Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Gigitan Bella


__ADS_3

Selesai makan Rayyan masih betah menemani Bella, Dia masih kuatir dengan Bella. "Ray...Aku mau mandi dulu", pamit Bella kepada Rayyan. Rayyan hanya menganggukkan kepalanya.


Bella menuju kamarnya lalu menuju kamar mandi. Dia butuh berendam air hangat dan bau dari aroma terapi yang menenangkan. Sementara di ruang Tamu, Rayyan mulai sibuk dengan laptopnya.


Tiga puluh menit berlalu. Bella belum keluar dari kamarnya, sementara Rayyan mulai merasakan kantuk. Rayyan kemudian rebahan di sofa dan tertidur.


Beberapa menit kemudian Bella selesai berendam dan berganti baju lalu keluar kamar. Bella mendekat ke arah sofa dimana Rayyan tidur, Bella tersenyum melihatnya.


Bella kemudian duduk di lantai dan melihat hp nya. Bella menghidupkan Hpnya dan disana banyak sekali panggilan maupun pesan dari kedua orang tuanya.


Dalam hati Bella berkata " bisa nggak sich mereka buat hidupku tenang, kenapa mereka nggak urus urusan masing masing saja". Bella mengubah hp nya dengan mode silent. Dan benar saja selang beberapa lama layar hp bella mulai menunjukkan panggilan masuk dari mamanya. Bella lalu menelungkupkan hp nya.


Rasanya Bella pengen tidur lagi. Bella meletakkan kepalanya di meja lalu memejamkan matanya. Rayyan terbangun

__ADS_1


dan mendapati gadis itu membelakanginya. Rayyan dalam hatinya berkata "Sepertinya dia belum dalam kondisi baik".


Rayyan melihat Bella, kemudian fokusnya sedikit terganggu dengan punggung, bahu, maupun leher Bella yang terbuka. Rayyan mulai memahami bahwa Bella memang suka memakai pakaian terbuka. seperti kali ini Dia menggunakan Dress pendek halter neck bertali. Rambutnya dicepol asal dan terdapat beberapa anak rambut yang menjuntai. Diakui oleh Rayyan, Bella memang sangat cantik, ditambah lagi dengan kulitnya yang putih bersih.


Rayyan kemudian tersadar bahwa dia sudah cukup lama memandang gadis itu dan mengaguminya. lalu dia beristighfar. " lama lama dengan Bella bisa bahaya" itu yang ada difikirannya, tapi untuk meninggalkannya saat ini apakah Bella akan baik baik saja. Rayyan dilema.


Bella mulai merasa tidak nyaman dengan posisinya saat ini, lalu dia membuka matanya.


"apa kau mau tidur terus?", tanya Rayyan. Bellapun menjawab pertanyaan Rayyan "Aku ngantuk Ray...".


Rayyan kemudian bangun dan duduk disamping Bella. "Bell.. apa kau mau membaginya denganku?". Bella malah tersenyum lalu berkata, " Bagi apa, bukankah tadi sudah kubagi spagetiku". Rayyan tersenyum kecut, gadis didepannya ini Sepertinya memang tipe yang nggak mau membagi masalahnya


"Ray...aku mau tidur", rengek bella sekali lagi. Rayyan menganggukan kepalanya "tidurlah...". "apa kau tak ingin pulang Ray?" tanya Bella. Rayyan lalu balik bertanya, "apa kau mengusirku?". Bella mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


Mereka lalu terdiam beberapa lama. Bella mengamati Rayyan. Rayyan lalu bertanya " kenapa?". "nothing", kata Bella. Rayyan menatap gadis didepannya itu. Gadis ini benar benar penggoda iman.. lihatlah dress pendek yang ia kenakan, paha, bahu, bahkan dadanya terekspose. otaknya bisa kotor jika berlama-lama disini. Tapi dia juga tak mau meninggalkan gadis ini.


Rayyan melihat hari mulai sore. "Bell.. aku numpang mandi ya". Gadis itupun mengangguk " kau tinggal pilih, kamar mandi yang disitu (sambil menunjukkan letak kamar mandi), atau yang di dalam kamarku".


" Di situ aja", kata Rayyan menunjuk pada kamar mandi yang berada diluar kamar.


Selesai mandi Rayyan mengajak Bella menunaikan ibadah Ashar bersama. Mereka sholat berjamaah di kamar Bella. Selesai beribadah Bella menuju ke tempat tidurnya. Rayyan mengamatinya. " Bell keluar yuk jalan jalan". Bella tak memberi tanggapan.


Rayyan lalu mendekat ke tempat tidur " Bell ayok keluar.... Bell...". Mendengar Rayyan terus terusan memanggilnya, Bella akhirnya risih. Bella lalau bangun dan langsung mengigit tangan Rayyan.


Rayyan kaget dengan reaksi Bella. Rayyan menahan sakit di bagian tangannya. Setelah puas melampiaskan kekesalannya, Bella melepaskan tangan Rayyan. Rayyan melihat hasil karya Bella di tangannya lalu memandang Bella yang penuh kekesalan.


Rayyan tertawa dengan ulah Bella. " Ayo keluar makan, sepertinya kau sudah lapar".

__ADS_1


Bellapun semakin dibuat kesal oleh ucapan Rayyan. "RAYYAN.........." Bella teriak karena terlampau kesal pada Rayyan.


__ADS_2