Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
aku akan membantumu


__ADS_3

Bella mengumpulkan kesadarannya. Setelah bisa menguasai dirinya Dia lalu berkata pada Rayyan, "Ray...bisakah kau keluar aku ingin sendiri".


Rayyan tak menuruti perkataan Bella. Dia meraih Bella dipelukannya karena takut dia akan kehilangan Bella. "Maafkan aku, tapi aku tak mau pergi darimu".


Bellapun bingung bagaimana caranya membuat Rayyan pergi darinya.


"Bell, maafkan aku, aku tak tau kau akan semarah itu, katakan apa yang harus kulakukan", ucap Rayyan.


"bisakah kau tinggalkanku!, Pinta Bella kembali.


Hati Rayyan sakit mendengar hal tersebut. Membayangkan tak bersama Bella lagi membuat hatinya berdesir.


"Bell, jangan seperti ini, maafkan aku", pinta Rayyan.


"Kau tak salah Ray, tapi kau bersama orang yang salah, yaitu aku", ucap Bella.


Rayyan tahu kalau dia mebiarkan hal ini , maka sudah pasti dia akan kehilangan Bella.


"Tidak, aku menginginkanmu, kau adalah orang yang tepat untukku", kata Rayyan.


"Ray coba kau dengarkanku dan buka hati juga fikiranmu".

__ADS_1


apa yang membuatmu tertarik padaku...wajahku, tubuhku?, Bukankah diluar sana banyak gadis sepertiku.


Ray, aku ingin tanya padamu, pernahkan kau memikirkan Aisyah, pernahkan kau membayangkan wajah cantiknya, tubuhnya?


"Bell..., Rayyan tak suka mendengar perkataan Bella".


Dia cantik Ray. Tubuhnya bahkan tertutup, apa kau pernah menyentuh kulitnya, kuyakin dia punya kulit yang halus.


"Bell....hentikan", ucap Rayyan.


"Kau yakin kau tak pernah membayangkan bersama Aisyah?, Tanya Bella.


"Aku tak cemburu, aku hanya tak suka barangku disentuh orang lain". Ucap Bella. Bella mengubah posisinya menjadi duduk, "Ray kumohon keluarlah aku ingin sendiri".


Rayyan menatap gadis didepannya dengan penuh kasih "Bell, maafkan aku, tapi aku nggak akan pergi".


Bella lelah, dia tak mau berdebat lagi dengan Rayyan, dan Rayyan sepertinya lagi keras kepala. Bella lalu turun dari ranjangnya dan segera ke kamar mandi, dia memutuskan untuk berendam, diisilah bathtubnya. Rayyan menyusul Bella.


Rayyan memeluk Bella, "aku mencintaimu".


Bella hanya diam, sebenarnya dia hanya lelah dan marah pada papanya, tapi pelampiasannya kepada Rayyan.

__ADS_1


"Aku lelah Ray, aku mau mandi, keluarlah!", Bella sungguh sudah lelah berdebat dengan Rayyan. Rayyan lalu mengurai pelukannya "Aku akan membantumu".


Bella menatap Rayyan dengan malas "Ray....".


Rayyan tersenyum kecil, "Bukankah kau lelah, Aku akan membantumu mandi".


"Rayyan.......".


Rayyan lalu mencium bibir Bella. Bella ingin menghindar tapi Rayyan tak membiarkannya. Ciuman itupun makin lama makin panas. Hingga membuat keduanya dalam puncak gairah.


Keinginan Rayyan untuk memandikan Bella benar-benar terpenuhi. Kegiatan mandi bareng merekapun makin panas. Perlakuan Rayyan pada tubuh seksi Bella membuat Bella mendesah beberapa kali. Setelah memuaskan Bella, Rayyan pun menuntaskan hasratnya.


Setelah selesai dengan kegiatan panas mereka, Rayyan dan Bella lalu membersihkan diri. Rayyan membawa Bella ke ranjang. Bella yang kelelahan bersandar pada tubuh Rayyan. "Ray...aku lelah", ucap Bella.


"Sebenarnya apa yang kaupikirkan hingga kau gampang lelah seperti ini", tanya Rayyan.


"Aku mau tidur Ray", ucap Bella sambil memejamkan matanya bersandar di pelukan Rayyan.


"Tidurlah...", Rayyan mengecup kening Bella dan menyelimuti tubuhnya.


Rayyan menyadari Bella sedang sangat labil dan selalu ingin tidur, dan hal itu berarti ada sesuatu hal yang mengganggu pikirannya. Namun Rayyan belum tau apa yang terjadi, dan Bellapun belum bercerita padanya, jadi yang bisa Rayyan lakukan adalah sabar menghadapi Bella dan berusaha untuk ada disampingnya karena dia sangat menyayanginya.

__ADS_1


__ADS_2