Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
kebohongan Bella


__ADS_3

Pagi itu Bella diantar Rayyan ke kampus menggunakan mobil Bella. Sesampainya di kampus Bella lalu turun dari mobil. "nanti kujemput, telfon kalo dah selesai", kata Rayyan. Bella mengangguk. Rayyan lalu mengemudikan mobil menuju kampusnya.


Tiga jam kemudian, kuliah Bella sudah selesai. Bella menelfon Rayyan. Dalam waktu sebentar Rayyan sudah sampai di kampus Bella.


Bella masuk kedalam mobil, Rayyan mengamati gadis kesayangannya itu. Rayyan mengecek suhu badan Bella dengan tangannya. Rayyan bersyukur karena suhu badan Bella tdk tinggi lagi. Dia masih ingat gimana Bella sakit dan gimana ngototnya Bella untuk kuliah.


Rayyan mengendarai mobil menuju apartemen Bella. Sesampainya di apartemen Rayyan langsung memesan makanan.


Saat sedang makan, hp Rayyan berbunyi. Rayyan lalu menerima panggilan "Waalaikumsalam, iya bentar lagi aku kesana". panggilan lalu ditutup.


"Bell, habis ini minum obatmu lalu istirahat ya, aku ada rapat dengan teman-teman.". Bella yang masih mengunyah makanannya itu menganggukkan kepalanya.


mereka menyelesaikan makanan mereka, kemudian Rayyan yang terburu buru segera berpamitan ke Bella sambil membelai kepala Bella. "aku pergi dulu ya, jangan lupa obatnya".


Rayyan lalu meluncur ke tempat rapat menggunakan motornya. sesampainya di tempat rapat sudah banyak orang yang datang.


"lama banget darimana baru nyampe, teman-teman pada nungguin tuch", kata Amar.


"iya...yang penting dah nyampe kan", jawab Rayyan.

__ADS_1


Satu setengah jam kemudian rapat sudah selesai. Rayyan terburu buru untuk pulang.


"buru-buru banget mau kemana emang?", tanya Amar.


"ngasuh bayi", jawab Rayyan asal.


Amar memelototkan matanya. "bayi siapa?", tanya Amar penasaran".


Bayi koala, jawab Rayyan sambil melesat mengendarai motornya.


Beberapa menit kemudian Rayyan sampe di apartemen Bella. Rayyan mendapati Bella sedang berkutat dengan laptopnya.


"Ray sudah selesai?, cepat sekali". Rayyan tersenyum dan mengangguk.


Bella mengerutkan keningnya. heran dengan perkataan Rayyan. "sudah minum obatmu?". Bella mengangguk. Rayyan lalu melihat obat Bella yang ada di meja.


Rayyan memandang Bella dan menunjukkan obat Bella "kau bohong, kau belom meminumnya". Bella menatap Rayyan lalu mencoba merayunya. "ayolah Ray, aku sudah sembuh, aku tak perlu obatnya...". Rayyan diam dan terus menatap Bella. sementara Bella masih mencari cara agar lolos dari konsumsi obatnya. "Ray...aku nggak suka obat, lagian tubuhku sudah enakan". Rayyan masih tetap diam dan memandang Bella lekat.


Tiba-tiba Bella langsung duduk di pangkuan Rayyan menghadap Rayyan sambil melingkarkan tangannya di leher. "Ray...ayolah aku tau kondisi tubuhku...lagian obat itu pahit sekali..aku nggak mau." Bella terus saja merayu Rayyan. Bella menatap Rayyan lekat, dengan puppy eyes nya, "aku nggak suka Ray...nggak usah minum ya!".

__ADS_1


Rayyan menghela nafasnya..., lagi-lagi dia harus mengalah. "Baiklah, tapi kalau kamu sakit lagi, kamu tidak boleh masuk kuliah!". Bella tersenyum senang lalu mengecup pipi Rayyan " oke, aku janji".


Rayyan senang melihat wajah cantik Bella yang sedang tersenyum. Detik berikutnya Rayyan baru menyadari kalau tubuh mereka sangatlah dekat. Bella ada dipangkuan dengan tubuh menghadap dirinya dan seperti biasa dia selalu berpakaian minim.


Bella mengenakan dress minim berbahan kaos tanpa lengan dengan potongan dada rendah sehingga terlihatlah dada bagian atas Bella yang montok dan putih mulus itu yang seakan minta dikeluarkan.


Rayyan berdebar dan berusaha mengontrol dirinya. Dari hadapan Bella dia bisa melihat belahan gunung kembar itu. Rayyan lalu juga tersadar bahwa bagian intim Bella kini sedang dekat dengan bagian bawah intim Rayyan. Dress Bella yang minim dan tersingkap saat dia duduk juga menampilkan paha mulus Bella.


Rayyan pusing dengan tingkah Bella. Dia harus menahan diri. "Bell...", dengan suara rendahnya Rayyan memanggil Bella.


"hm", jawab Bella.


"Bisakah kau turun dari pangkuanku?"


Bella menggeleng. Rayyan makin putus asa "ayo turunlah", pinta Rayyan kembali.


Bella malah bergerak dan memeluknya erat "nggak mau", jawab Bella.


Rayyan makin frustasi, " jangan bergerak Bell".

__ADS_1


Bella lalu mengurai pelukannya dan memandang Rayyan heran "kau ini kenapa Ray...?".


Bersambung.....


__ADS_2