Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
sakit tapi boong


__ADS_3

Pagi hari, Rayyan, Amel dan teman teman berencana untuk jalan jalan disekitar Villa. Rayyan sebelumnya sudah mengajak Bella melalui telfon tapi Bella sepertinya masih mengantuk.


Rayyan mengetuk pintu kamar Bella namun sepertinya si empunya kamar malas membukakan pintu. Rayyan kemudian menekan ganggang pintu dan pintu pun terbuka.


Mengetahui Rayyan masuk. Bella yang masih berada di dalam selimut enggan beranjak dari ranjangnya. Dia masih ingin bermalas malasan di tempat tidur.


Rayyan mendekat ke ranjang "ayo bangun, jalan jalan bareng yang lain"


Bella mengelengkan kepalanya.


Rayyan masih berusaha membujuk Bella agar mau jalan-jalan bersamanya, "ayolah Bell...".


"masih dingin Ray....kau pergilah bersama teman-temanmu...!


Rayyan menghela nafasnya. Dia lalu naik ke ranjang dan mengamati gadis cantik dihadapannya. Rayyan membelai wajah Bella penuh sayang. "sepertinya kau tak cocok dengan udara dingin", ucap Rayyan. Bella menganggukkan kepalanya.


"mau kubuatkan sesuatu?", tanya Rayyan. Bella hanya menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana dengan susu hangat, bukankah kau menyukainya".


Bella memandang Rayyan, sambil tersenyum Dia berkata pada Rayyan "kurasa kaulah yang sangat menyukainya".


Rayyan berfikir sejenak, "Aku?!, bukankah kau tau kalau aku suka kopi?.


Bella jadi tertawa mendengarnya. Rayyan merasa heran, beberapa saat kemudian Dia baru sadar bahwa Bella menggodanya.

__ADS_1


Rayyan menjapit hidung Bella. "dasar nakal....". Bellapun makin tertawa, Rayyan bagaikan permainan baru yang menyenangkan.


Rayyan teringat kembali kejadian kemarin, saat Dia menikmati bagian atas tubuh Bella. "apakah masih sakit?, tanya Rayyan.


Bella memandang Rayyan lalu terseliplah ide usil. sambil mencebikkan bibirnya Bella berkata, "sakit sekali Ray...".


Rayyanpun dibuat bingung dengan ucapan Bella. Rayyan mendekat ke Bella, "maafkan aku, apa yang harus kulakukan?".


"Sepertinya Aku harus ke dokter", jawab Bella.


Rayyan tidak setuju, Dia tidak mau Bella ke dokter. "Tidak...jangan ke dokter!.


Bella penasaran dengan jawaban Rayyan


" memangnya kenapa aku tak boleh ke dokter?".


Bella menahan senyumnya, kenapa memangnya dengan dokter laki-laki?


Rayyan lalu menjelaskan, "Aku tak mau mereka melihatnya".


"Tapi ini sakit sekali Ray...", Bella memasang ekspresi kesakitan.


Rayyanpun semakin bingung " apa kau mau berendam air hangat?".


Bella menggelengkan kepalanya kemudian memegang bagian atas tubuhnya "sakit Ray..." Dan hal tersebut membuat Rayyan tambah bingung.

__ADS_1


Bella tak bisa menahannya lagi...Bella lalu tertawa, "kau lucu sekali Ray".


Rayyan mengamati gadis pujaannya itu "Bellaaaaa.......".


Rayyan lalu menghela nafasnya " kau benar benar usil, apa kau tau aku sangat kuatir, aku kuatir kau kesakitan.


Bella lalu meraih salah satu tangan Rayyan, kemudian memasukkannya ke dalam baju Bella dan mengarahkannya ke bagian atas yang tidak memakai penghalang itu.


"nah sekarang sudah enakan", kata Bella.


"apa yang kemarin benar-benar sakit?", tanya Rayyan.


Bella malah balik bertanya ke Rayyan " menurutmu?.


Rayyan menganggukkan kepalanya, "mungkin kemarin aku memainkannya terlalu lama.


Bellapun tersenyum, aku hanya menggodamu Ray...hanya sedikit sakit saja. Rayyan tersenyum. Rayyan kemudian mengeluarkan tangannya dari kaos Bella lalu membelai wajah Bella.


"ikutlah denganku!", ajak Rayyan.


Dingin Ray...lagian nanti aku harus ke rumah bik yanti, jawab Bella


Bella memang berencana ke rumah bik yanti karena hari ini akad nikah anak bik yanti berlangsung.


"perlu kuantar, tanya Rayyan.

__ADS_1


Bellapun menggelengkan kepalanya "tidak perlu Ray..aku pergi dengan mbak nani".


Rayyan berada di kamar Bella beberapa lama, kemudian dia meninggalkan Bella untuk jalan-jalan bersama teman-temannya


__ADS_2