
Rayyan dan Bella sudah sampai di parkiran cafe. Rayyan melihat tangannya yang digenggam Bella. Bellapun melihat ke arah yang sama " upst...maaf totalitas" kata Bella sambil tersenyum.
Rayyan tersenyum kearah Bella, Rayyan memperhatikan gadis didepannya itu, cantik dan menyenangkan itu yang ada difikirannya.
" maaf ya aku tadi ikut campur" kata Bella.
"it's ok n terima kasih" kata Rayyan.
" hmm, kasihan juga sebenarnya, tapi kamu beneran nggak ada rasa kan ama Dia?" , tanya Bella.
Rayyanpun menganggukkan kepalanya menandakan memang dia nggak punya rasa suka pada mia. "aku hanya menganggapnya sebagai adik tingkat nggak lebih".
"Oh ya kamu kan yang kemarin menemukan dompetku kan?" tanya Rayyan. Bella mengangguk anggukkan kepalanya.
"wah berarti sudah dua kali aku ditolong, jadi banyak hutang budi nich"
__ADS_1
Bella langsung menyela menjelaskan pada Rayyan " eiiit...yang kemarin sudah impas dengan air mineral, ok". Rayyanpun tersenyum, "kalo yang kali ini?".
Bella lalu berfikir sejenak " em gini aja gimana kalau kau traktir aku makan, aku belum jadi makan malam gara gara drama barusan"
Rayyanpun tersenyum, "ok, mau makan dimana?".
"Nanti aku tunjukkin, sekarang kita berangkat ya, aku udah kelaparan" sambil reflek menggandeng tangan Rayyan.
Rayyan lalu bertanya "kita kesana sendiri sendiri ato barengan?". Bella menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah dalam cafe, saat itu Bela melihat Mia masih memperhatikan mereka.
Rayyanpun mengiyakan " naek motor nggak papa?" tanya Rayyan kepada Bella.
" mau naex becakpun oke" kata Bella.
Rayyan tersenyum melihat expresi lucu Bella saat mengatakannya. " trus mobil kamu gimana?". "Tinggal aja nggak papa, ini cafe temanku" kata Bella.
__ADS_1
Mereka berduapun meninggalkan cafe dan menuju ke tempat makan yang diinginkan Bella. Selang satu kilometer dari cafe, Rayyan menghentikkan motornya. Dia berhenti di toko perlengkapan motor.
Rayyan mengajak Bella turun dan masuk ke toko tersebut. Rayyan lalu memilih sebuah helm dan membayarnya di kasir lalu memberikannya ke Bella. " nich, pakai biar nggak dimarahi pak polisi". Bella menerima helm itu dan memakainya, kemudian mereka bersiap pergi tapi sebelum pergi Rayyan melihat Bella.
Bella saat itu mengenakan celana jeans dan atasan smook berpotongan crop dengan model sabrina yang menampakkan bagian bahu nya yang terbuka Rayyan melepas jaketnya lalu memberikan ke Bella " Pakai aja, takut kamu kedinginan". Bellapun memakai jaket Rayyan.
Selang beberapa menit mereka telah sampai ke tujuan. Rayyan membuka helmnya dan melihat tempat yang diinginkan Bella. "Disini?", tanya Rayyan. " iya, ayo.." ajak Bella. Rayyan tidak mengira kalau Bella mau makan di warung makan tenda di Pinggir jalan.
Bella masuk dan menyapa penjualnya "Pak Ali...seperti biasa ya ..", penjual itu melihat bella dan berkata " siap non.. " lalu melihat pada Rayyan dan bertanya kepada Bella" pacar non bella ya, kalo pacarnya pesen apa?". Bella melihat ke Rayyan "mau apa?".
" Bakso n es teh saja".
Pak Ali pun mempersilahkan pembelinya untuk duduk. Bella memilih tempat duduk dan Rayyan mengikutnya, Setelah menemukan tempat duduk, merekapun duduk berhadapan. Sambil menunggu pesanannya, Bella melepas jaket Rayyan yang tadi dipakainya.
Rayyan melihat sekitar, warung lesehan yang menjual bakso dan mie ayam itu saat ini dipenuhi para pembeli. Bella lalu membuka suara. " oh iya kita belom kenalan, (bella mengulurkan tangannya) lalu berkata " Bella". Rayyanpun menyambut uluran tangan Bella "Rayyan".
__ADS_1