
Pada suatu malam, Bella yang mulai merasakan lapar memutuskan tuk menuju ke sebuah cafe di dekat kampus. cafe itu adalah milik temannya Bella. Bella kadang makan malam disana.
sementara itu di suatu tempat, "Ray, mau kemana" tanya amar. Rayyan pun menjawab " mo keluar".
" mo makan?, ikut dong", kata Amar, karena waktu memang sudah menunjukkan waktu makan malam.
Rayyan lalu menjelaskan, " nggak bisa aku janjian ma seseorang",
"cie...cie...janjian ma cewek?, sudah move on nich ceritanya?!, kata Amar.
"apa sich... berangkat dulu, assalamualaikum...." pamit Rayyan kepada Amar.
"Waalaikumsalam", balas Amar.
Rayyanpun sampai di tempat tujuan, Dia lalu mencari orang yang dituju. Rayyan melihatnya lalu menuju ke tempat gadis itu duduk.
"Assalamualaikum Mia", sapa Rayyan.
__ADS_1
"Waalaikumsalam kak" balas mia dengan senyum malu malu.
"duduk kak", kata Mia. Rayyan pun duduk dihadapan Mia.
" Da perlu penting apa ni mia, mungkin kakak bisa membantu?", tanya Rayyan.
Mia gelisah " em... gini kak rayyan, em.. mia mau ngomong boleh?
Rayyan yang ramah itupun tersenyum " tentu saja boleh, dari tadi kan juga dah ngomong".
mia tersenyum untuk menutupi kegelisahannya. " em... kak Rayyan...".
Mia pun memberanikan diri untuk ngomong ke Rayyan "Kak Rayyan, Aku suka sama kakak".
Rayyan pun terkejut tak menyangka Mia adik tingkatnya di kampus berani menyatakan rasa sukanya. Rayyan berusaha untuk tetap tenang sambil mempersiapkan kata-kata yang jangan sampai menyinggung mia.
Melihat Rayyan diam dan terkejut Miapun melanjutkan ungkapan hatinya tuk meyakinkan Rayyan. " Kak Rayyan, aku bener-bener suka kakak, Kakak mau kan jadi pacarku?
__ADS_1
Rayyan semakin bingung. Rayyan sudah terkejut dengan ungkapan hati Mia dan ditambah lagi ajakan Mia tuk jadi pacarnya. tetapi Rayyan tau, dia harus tegas dan memberikan kepastian agar gadis di depannya ini mengerti.
Rayyan memberanikan diri tuk berbicara "em.. Mia, maaf kakak nggak bisa".
Mia kecewa dengan pernyataan Rayyan, tapi Mia masih pengen berusaha mendapatkan Rayyan. Rayyan yang sudah dikaguminya semenjak pertama kali bertemu waktu di Ospek kampusnya.
"kenapa kak, aku janji kak, aku akan jadi pacar kakak yang baik, ya kak ya.. aku janji" , kata mia mencoba meyakinkan Rayyan.
Rayyanpun menjelaskan, " kakak lagi sibuk banget mia, kakak lagi nggak kepikiran pacaran". Mia masih ngotot dengan pendiriannya, " kakak dulu juga sama sibuknya dengan sekarang, tapi kakak mau pacaran dengan kak Nisa" (Nisa adalah mantan pacar Rayyan).
"Mia... maaf kakak nggak bisa", kata Rayyan.
Mia pun masih bersikeras, dia mencoba tuk meyakinkan Rayyan kembali. " kenapa nggak kak, Mia janji nggak kan ngrepoti kakak, nggak kan ganggu kakak pas kakak sibuk."
Rayyan pun semakin bingung, karena gadis didepannya belum bisa menerima keputusan nya. Hari ini Rayyan memenuhi janji temu dengan Mia karena Rayyan pikir Mia memerlukan bantuan dari dirinya, Rayyan tidak mengira Mia akan menyatakan cintanya, selama ini Rayyan berfikir bahwa perhatian Mia hanya sebatas adik kepada kakaknya. Ternyata Rayyan salah.
" em.. Mia, kakak bener-bener minta maaf". Belum selesai Rayyan ngomong langsung Mia menyela, Mia tak mau kesempatan hari ini berakhir dengan kegagalan. " kenapa kak, apa mia kurang cantik, atau mungkin kurang pintar dibanding dengan kak Nisa?"
__ADS_1
Rayyanpun makin dibuat binggung dengan tingkah adik tingkatnya itu. Diantara kebingungannya, ada seseorang yang tiba tiba datang dan menggenggam salah satu tangannya.
Bersambung....