
Ridwan akhirnya memutuskan untuk menemani Bella. Dia tidur di sofa yang ada di kamar Bella. Sulit sekali bagi Ridwan untuk memejamkan mata. Kenyataan bahwa dia tidur di satu kamar yang sama dengan Bella dan juga melihat paras Bella yang cantik sungguh mengganggu pikirannya.
Lama kelamaan Ridwanpun tertidur. Ridwan terbangun saat subuh. Dia melihat Bella masih nyenyak di tidurnya. Ridwan akhirnya membangunkan Bella "Baby... baby Ara... bangun sudah subuh". Bella membuka matanya sedikit kemudian memejamkannya lagi.
"Baby ayo bangun", ucap Ridwan. Karena belum ada respon dari Bella, akhirnya Ridwan memberanikan diri memegang lengan Bella, "Baby ayo bangun dulu, sudah masuk subuh".
Bella lalu membuka matanya, selang beberapa lama dia baru tersadar, bahwa di hadapannya ada Ridwan.
"Malaikat Ridwan, kau disini?, Hmmm aku pasti sudah disurga". Bella lalu memejamkan matanya kembali karena masih ingin bermalas-malasan.
Ridwan tersenyum mendengar ucapan Bella, sungguh gemas sekali melihat ekspresi wajah dan juga muka bantal Bella. Gadis ini masih tetap cantik dan bahkan mengemaskan.
"Baby...bangun...", Ucap Ridwan.
Bella akhirnya Bangun, Dia benar-benar membuka matanya. "Kau disini semalaman?", Tanya Bella.
Ridwan menganggukkan kepalanya. "Ayo bangun lekas ambil wudhu".
Bella lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil wudhu. Merekapun sholat berjamaah. Setelah selesai Bella melepas mukenanya. Melihat Bella mau melepasnya, Ridwan menghalangi "jangan dilepas, baca Qur'an dulu".
Bella menuruti perkataan Ridwan. Mereka berdua lalu membaca Qur'an. Setelah selesai Bella kembali ke tempat tidurnya sambil memandangi Ridwan. Bella memutar otaknya mengingat kejadian semalam bersama Ridwan.
Dia mengingat kalau Dia memeluk Ridwan, Dia ingat aroma tubuh Ridwan yang menenangkan. Dalam hati Bella berkata "laki-laki ini bahaya, Dia punya aroma yang kuat buatku". Bella lalu mengingat kenangan waktu kecilnya dimana Ridwan selalu bisa menenangkannya kalau Bella lagi ngambek atau lagi menangis.
Mengetahui Bella yang sejak tadi memandangnya, Ridwan lalu menggoda bella "jaga pandanganmu, nanti naksir..".
__ADS_1
Bella lalu kembali ke alam sadarnya.
"Kau masih saja sama, selalu menggodaku", ucap Bella.
Ridwan tersenyum "Dan kau juga masih sama selalu menggemaskan kalau digoda".
"Kuadukan ya...ke tante nyai", balas Bella.
"Dasar tukang adu...dari dulu nggak berubah", ucap Ridwan.
Dimasa kecilnya, kalau Ridwan menggoda Bella, Bella sering sekali mengadu pada umminya Ridwan.
"Oh iya...ada beberapa oleh-oleh dari ummi, kuletakkan di meja dapur, dan beberapa ada di dalam kulkas. Maaf lancang karna tuan rumah ketiduran". Ucap Ridwan sambil tersenyum.
Bella tersenyum "hmmm tidurku nyenyak sekali, apa tidurmu nyenyak?".
" Kenapa balik bertanya, dan tampangmu itu kenapa jadi kesal padaku?", Ucap Bella
Ridwan menghela nafasnya, "Menurutmu apakah seorang laki-laki normal yang tidur dengan seorang perempuan di kamar yang sama bisa tidur nyenyak?"
Bella lalu tertawa kecil, "oh ayolah...aku tidur, bahkan aku tak menggodamu".
Ridwan masih menampakkan wajah kesalnya "jadi berpakaian seperti itu kau bilang tidak menggoda?".
Bella lalu memperhatikan pakaiannya lalu tersenyum "Maafkan aku". Lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
"Apa kau sering berpakaian seperti itu kalau menerima tamu?", Tanya Ridwan.
"Tergantung", jawab Bella. Ridwan menatap Bella penuh tanya, "maksudmu?".
Bella tersenyum usil "kalau tamunya kamu kurasa aku bisa memakai baju ini".
" Kenapa begitu?", tanya Ridwan.
"Karena .......", Bella melepas selimutnya lalu mendekat ke arah Ridwan yang sedang duduk disofa".
Bella langsung duduk dipangkuan Ridwan menghadap padanya.
"Baby.....", Ucap Ridwan.
Bella mengamati wajah Ridwan yang tepat berada dihadapannya, pandangannya menelusurui muka tampan mahluk didepannya itu. Kemudian beralih ke bibir Ridwan. Bella memandangnya dan hal itu membuat Bella ingin mencicipinya.
Tak menunggu lama, Bella lalu mencicipinya. Bella menempelkan bibirnya ke bibir Ridwan. Bella tercengang, karena ada sesuatu yang berbeda. Harum nafas Ridwan, lembutnya bibir Ridwan membuat Bella ingin mencicipinya lebih.
Tak hanya menempelkannya, Bella juga **********, Bella mengeksplore seluruh bagian bibir Ridwan termasuk lidahnya. Ridwan terdiam. Bella melakukan aksinya beberapa lama. Dan tiba-tiba Dia tersadar bahwa Dia terlena dengan kenikmatan yang Dia rasakan. Bella lalu berhenti, Dia melepaskan ciumannya lalu memandang Ridwan. Dalam hati Bella berkata "kau bahaya sekali untukku".
Bella lalu turun dari pangkuan Ridwan. "Apa kau tak ingin pulang?", Tanya Bella. Ridwan terkejut, Beberapa menit yang lalu Bella menciumnya dan sekarang Dia mengusirnya.
"Kau mengusirku", tanya Ridwan.
Bella menganggukkan kepalannya, "bukankah sekarang kau sudah tau jawabannya, tadi kau bertanya kenapa aku bisa memakai pakaian ini jika bersamamu. Jawabannya adalah karena kau takkan menyentuhku meski aku sudah menggodamu. Jadi sekarang saatnya kau pergi".
__ADS_1
Sebenarnya Bella mengusir Ridwan karena merasakan alarm tanda bahaya apabila Dia dekat dengannya. Tubuh Ridwan punya magnet tersendiri untuk Bella. Laki-laki ini membawa aroma menenangkan baginya.