telah menyelesaikan aktifitasnya memutuskan untuk tidur. Rayyan rebahan di ranjangnya. Pikirannya menerawang ke mana-mana, salah satunya tertuju pada Bella. ini jadi kebiasaan nya sebelum tidur yaitu teringat akan Bella.
Semenjak pertemuan terakhir mereka, Mereka sama sekali tidak ada kontak. Bella tak pernah menghubungi Rayyan. Rayyan sebenarnya ingin menghubungi Bella, tapi dia selalu ragu.
Rayyan lalu mengambil hp nya, dia melihat kontak Bella. Dia melihat profil dari Bella, tapi ternyata tidak ada foto Bella disana. Rayyan ingin menghubungi Bella, tapi tak tau harus mengawali dengan topik atau alasan apa.
Rayyan sadari, Bella sudah masuk di pikirannya akhir-akhir ini. Sepertinya Bella tidak ingat padanya, gadis itu seakan menghilang, itu yang ada di fikiran Rayyan. Rayyan merasa mungkin kehadirannya tak berarti buat Bella, karena selama ini tak pernah sekalipun Bella menghubunginya.
Rayyan mencoba menghilangkan fikiran tentang Bella dan ingin secepatnya tidur. Akhirnya Rayyan tidur larut malam.
Suatu hari sepulang kuliah, Rayyan menyempatkan pergi ke apotek dekat kampus untuk membeli vitamin. Akhir-akhir ini banyak pekerjaan maupun tugas kuliah yang harus diselesaikan sehingga tidurnya agak berkurang.
__ADS_1
Tanpa sengaja Rayyan bertemu dengan Amel di apotek. "Hai mell", sapa Rayyan. Amelpun menengok ke sumber suara, "hai Ray, mo beli apa?
"vitamin..takut drop, banyak tugas", jawab Rayyan. Kemudian fokus mereka berdua teralihkan karena apoteker memberikan satu plastik obat kepada Amel. Apoteker itupun menjelaskan aturan minumnya.
"kamu sakit mel?",tanya Rayyan.
"bukan aku Ray, tapi Bella". setelah itu hp Amel berdering " iya ma, agak telat nggak papa kan ma, aku mo anter obat dulu ke Bella, Bella lagi sakit, nggak da yang jaga".
Beberapa menit kemudian panggilan telfon Amel berakhir.
Amel lalu menjelaskan kalau Bella terkena Radang tenggorokan. Aku tadi ke apartemennya Ray dan badannya panas banget tapi nggak mau dibawa ke dokter atau Rumah sakit. ini resep obat dari temannya yang dokter.
Rayyan lalu berkata pada Amel "Mel, tadi kayaknya kamu buru-buru, biar aku aja yang bawa ke Bella.
__ADS_1
"beneran nich nggak ngrepotin?, tanya Amel. Rayyan kemudian meyakinkan Amel,
"lagi nggak repot kog...udah kamu pulang aja udah ditunggu kan?".
Amelpun menyetujui permintaan Rayyan. Amel lalu pergi meninggalkan apotik dan Rayyan melakukan perjalanan menuju apartemen Bella.
Beberapa menit kemudian, Rayyan sudah sampai di depan unit apartemen Bella. Rayyan membunyikan Bel tapi tidak ada respon dari dalam.
Rayyan lalu menelfon Bella. panggilan ke 3 baru diangkat oleh Bella.
"assalamualaikum, Bell..aku didepan, bawa obatmu, buka pintunya ya...",kata Rayyan.
Bella tak menjawab tapi malah mengakhiri panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian ada chat masuk ke hp Rayyan. Rayyan membuka chatnya dan ternyata ada pesan dari Bella yang berisi kode angka. Rayyan lalu menekan angka di pass code pintu apartemen Bella sesuai dengan angka yang diberikan Bella. Pass codenya sesuai dan pintupun terbuka.
Rayyan mencari sosok Bella namun tidak ditemukan, Rayyan lalu menuju ke kamar Bella. Rayyan mengetuk kamar Bella tapi tidak ada jawaban.