
Tak mau pikirannya terganggu dengan nama Rayyan yang terus menghubungi Bella, akhirnya Ridwan memutuskan untuk keluar dari ruangannya. Ridwan lalu menuju ke Dapur dan meminta dibuatkan makan siang oleh sahabatnya.
Beberapa menit kemudian makanan sudah siap. "Kog sendirian,Bella mana", tanya Doni. Sambil mulai menyantap hidangan di meja yang dibuatkan oleh sahabatnya Ridwanpun menjawab pertanyaan Doni "ada lagi tidur".
Doni sedikit terkejut mendengar jawaban Ridwan, "tidur..., diruanganmu?". Ridwan mengangguk. Donipun dibuat penasaran dengan jawaban Ridwan, "kalian tidak habis itukan?", Tanya Doni.
"Habis apa?, Tanya Ridwan. Doni memandang intens sahabatnya. "Habis itu..., itu.... yang orang dewasa lakukan". Ridwan kini tau maksud Doni,
"Jangan ngawur Don..., Dia tadi ngantuk dan aku masih sibuk belom bisa nganter pulang jadi tidur disitu".
Doni lalu mengangguk anggukkan kepalanya..."jadi Bella tidur sendirian, nggak kamu temenin, nggak pengin nemenin gitu?, Goda Doni. Ridwan lalu melemparkan tissu pada sahabatnya itu.
Ridwan melanjutkan makannya sampai habis. Lalu kembali lagi keruangannya karena takut Bella nanti mencarinya.
Sesampainya diruangan, Ridwan melihat Bella sudah bangun dan sedang melihat ponselnya. Bella membaca pesan dari papanya dan juga Rayyan.
__ADS_1
Papanya masih berusaha meminta Bella untuk datang ke pernikahannya. Bella tidak membalas pesan tersebut. Sementara Rayyan meminta maaf karena tidak bisa menghubungi Bella dikarenakan signal hp yang susah.
Rayyan mengabarkan kalau dia sedang dalam perjalanan pulang dan meminta Bella menjemputnya karena Dia sudah sangat rindu pada Bella. Bella membalas pesan Rayyan. Dia menyetujui permintaan Rayyan karena sebelum berangkat dia sudah janji pada Rayyan akan mengantar dan menjemputnya.
Selang beberapa lama, hp Bella bergetar menandakan ada panggilan, dan panggilan itu dari papa Bella. Bella tidak mau menerima panggilan tersebut. Ridwan yang melihat muka Bella yang sepertinya terganggu dengan panggilan itu lalu mendekat pada Bella yang sedang duduk di tepi ranjang.
Ridwan melihat nama yang tertera di hp Bella, bahwasanya papanya yang menelpon.
Ridwan bertanya kepada Bella dengan nada yang lembut, "Kenapa tidak diangkat". Bella menatap wajah teduh Ridwan lalu tiba-tiba memeluk Ridwan.
Bella lalu menengadahkan kepalanya keatas karena Ridwan sedang berdiri dihadapannya. "Apa kau benar-benar nggak pakai parfum?".
Ridwan heran, Bella selalu menanyakan soal parfum padanya. " Sudah kubilang berapa kali. Aku tak memakai parfum. Sebenarnya kenapa dengan bau tubuhku?"
Bella kembali memeluk Ridwan "aroma tubuhmu sangat berbahaya untukku".
__ADS_1
Ridwan tertawa dengan jawaban Bella "apa bahayanya?", Tanya Ridwan.
Bella tak mau menjawab, Dia hanya terus memeluk Ridwan. Ridwan membiarkannya, Dia tau Bella sedang tidak baik-baik saja. Setelah beberapa lama Ridwan bertanya pada Bella, apa kau mau makan?, Biar kuambilkan untukmu.
Bella menggelengkan kepalanya. "Ayolah sedikit saja oke..., Pinta Ridwan. Bella lalu menengadahkan kepalanya kembali. "Bisakah kau mengantarku, aku ingin pulang".
Ridwan menganggukkan kepalanya.
Ridwan dan Bella keluar dari ruangan Ridwan, tapi Ridwan menyuruh Bella menunggu sebentar. Ridwan meminta koki menyiapkan makanan untuk dibawa ke tempat Bella.
Merekapun menuju ke tempat Bella. Setelah sampai di tempat Bella Ridwan berkata pada Bella. "Aku langsung ya...". Ucap Ridwan. Bella mengangguk mengiyakan. Ridwan lalu memberikan makanan yang sudah dipersiapkannya tadi. "Jangan lupa dimakan ya".
Bella sekali lagi mengangguk "terimakasih". Bella lalu turun dari mobil Ridwan. Ridwan tersenyum lalu berpamitan pada Bella.
Setelah Ridwan pergi, Bella lalu masuk menuju apartemennya.
__ADS_1