
Bella menemani Rayyan sampe selesai dengan urusannya. Setelah selesai Rayyan dan Bella berpamitan dengan teman-teman organisasi Rayyan. Mereka berdua kemudian menuju ke arah mobil Bella diparkir. Tak seperti waktu datang, kali ini Rayyan terus menggandeng tangan Bella hingga menuju mobil.
Sesampainya didalam mobil, Bella menatap Rayyan penuh rasa heran. Rayyan yang mengetahui kalau Bella menatapnya lalu bertanya "kenapa"?.
"Kenapa dari tadi menggandeng tanganku? Kalau ada yang cemburu gimana?". Ucap Bella.
"Siapa?", Tanya Rayyan.
"Oh kau memang tidak peka, dari tadi ada gadis yang terus-terusan memandangmu dengan wajah sendu", jawab Bella.
"Aku hanya ingin kau yang memandangku", aku tak ingin gadis lain". Rayyan berucap sambil mengendarai mobil menuju ke apartemen Bella.
Bella lalu mengubah posisinya agak ke depan dan menghadap ke samping sambil memandang Rayyan.
" Kenapa lagi?, Tanya Rayyan.
" Bukankah kau ingin aku memandangmu, sekarang aku sedang memandangmu", ucap Bella
Rayyan tersenyum gemas dengan ulah gadis cantik didepannya itu, kemudian saat lampu merah Rayyan mendekat dan mencium bibir Bella "aku mencintaimu, sangat mencintaimu".
Bella tersenyum manis mendengar pernyataan cinta dari Rayyan. Sementara Rayyan sudah terbiasa tidak mendapat balasan dari pernyataannya.
Sesampainya di apartemen Bella. Rayyan langsung memeluk Bella erat. Bella membalas pelukan Rayyan lalu kembali bertanya pada Rayyan "kenapa?".
"aku sangat mencintaimu, aku tak mau kau pergi dariku"., Ucap Rayyan.
"Kau ini kenapa, dari tadi sepertinya ada sesuatu yang kau pendam", tanya Bella.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memelukmu", jawab Rayyan.
Setelah beberapa lama berpelukan, Bella meminta Rayyan untuk melepas pelukannya karena Bella ingin mengganti pakaiannya. Alih-alih melepas, Rayyan malah menggendong Bella menuju kamarnya. Bella mengganti pakaiannya, sementara Rayyan terus mengamatinya.
"Apa kau tak mau mengganti pakaianmu?, Tanya Bella.
"Aku masih ingin memandangmu", Jawab Rayyan. Setelah selesai mengganti pakaiannya dengan dress rumahan, Bella lalu menuju ke arah Rayyan duduk. Bella duduk dipangkuan Rayyan sambil mengalungkan tangannya di tengkuk Rayyan.
"Ada apa denganmu, hari ini kau sedikit aneh", ucap Bella.
"Aku tak mau kau meninggalkanku", jawab Rayyan.
"Siapa yang mau meninggalkanmu Ray ..ayo ganti bajumu", ucap Bella.
Bella lalu melepas kancing baju Rayyan, kemudian menanggalkan baju Rayyan. Bella turun dari pangkuan Rayyan lalu mengambil kaos dan celana pendek Rayyan yang ada di apartemennya.
Saat mendekat ke arah Rayyan dan mau memakaikan baju kepada Rayyan, Rayyan malah menyingkirkannya. Rayyan mengangkat tubuh Bella ke Ranjang dan mulai menciumi Bella. Rayyan melepaskan dress yang melekat di tubuh Bella dan mulai menyentuh tubuh Bella.
Bagian dada Bellapun dimainkannya dengan kasar dan penuh nafsu dalam jangka waktu lama. Bella mengerang, mendesah. Rayyan nampaknya tak mau berhenti...Dia terus mengeksplor seluruh bagian tubuh Bella. Sampai di bagian bawah Rayyan menanggalkan penutup daerah sensitif Bella, lalu menanggalkan celananya sendiri.
Rayyan mulai menggesekkan miliknya ke milik Bella, "Bell...aku ingin memilikimu", ucap Rayyan. Rayyan mulai ingin memasukkan miliknya namun dicegah Bella. "Ray...aku belum bisa", Bella lalu agak mundur dari posisinya sekarang.
Rayyan kecewa, Dia ingin Bella menjadi miliknya, Dia ingin agar Bella tak meninggalkannya.
Rayyan mengiba, "Aku ingin kau menjadi milikku Bell".
"Maafkan aku Ray, aku tak bisa", ucap Bella.
__ADS_1
Rayyan lalu menuju kekamar mandi. Pikiran Rayyan kacau, Dengan kedatangan Ridwan membuat Dia sadar, bahwa banyak laki-laki yang menginginkan Bella. Rayyan tak ingin Bella dimiliki orang lain. Dia terlalu mencintai gadis ini, Dia tak mau kehilangannya.
Rayyan menenangkan pikirannya beberapa lama. Rayyan keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya.
Bella yang sedang duduk diranjang melihat Rayyan keluar dalam keadaan yang lebih segar. Rayyan lalu menghampiri Bella dan memeluknya erat "maafkan aku, aku memcintaimu, sangat mencintaimu".
"Ray sebenarnya kau kenapa?, Setelah pulang tadi kau aneh sekali.
"Aku hanya takut kehilanganmu itu saja", jawab Rayyan.
Bella tersenyum, "siapa yang mau lari darimu ray..., Emmm mungkin bukan sekarang".
Rayyan cemberut mendengarkan ucapan Bella.
Bella tersenyum puas bisa menggoda Rayyan. "Aku bercanda Ray, bagaimana kalau begini, kau boleh mengikatku supaya aku tak lari darimu".
Rayyan lalu punya ide usil " lepaskan dressmu". Bella bingung, "kau mau apa?", Tanya Bella.
Rayyan lalu melepaskan dress Bella dan dijadikan tali untuk mengikat kedua tangan Bella.
"Ray, apa yang akan kau lakukan?", Tanya Bella penasaran.
Rayyan mulai aksinya dia tak mau meninggalkan tiap inci di tubuh Bella untuk disentuhnya menggunakan jari dan juga mulutnya.
Dia membuat gairah Bella memuncak, demikian juga dengan gairahnya sendiri. Ryyan membuka penutup bagian bawah Bella.
"Jangan Ray", ucap Bella.
__ADS_1
"Jangan kuatir Aku takkan memasukkannya, aku hanya akan bermain di luar", ucap Rayyan.
Rayyan lalu menggesek gesekkan miliknya ke milik Bella tanpa memasukkannya. Dia melakukannya berulang sambil memainkan bagian atas tubuh Bella. Rayyan berhenti setelah memuntahkan kecebong-kecebong dari inti tubuhnya.