Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
jangan tinggalkan ku


__ADS_3

Saddam dan sekretarisnya mengerjakan pekerjaan di rumah sakit, sementara Bella mulai bosan. Tak lama kemudian dokter dan beberapa perawat masuk mengecek kesehatan Bella.


"Selamat sore nyonya, "apa ada keluhan?".


"bolehkah aku pulang sore ini juga?". Bella meminta penuh harap pada dokter didepannya.


"Maafkan saya nyonya, setidaknya kita tunggu sampai besok. Dan nyonya mohon minum obat yang kami beri".


Bella menghela nafasnya, lalu melihat ke arah Saddam.


"Saddam aku ingin pulang", ucap Bella. Bella berharap Saddam memberi perintah pada anak buahnya untuk mengijinkannya pulang. Saddam melihat Bella, "kau sudah dengar yang dokter katakan".


Dokter itupun meninggalkan ruangan beserta tenaga medis lainnya. Bella masih cemberut karena dia harus tinggal di Rumah Sakit malam ini. Selang beberapa lama saat hari mulai gelap sekretaris Saddam juga pulang.


Saddam menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Keluar kamar mandi terlihat penampakan yang berbeda dari Saddam. "Wow kau terlihat jauh lebih muda dengan pakaian kasual".


Jadi tadi aku terlihat lebih tua, hmm tentu saja bukankah kata-kata itu keluar dari anak kecil sepertimu. Lagi-lagi pembicaraan mereka selalu menyulut pertengkaran. Saddam lalu melihat di atas nakas ada makanan lengkap. "Kenapa makanannya belom kau makan, apa kau suka sekali tinggal di Rumah Sakit.


Dasar lelaki tua "kau sudah pikun ya barusaja aku makan burger dan kau suruh aku makan lagi?!".


"Kau sudah minum obatmu?", Tanya Saddam. Bella menggelengkan kepalanya.


"Nampaknya kau memang suka sekali di rumah sakit".


Saddam lalu menuju keluar ruangan. "Saddam kau mau kemana?", Tanya Bella.

__ADS_1


"Sedari pagi aku sudah menemanimu apakah masih kurang?".


Bella berfikir bahwa Saddam akan meninggalkannya. "Kau mau meninggalkanku"


Saddam berbalik ke arah Bella. "Kalau orang lain mendengarnya mereka akan mengira aku mencampakkan kekasihku".


Saddam terus berjalan menuju pintu keluar.


Bella yang panik kalau akan ditinggal sendirian langsung turun dari ranjangnya. Bella menahan perih di kakinya.


"Saddam berhenti", teriak Bella saat dia tak kuasa menahan sakit dikakinya.


Saddam berbalik dan melihat Bella sudah beberapa langkah dari ranjang dan sedang menahan sakit dikakinya.


"Kau benar-benar membuatku susah". Saddam lalu menuju ke arah Bella dan mengangkat Bella kembali ke ranjangnya.


"Jangan pergi atau kau suruh saja dokter mengizinkanku pulang", ucap Bella. Bella tau salah satu yang bisa diandalkannya sekarang hanya Saddam. Karena beberapa bulan ini Bella sedang ingin menyingkir dari laki-laki.


"Aku seperti dipenjara sekarang, Kau benar-benar...".


Saddam mengalah, Dia lalu duduk di sofa dan menelfon seseorang.


Beberapa menit kemudian datanglah asisten Saddam.


"Apa kau menyuruhku kerja lembur...kau benar-benar tak bisa melihatku beristirahat, ucap Asisten Saddam. Apa kau tahu harusnya aku kencan dengan wanita cantik sekarang".

__ADS_1


"Temani Dia, aku mau keluar sebentar", ucap Saddam kepada asistennya.


"Hmm, rejeki nggak kan kemana, gagal kencan dengan wanita cantik, dapat yang super cantik".


Reno lalu mendekat ke ranjang Bella. "Hallo kita belum sempat kenalan bukan?, Aku Reno, asisten sekaligus sahabat Saddam".


Bella menyambut uluran tangan Reno sambil tersenyum, "panggil aku Bella".


"Ren, aku harus ke kamar mandi, bisakah kau membantuku.", Ucap Bella.


Saddam yang masih belum keluar mendengarnya lalu menuju ranjang Bella dan mengambil alih tugas Reno.


Saddam mengangkat Bella hingga masuk ke toilet lalu berbalik dan menutup pintunya. Renno terbengong dengan sikap Saddam lalu tertawa, menertawakan sahabatnya.


"Jadi aku tak boleh menyentuh nyonya Saddam?", Ucap Reno. Wow ini benar-benar sesuatu yang istimewa dari seorang Saddam.


Tatapan tajam Saddam tertuju pada Reno,


"Diam kau, aku takut kau menyentuh lukanya".


Beberapa menit kemudian Bella sudah selesai dan Saddam membawanya kembali ke ranjang. "Bell, apa kau punya pacar?, Tanya Renno. "Tidak kenapa tiba-tiba tanya itu?".


"Berarti masih ada peluang", ucap Reno.


Tiba-tiba Saddam menginterupsi, "pergilah belikan aku makanan!".

__ADS_1


"Kau tak jadi pergi?, Tanya reno. Saddam berjalan menuju sofanya, Dia tak menjawab pertanyaan Reno.


__ADS_2