
Bella makan siang di dalam kamarnya. Selesai makan, Bella ingin jalan-jalan disekitar Villa. Bella turun mengenakan celana jeans panjang dan kaos turtleneck. sampai dibawah, mbak nani sudah siap menemaninya jalan jalan.
Bella tersenyum ramah pada teman teman Amel yang nggak sengaja berpapasan dengannya sambil terus berjalan menuju keluar bersama mbak nani.
Dengan ditemani mbak Nani, Bella berkeliling ke daerah sekitar villa, Dia menikmati pemandangan disana. Setelah beberapa lama, Bella memutuskan untuk balik ke villanya.
Sesampainya di Villa, Bella mendapati Amel dan seluruh teman temannya sedang berkumpul di depan Villa. teman teman Amel melihat ke arah Bella yang sedang menuju ke villa.
Amel lalu menyapa Bella... " Bell sini dulu".
Bella tersenyum melihat Amel, lalu menuju ke arah Amel.
Amelpun memperkenalkan Bella. "teman-teman perkenalkan ini temanku namanya Bella, Dia yang meminjamkan villanya untuk kita".
Semuanyapun menyapa Bella dan berterimakasih ke Bella. Bella lalu memutuskan untuk kembali ke kamarnya " silahkan dilanjut ya, aku mau ke kamar dulu.
Bella naik menuju kamarnya lalu mempersiapkan air hangat untuk mandi. Selama menunggu air hangatnya terisi, Bella duduk di balkon dan membaca beberapa pesan yang ada di hp nya.
__ADS_1
Setelah air hangatnya sudah terisi Bella lalu berendam beberapa lama sambil menikmati music. Bella selesai mandi, kemudian terdengar pintu kamarnya di ketuk orang.
Dengan masih mengenakan jubah mandinya Bella membuka pintu kamarnya sedikit. Di depan pintu ada Rayyan yang berdiri dihadapannya.
Bellapun mempersilahkan Rayyan untuk masuk "Ray kau disini, masuklah". Mendapati Bella yang bersikap biasa saja, padahal mereka tidak pernah kontak lagi setelah kejadian di apartemennya, Rayyanpun menjadi bingung.
Rayyan juga pingin bisa cuek seperti Bella, tapi hati dan fikirannya sudah banyak terisi dengan Bella. Dia tidak bisa mengabaikan Bella seperti apa yang sudah dia usahakan dalam dua minggu ini yaitu berusaha tidak menghubungi Bella.
Melihat Bella ada di depannya membuat hatinya berdesir hebat.
Bella menatapnya lembut "napa Ray".
"apa kau tak merindukanku?", tanya Rayyan.
Bella hanya mengangguk.
"kenapa tak menghubungiku?. Rayyan menanti jawaban Bella.
__ADS_1
"aku nggak mau mengganggumu bukankah kau sibuk", jawab Bella.
"kenapa berfikir aku sibuk, ?, tanya Rayyan
Bella lalu menaruh asal baju gantinya, "Ray, bukankah kau tidak menghubungiku, kupikir kau sedang sibuk, jadi aku tak menghubungimu.
Rayyan menatap Bella lekat. gadis ini sangat dia rindukan meski sudah berusaha menyingkirkannya dalam hati maupun pikirannya. Dia akhirnya lemah setelah melihat dan berhadapan dengan Bella. Tidak bisa dipungkiri Bella telah memenangkan hati dan fikirannya.
"Aku sangat merindukanmu...." ucap Rayyan.
Bella tersenyum manis mendengar ungkapan hati Rayyan. Rayyan kemudian memeluknya erat dan membelai rambut Bella. "Aku sangat merindukanmu Bell".
Detik berikutnya Rayyan mulai mencium bibir Bella, ********** halus penuh perasaan. Bella benar benar telah menaklukkannya. Bagaimanapun sikap Bella, Rayyan selalu saja kalah dihadapannya.
Setelah ciuman berhenti, Bella lalu melakukan kegiatannya yang tertunda yaitu mengganti pakaiannya di kamar mandi. Rayyan menunggunya duduk di balkon. Setelah Bella keluar, Bella mendapati Rayyan ada di balkon, lalu Bella menuju balkon. Bella duduk disamping Rayyan.
udara di sekitar villa mulai dingin karena sore telah menjelang malam. Rayyan lalu mendekap tubuh Bella. Rayyan bisa mencium kembali wangi tubuh gadis yang membuatnya bingung, gadis yang membuatnya dilema, gadis yang sangat dirindukannya.
__ADS_1