Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Rayyan??


__ADS_3

Ridwan menuju ke dapur restorannya, Dia meminta koki membuatkan makanan untuk Bella. Sekitar setengah jam makanan sudah siap untuk dibawa. Ridwan langsung menuju ke apartemen Bella.


Ridwan berulang kali memencet bel pintu apartemen Bella. Selang beberapa lama pintu baru dibukakan oleh Bella. Bella nampak terkejut mendapati Ridwan ada di depannya. Sementara Ridwan mengucapkan salam lalu masuk ke dalam setelah dipersilahkan Bella.


Ridwan lalu memberikan makanannya ke Bella. "Cepat dimakan, kau belum makan kan", ucap Ridwan.


Bella meletakkan makanan pemberian Ridwan di meja. Melihat Bella yang tidak tertarik untuk makan, Ridwan berinisiatif untuk membukanya.


"Ayo makanlah...", Ajak Ridwan.


"Aku nggak lapar"ucap Bella


"Dari pagi kau belum makan dan bilang nggak lapar, apa perlu kusuapi?", Tanya Ridwan.


Tiba-tiba terbesit ide untuk membuat mahluk tampan dihadapannya kesal.


Bella menganggukkan kepalanya menandakan kalau ia ingin disuapi Ridwan.


"Oh ayolah Baby, kau bukan bayi lagi, makanlah sendiri".


"Kau bilang aku bukan bayi tapi kau terus-terusan memanggilku baby", ucap Bella.


Ridwan tersenyum karena kenyataannya memang begitu, dia terbiasa memanggil bella dengan sebutan baby ara.


Ridwan akhirnya mulai menyuapi Bella w dengan telaten. Baru beberapa suapan Bella meminta untuk berhenti. Ridwanpun berusaha membujuknya untuk melanjutkan makan. "Beberapa suap lagi oke".


Bella menggelengkan kepalanya. Ridwan akhirnya menyerah.


"Aku juga membawakanmu jus, apa kau mau meminumnya sekarang?", Tanya Ridwan.

__ADS_1


"Nanti saja", jawab Bella.


Ridwan melihat jam di tangannya lalu dia berpamitan ke Bella. "Aku harus kembali, mau kubawakan apa untuk makan siang?", Tanya Ridwan.


Bella memasang muka heran, "wahai malaikat Ridwan, apa kau tak lihat sekarang pukul berapa (jam menunjukkan pukul 11.50) bukankah barusan kau menyuapiku dan sekarang kau menanyakan menu makan siang yang kuinginkan".


Ridwan tersenyum... "bukankah sarapanmu tertunda, Otomatis makan siangmu juga akan tertunda". Ridwan beranjak dari tempat duduknya. "Emmm baby apa yang akan kamu lakukan setelah ini?".


"Nothing", jawab Bella.


"Ikutlah denganku, aku akan ke restoran". Jam makan siang resto biasanya ramai, tambah satu orang lagi pasti akan sangat membantu".


Bella berfikir sejenak lalu mengiyakan ajakan Ridwan, supaya fikirannya teralih ke hal lain. Mereka menuju resto dan benar saja, resto di jam makan siang sangatlah sibuk. Ridwan mengarahkan Bella ke tempat kerja sekaligus tempat istirahanya. "Kau tunggulah disini, aku akan ke depan sebentar".


"Hmm, lalu apa bedanya aku disini dan diapartemen?, Ucap Bella. Ridwan lalu berfikir dalam hati "benar juga ucapan Bella".


Lalu akhirnya Ridwan mengajak Bella mengikuti langkahnya.


"Gimana don, aman?", Tanya Ridwan.


Doni melihat kearah Ridwan, "aman boss". Pandangan Doni lalu tertuju pada mahluk cantik di belakang Ridwan. "Sapa tuch?".


Ridwan lalu mengenalkan pd Doni "Baby, kenalin sahabat aku, dia koki disini".


Bella lalu mengulurkan tangannya untuk berkenalan demikian juga dengan Doni yang sudah bersiap untuk menyambut tangan Bella. Namun diurungkan keduannya. Karena Ridwan memperingatkan untuk tidak melakukannya. "Baby...."


Bella lalu menangkupkan tangannya dan tersenyum pada Doni sambil memperkenalkan diri, "Bella". Demikian pula dengan Doni, Dia juga menangkupkan tangannya dan menyebutkan namanya.


Doni kemudian berbicara ke Ridwan, "hmmm Bella kenapa jadi Baby", ucap Doni menggoda sahabatnya.

__ADS_1


"Ceritanya panjang", jawab Ridwan.


"Jadi calon nyonya nich?", Goda Doni.


Ridwan lalu meninggalkan sahabatnya sambil bilang lirih "I wish".


Doni pun mengamini ucapan sahabatnya.


Bella tengah melihat ke sekitar dapur, lalu Ridwan mengajaknya keluar. Ridwan lalu menuju ke kasir dan berbicara dengan pegawainya. Suasana restoran ramai karena masuk waktu makan siang.


Setelah selesai berbincang dengan beberapa pegawainya, Ridwan mengajak Bella ke ruangannya. "Mau minum apa?, Ambil dikulkas ya, atau mau aku buatin jus?", Ucap Ridwan.


Bella lalu menuju ke kulkas dan mengambil minuman. "Ini aja, di dapur lagi sibuk".


Hp Bella beberapa kali berbunyi, dan tertera nama papanya disitu.


"Nggak diangkat?, Tanya Ridwan. Bella menggelengkan kepalanya.


Ridwan memandang Bella yang nampak sendu, "dari siapa?".


"Papa", jawab Bella. Mood Bella buruk kembali.


"Malaikat Ridwan, Bolehkah aku meminjam ranjangmu, kurasa aku mulai mengantuk".


Ridwanpun mengiyakan, Ridwan membersihkan tempat tidurnya dan menata sedemikian rupa. Sebenarnya tempat tidurnya sudah bersih, tapi Dia ingin membuat Bella lebih nyaman tidur disitu. Dia tau kebiasaan Bella. Kalau moodnya nggak baik Dia akan memilih tidur.


Bella lalu naik keranjang, Dia tidur menghadap arah yang membelakangi Ridwan. Bella mencium harum khas Rudwan di tempat tidur itu. Harumnya menenangkan buatnya. "Kau pakai parfum apa, tanya Bella yang kembali menghadap ke Ridwan.


Ridwan lalu membaui kaos yang dipakainya "Nggak pakai, kenapa, bau kah?.

__ADS_1


Bella menggelengkan kepalanya lalu berbalik arah lagi membelakangi Ridwan. Beberapa menit kemudian Bella sudah tertidur.


Ridwan masih berada disitu mengerjakan kerjaannya. Sesekali Dia memandangi gadis cantik yang ada di atas ranjangnya. Hp bella yang diletakkan di meja beberapa kali bergetar, Ridwan melihat nama papa nya Bella dan Rayyan yang terus-terusan menghubunginya. Dia sedikit terganggu dengan nama Rayyan disitu, Dia bertanya-tanya dalam hatinya mengenai Rayyan.


__ADS_2