Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
konflik dengan Adam


__ADS_3

Hari sudah pagi dan Adam yang masih asik memeluk Bella itu berkali kali mengamati gadis kesayangannya..dia berkali menciumi pucuk kepala Bella. "Bell...cewek kemarin itu adik tingkatku". Bella hanya diam. Adam lalu menjelaskan "kami hanya jalan bareng dan itu yang pertama". Bella masih saja tidak merespon.


"Bell.." panggil Adam kepada Bella yang masih ingin memejamkan matanya. "Sayang ...", ucap adam lagi. "hm...", jawab Bella.


Adam mengeratkan pelukannya, "apa kau marah", tanya Adam dan Bella masih dengan matanya yang terpejam menggelengkan kepalanya.


"Bell bisakah kau hanya untukku?"


Dan lagi lagi Bella yang masih malas tuk beraktifitas itu hanya menjawab "hm...".


"Bell..aku serius". Tapi Bella masih saja tidak merespon.


"I love you", ucap Adam. Bella masih Diam dan memejamkan matanya. sementara Adam mulai kesal dengan sikap Bella. " Bell", Adam ingin Bella meresponnya, beberapa kali dia memanggil Bella, berharap agar gadisnya itu mau diajak bicara.


Bella lalu membuka matanya kemudian ...iapun mulai kesal dengan Adam. Bella bermonolog "wow kenapa akhir-akhir ini orang senang sekali memanggil namaku.


Adam berusaha meyakinkan Bella. "Bell denger aku jangan lari lagi oke."


"Bell aku bener-bener sayang kamu, I love you", kata Adam. Bella hanya diam saja dan memandang Adam malas.

__ADS_1


Adam berusaha meyakinkan Bella, "Bell ayolah aku serius.....I really love you", kata Adam.


"Dev stop it", kau tau pembicaraan ini akan berujung kemana kan.


Tiap kali Adam berbicara mengenai keseriusan, tiap kali itu juga mereka akan bertengkar.


"Bell....", panggil Adam yang berusaha membujuk gadis kesayangannya itu.


"Dev, akhiri ok, ucap Bella.


"tapi aku mencintaimu Bell". Bella menatap Adam lalu berkata "apa kau yakin kau bisa denganku saja", tanya Bella.


"Bell kita harus ngomong serius ok, Bell jadilah kekasihku, aku benar benar mencintaimu".


Bella diam, dia tidak suka dengan pembicaraan ini. "Bell", panggil adam dengan sedikit membentak karena dia sangat kesal melihat Bella slalu seperti itu kalo membahas keseriusan hubungan mereka.


Merasa dibetak, Bella kemudian marah " "Bisakah kau keluar dari kamarku?!", kata Bella.


Adam memdekat ke Bella "Sayang maaf aku tak bermaksud membentakmu". Bella menghindar, ia mengambil ponselnya sambil berjalan menuju dapur.

__ADS_1


Bella menscroll kontak yang ada di ponselnya lalu berhenti di satu nama dan kemudian dia melakukan panggilan pada kontak tersebut.


"Assalamualaikum...", kata orang diseberang sana.


"Waalaikumsalam Ray, bisakah menemaniku sarapan?!", tanya Bella kepada Rayyan.


Ya, Rayyanlah yang dipanggil Bella.


"Baiklah aku kesitu", jawab Rayyan. dan panggilan pun berakhir.


Tiba tiba ada sebuah tangan yang mencengkram erat lengan Bella, Dialah Adam yang mendengar pembicaraan Bella dengan Rayyan. Sewaktu Bella meninggalkan kamarnya, Adam berpakaian lalu mengikuti Bella untuk meminta maaf, tapi Adam malah mendengar Bella menelfon seseorang. Adam semakin kesal dengan Bella.


sekali lagi dengan nada tinggi Adam memanggil Bella. "Bell...". Bella mengacuhkan Adam dan menuju kepintu kulkas yang ada didapur untuk mengambil minum.


Adam mendekat ke arah Bella "Bell...kita bicara dulu oke?". Bella hanya acuh saja. Suasana tambah tidak kondusif antara mereka apalagi Adam tak sengaja menjatuhkan gelas di meja dapur.


"Dev, kumohon keluarlah..." pinta Bella kepada Adam. Adam mengalah, dia tau Bella keras kepala. Adam menghela nafas lalu mendekat ke Bella dan mencium kepala Bella.


"oke, aku pergi dulu, maafkan aku, love you..." setelah mengucapkan kalimat tersebut, Adam keluar dari apartemen Bella.

__ADS_1


__ADS_2