Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Penggoda iman


__ADS_3

Malam harinya Rayyan beserta teman-temannya satu organisasi berkumpul di cafe Bintang. cafe dekat kampus yang lumayan luas itu selalu penuh pengunjung dari kalangan mahasiswa. Ada yang sekedar hang out, kerjakan tugas atau rapat seperti Rayyan dan teman-temannya.


Rayyan dan teman-temannya rapat terlebih dahulu membahas kegiatan organisasi mereka.


Selang beberapa lama, fokus beberapa peserta rapat mulai goyah karena kehadiran beberapa orang cewek yang duduk di sebelah meja tempat mereka berada.


Amar menyenggol tangan Rayyan dan berbisik ke Rayyan "Ray, ada Bella". Rayyan yang sedari tadi fokus pada rapat lalu melihat ke sebelah. Di sebelah tempat duduk mereka ternyata memang ada Bella yang lagi hang out bersama teman-temannya.


"trus kenapa", tanya Rayyan.


Amar lalu menjelaskan " tuch cowok-cowok fokusnya ke Bella, nggak ke Rapat.


Rayyan lalu melihat penampilan Bella yang sedang mengenakan dress pendek tanpa lengan yang pas dibadannya. saat Bella duduk, dress itu tersingkap ke atas dan memperlihatkan paha dan kaki Bella yang mulus.


Rayyan lalu mengamati beberapa teman-temannya dan benar saja fokus teman-temannya terpecah karena melihat ke arah Bella dan teman-temannya yang berpakaian minim dan terbuka.


Rayyan kemudian berdiri menuju meja Bella. Melihat ada orang mendekat, Bella lalu melihat ke arah orang tersebut. "Rayyan, kamu disini"


Rayyan tersenyum pada Bella " iya lagi sama teman-teman. kemudian Rayyan agak mendekat ke Bella dan menutupi paha Bella dengan jaketnya, lalu berbisik, "temanku nggak fokus liatin kamu".


Bella lalu tertawa dan menautkan jari jempol dan telunjuknya memberi tanda "oke".

__ADS_1


"Aku kesitu dulu ya", kata Rayyan. Bellapun mengangguk.


Rayyan kembali ke meja dimana teman-temannya berada, sementara Bella pindah tempat duduk untuk meminimalisir fokus teman Rayyan agar tidak terpecah.


Sayang hal tersebut tidak berhasil, dengan Bella pindah tempat malah memperlihatkan wajah cantik Bella dan kulit mulusnya.


Amar menyenggol Rayyan kembali.


"apa?!", tanya Rayyan.


Amar lalu menunjukkan arah pada Rayyan untuk melihat Bella. Rayyan melihat Bella yang pindah tempat duduk.


"kenapa ?, tanya Rayyan pada Amar


Rapat pun selesai dan mereka meneruskan dengan acara tasyakuran, makan bersama.


di sela-sela makan, teman Rayyan yang melihat Rayyan menemui Bella tadi bertanya "kamu apakan cewek sebelah Ray?".


Rayyan lalu melihat ke meja sebelah dan dia tahu kalau yang dimaksud adalah Bella. Rayyan tersenyum dan bilang ke teman-temannya "nggak diapa-apain".


Amar berbisik lagi ke Rayyan "Bella tuch bener-bener penggoda iman".

__ADS_1


"Alhamdulillah berarti kamu nggak tergoda", kata Rayyan.


Amar bingung lalu bertanya pada Rayyan "maksudnya?".


Rayyanpun memberikan penjelasan "kan namamu Amar". Amar lalu menepuk jidatnya mendengar jawaban temannya tadi.


Selesai makan Rayyan dan teman temannya pun memutuskan untuk pulang. satu persatu teman Rayyan pulang sementara Rayyan dan beberapa temannya masih berada di tempat parkir.


Sementara itu Bella dan teman-temannya baru keluar dari cafe. Bella keluar dengan membawa jaket Rayyan. Mendapati Rayyan yang masih ada di tempat parkir, Bella lalu menuju ke Rayyan.


"Ray masih disini, ini jaketnya", kata Bella. Teman-teman Rayyanpun melihat ke arah Bella. Rayyan lalu memasang jaket ke bahu Bella. " pakai aja dulu".


Bellapun mengerti dengan maksud Rayyan "oke dech, pulang dulu ya., udah ngantuk".


Rayyan lalu bertanya "bawa mobil ?"


iya, tuch, Bella menunjuk arah mobilnya di parkir.


Melihat Bella beberapa kali menguap, Rayyan jadi kuatir. Rayyan memberikan kunci motornya ke Amar.


Rayyan lalu bertanya pada Bella " mana kunci mobilmu, biar kuantar". Bella meberikan kunci mobilnya, setelah itu Rayyan dan Bella berpamitan pada teman-temannya.

__ADS_1


Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Aisyah dan sahabatnya yaitu Nisa.


__ADS_2