Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
ketidaksiapan Bella


__ADS_3

Bella, Fatim dan Ridwan menuju ke dapur. Sesampainya di dapur. "Don...ada yang nyari", ucap Ridwan. Donipun berbalik arah ke Ridwan.


"Hmmm bu boss ada disini", ucap Doni.


Bella tersenyum, sementara Fatim jantungnya serasa mau copot layaknya fans bertemu idolanya dalam jarak dekat.


"Bu boss mau ketemu kamu", ucap Ridwan sedikit kesal karena Bella mencari Doni. Bella hanya tersenyum melihat kekesalan Ridwan.


"Jadi bu boss mau makan apa, biar ku buatkan spesial untuk bu boss", ucap Doni.


"Jangan nglunjak Don... potong gaji!!, Ucap Ridwan. Doni tertawa melihat Boss sekaligus sahabatnya kesal padanya gara-gara Bella.


"Don... kenalin.... Adiknya teman", sambil menunjuk Fatim, Bella memperkenalkan Fatim pada Doni.


Fatim yang gugup memegang tangan Bella, "kak Bella....".


Merekapun lalu berkenalan. Ridwan yang mulai mengerti situasinya lalu tersenyum.


"Fatim mau minta no telfon kamu Don, menurut Dia masakan kamu enak. fatim lagi belajar masak", ucap Bella.


Donipun memberikan no telfonnya. "Kapanpun mau tanya-tanya jangan sungkan ya .. insyaallah dijawab pas nggak repot".


Fatin senang mendengarnya. Merekapun lalu keluar dari dapur karena Doni masih repot dengan pekerjaannya. Setelah keluar tiba-tiba fatim memeluk Bella "kak Bella... Terimakasih... Kakak memang terbaik. Bella tersenyum melihat tingkah gadis yang baru masuk kuliah semester satu itu. Ridwan pun ikut tersenyum.


Bella lalu mengajak Fatim kembali ke meja. Namun Ridwan mencekal tangan Bella. "Ikut denganku sebentar", ucap Ridwan. Bellapun menyetujuinya. "Fatim kamu duluan ya... nanti aku susul", ucap Bella.


Ridwan mengengam tangan Bella sepanjang perjalanan menuju ruangan Ridwan. Sesampainya di ruangan, Ridwan langsung memeluk Bella , "aku kangen sekali denganmu", ucap Ridwan.


Bella pun heran dengan ucapan Ridwan, pasalnya mereka baru saja berpisah pagi tadi.


"Sudah lepas...nanti teman-teman mencariku. Ridwan menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau.

__ADS_1


Jadi bayi besarku mau apa hm?., Tanya Bella.


"Mau kau selalu ada bersamaku, Ayo menikah, ucap Ridwan. Bella terdiam, Ridwan sering kali mengajaknya menikah dan Bella masih belum ada fikiran untuk menikah. Ridwan lalu mengecup bibir Bella sekilas, "aku benar-benar ingin menikah denganmu dan kulihat kau masih ragu padaku".


"Aku bukanya ragu padamu, tapi aku ragu pada diriku sendiri", ucap Bella.


Ridwan tersenyum "aku akan sabar menghadapimu". Bella lalu memeluk Ridwan "ku tahu itu". Setelah beberapa lama berpelukan, Bella mengurai pelukannya, aku harus kembali ke temanku.


"Apa Rayyan juga temanmu?", Tanya Ridwan.


"Apa ada yang cemburu disini?, Ucap Bella.


"Aku tak suka kau dekat dengan laki-laki lain", Ridwan menatap Bella tajam.


"Jadi aku hanya boleh dekat denganmu seperti ini". Bella kembali mendekat ke Ridwan. " Hmmm kurasa aku harus pergi sekarang sebelum ada yang menahanku".


Bella mengecup bibir Ridwan sekilas lalu beranjak keluar dari ruangan Ridwan. Ridwan tersenyum dan membiarkan Bella kembali ke teman-temannya.


"Masih dibelakan bersama kak Ridwan".


Rayyan tak suka mendengar jawaban Fatim. Rayyan lalu mengambil ponselnya dan menghubungi ponsel Bella, namun ternyat pomsel Bella ada di dalam tas Bella yang di tinggal di meja.


