Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Dunia ini sempit


__ADS_3

Dua minggu pun berlalu, baik Rayyan maupun Ridwan tak kontak lagi dengan Bella. Mereka marah dan kecewa pada Bella. Bella kembali fokus dengan skripsinya dan kehidupan sosialnya bersama teman-temannya.


Disuatu sore Bella menuju ke sebuah toko bakery. Bella ingin membeli beberapa kue untuk persediaan di apartemennya. Setelah masuk dia melihat dua orang yang dia kenal sedang memilih-milih kue. Dia mengenali kedua orang tersebut meskipun Bella hanya melihat mereka dari belakang.


Bella meneruskan langkahnya dan mulai memilih beberapa kue yang dia inginkan.


"Bella", sapa salah satu diantaranya yang tak lain adalah Aisyah. Bella menatap ke arah orang yang memanggilnya, "Ai kau disini juga, apa kabar", ucap Bella.


"Alhamdulillah baik". Kemudian ada seseorang yang mendekat ke arah Aisyah dan seketika itu pula orang tersebut kaget karena mendapati Bella ada disana.


Kedua mata Bella dan orang tersebut yang tak lain adalah Rayyan saling menatap. Bella tersenyum pada Rayyan. "Hai Ray...". Rayyan mencoba tersenyum. Bella yang tak mau membuat suasana diantara mereka jadi canggung lalu memutuskan untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Bella kemudian berpamitan pada Rayyan dan Aisyah "Emmm... aku duluan ya". Bella menuju ke kasir untuk membayar kue lalu melangkah keluar menuju ke mobilnya.


Rayyan mengamati Bella hingga Bella meninggalkan tempat tersebut.


Rasa bergemuruh di jiwanya bercampur aduk antara kangen, marah dan berfikir Bella akan salah menafsirkan hubungan antara dirinya dengan aisyah.


Beberapa hari berlalu semenjak kejadian itu. Di suatu siang pada saat dhuhur, Bellapun melihat Rayyan dan Aisyah sedang bersama di depan masjud kampus. Saat Bella memandang ke arah mereka saat itu pula tatapan Rayyan dan Bella bertemu. Bella tersenyum lalu kemudian pergi ke arah mobilnya diparkir.


Hari demi hari pun berlalu, Bella menikmati harinya yang sedang fokus dengan skripsinya. Dia sering menghabiskan waktunya di perpustakaan. Bella memilih duduk di taman dalam perpus sambil menikmati jus dan camilan yang dia beli.


Sepasang mata tak pernah berhenti menatapnya mulai Bella datang hingga Bella sibuk dengan buku dan laptopnya.

__ADS_1


Bella tak menyadari bahwa Rayyan ada di tempat yang sama dengannya. Hati Rayyan terlalu lemah untuk tak menganggap kehadiran Bella di tempat yang sama dengannya.


Perhatian Rayyan terganggu setelah Aisyah dan temannya datang ke meja Rayyan. Teman Aisyah sengaja meninggalkan mereka berdua dan meminta Rayyan mengantarnya. Rayyan pun tak bisa menolaknya.


Setelah beberapa lama Rayyan dan Aisyah memutuskan untuk pulang. Aisyah menunggu di depan gedung perpustakaan sementara Rayyan mengambil motornya di tempat parkir.


Saat Rayyan menuju ke depan perpustakaan saat itu juga Bella keluar dari gedung Perpustakaan. Bella melihat Rayyan berhenti di depan seorang gadis. Bella mengenalnya, dialah Aisyah. Saat itu pula pandangan Rayyan menangkap sosok Bella yang berdiri beberapa meter di belakang Aisyah. Mata merekapun saling menatap. Menyadari Rayyan memandangnya Bella memberikan senyum pada Rayyan.


Setelah Aisyah naik ke motor, Rayyan lalu melajukan motornya menuju ke kost Aisyah. Sementara itu di dalam mobil Bella berfikir kenapa dunia sempit sekali, beberapa kali dia di tempat yang sama dengan Rayyan.


Kalau boleh memilih Bella memilih untuk tak bertemu dengan Rayyan karena hanya akan mengingatkan bagaimana Dia sudah menyakiti orang baik seperti Rayyan. Bella tak ingin Rayyan untuk mengingat Bella kembali. Bella ingin Rayyan bahagia dengan gadis baik yang mencintainya setulus hati.

__ADS_1


__ADS_2