Beberapa saat kemudian Bella datang. "Darimana?, Tanya Rayyan. Bella hanya memandang Rayyan sekilas tanpa menjawab pertanyaan Rayyan. Rayyan tau Bella marah padanya. Setelah itu sampailah makanan yang mereka pesan.


"Fatim.. Ai, ayo makan... Spesial makanan buatan chef Doni", Bella menggoda Fatim.


"Kak Bella....", Ucap Fatim malu-malu. "Tapi suka kan sudah dapat nomernya".


Fatim tersenyum, "makasih ya kak". Bella mengangguk.


Disaat mereka makan Ridwan datang ke meja mereka, "bagaimana makanannya, enak?". Fatim langsung mengacungkan kedua jempolnya. "Fatim mah apapun enak asalkan yang buat chef Doni", ucap Bella menggoda Fatim. Ridwanpun tersenyum, "baby aku harus pergi, maaf tidak bisa mengantarmu". Bella menganggukkan kepalanya "hati-hati".

__ADS_1


Merekapun melanjutkan makannya, selesai makan Rayyan meminta Bill nya, tapi kata pelayan restoran disitu, sudah dibayar bosnya. Saat mereka mau beranjak pergi ada pelayan yang mendekat ke arah Bella, "Non Bella ada titipan dari tuan Ridwan". Pelayan itu memberikan satu wadah makanan yang berisi kue. "Terimakasih", ucap Bella".


Merekapun melanjutkan perjalanam mereka, Rayyan terlebih dahulu memgantar fatim, kemudian Aisyah. Setelah mengantar Aisyah. Rayyan melajukan mobil ke apartemen Bella. Suasana di dalam mobil sedikit mencekam karena Bella dalam mode marah.


Rayyan sambil menyetir berusaha menggapai tangan Bella, "Bell... Biar kujelaskan". Bella hanya diam saja. Rayyan masih berusaha agar Bella mau mendengarkan penjelasannya. "Ray, konsentrasilah kau sedang menyetir", ucap Bella.


Sesampainya di tempat parkir apartemen "pulanglah, bawa saja mobilku", ucap Bella lalu turun dari mobil. Rayyan memgejar Bella, dia mau masalah ini segera selesai. Dia tak ingin beresiko tuk kehilangan Bella.


Sampai akhirnya di apartemen Bella, Bella tak memperdulikan Rayyan, dia lalu membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah selesai Rayyan mendekapnya. "Lepaskan Ray", pinta Bella.


"Aku takkan melepasmu sampai kau mau tenang dan mendengarkanku", ucap Rayyan.


Rayyan lalu menggendong Bella dan mendudukkannya di sofa. "Dengarkan Aku kumohon", ucap Rayyan. Rayyan lalu bercerita mengenai kejadian selama dia pulang ke rumahnya. Bella mendengarkan dengan seksama.


Bella kemudian tersenyum "Hmmm kurasa kau berjodoh dengan Aisyah", ucap Bella.


"Bell...., Apa maksudmu, aku tak menginginkan Aisyah, Aku hanya menginginkanmu", ucap Rayyan.


"Tidak baik menolak keinginan orang tua Ray...", ucap Bella.


"Dan kau menginginkan aku dengan Aisyah?", Tanya Rayyan.


"Aku tak pernah ingin menyakiti orang tua siapapan, termasuk orangtuamu, Mereka akan sangat kecewa kalau kau tak menurutinya."ucap Bella.


"Aku akan memperkenalkan mu dengan orangtuaku", ucap Rayyan. Bella menatap Rayyan, "Ray kau tahu kan kalau aku belum siap".


"Bell...sebenarnya hubungan ini mau dibawa kemana?, Sepertinya kau tak pernah serius denganku", ucap Rayyan frustasi.


"Apa aku pernah bilang kalau aku pingin serius?, Tanya Bella.


"Bell.....", Rayyan benar-benar bingung menghadapi Bella, di lain pihak dia tak mau kehilangan Bella, tapi Rayyan juga tau Bella sepertinya belum siap untuk serius dengan sebuah hubungan. Sepertinya ada ketakutan dalam diri Bella.

__ADS_1


__ADS_2