Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Tukang rusuh


__ADS_3

Rayyan memandang Bella. Bell makanlah...!!


"aku masih kenyang Ray..", jawab Bella.


Rayyan tau betul kalau Bella agak susah untuk makan nasi. Rayyan berusaha membujuknya, "kau hanya minum jus dari tadi, pagi tadi juga hanya sepotong roti".


Bella cemberut, dia tau keinginan Rayyan.


"Bell...", ucap Rayyan.


Bella akhirnya mengalah daripada Rayyan terus terusan membujuknya. "baiklah...aku akan makan."


Rayyan tersenyum "mau kubelikan apa?".


Bella menggelengkan kepalanya, "biar aku beli sendiri, kau makanlah".


Bella lalu beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke penjual makanan. di kantin teknik ada beberapa penjual dengan menu yang berbeda-beda. kantin ini cukup ramai di saat makan siang. Bella menuju ke salah satu penjual lalu memesan makanan.


Sementara itu di meja Rayyan dan teman-temannya, Amel yang melihat kearah Bella berada lalu berucap "hmmm tukang rusuh dia". Rayyanpun melihat ke arah pandangan Amel dan Dia melihat Bella jadi pusat perhatian beberapa cowok. Dia juga melihat ada beberapa yang menggodanya.


Rayyan kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke arah Bella. Sesampainya di tempat Bella berada Rayyan lalu mengengam tangan Bella, "sudah selesai?", tanya Rayyan.


"Bentar lagi, tuch lagi disiapin", jawab Bella.


Teman Rayyan yang melihatnya kemudian bertanya "pacar Ray?".


Rayyan hanya menanggapinya dengan senyum.

__ADS_1


Selang beberapa lama pesanan Bellapun sudah siap, Rayyan membayarnya lalu melangkah menuju kembali ke mejanya. Rayyan melangkah masih dengan menggenggam tangan Bella.


"Sepertinya kau tak bisa kutinggalkan sendirian", kata Rayyan.


Bella tersenyum lalu bertanya pada Rayyan "memangnya kenapa?".


"Aku nggak mau kehilanganmu", jawab Rayyan. Dan Bella hanya menanggapinya dengan senyum


Sesampainya di tempat semula, Rayyan baru melepaskan genggaman tangannya.


"Habiskan makananmu", ucap Rayyan.


Bellapun mengangguk.


"Dasar kau ya Bell buat rusuh


dimana-mana", ucap Amel.


"Udah aman ada bodyguardnya", jawab Amel.


Amel kemudian memandang kearah Rayyan, "Pak bodyguard, lain kali ditali aja nich anak. emang suka nakal Dia. Rayyan dan Bellapun tersenyum. Sementara seseorang di hadapan mereka hatinya sedang bergejolak. Dialah Aisyah yang sedari tadi mengamati perlakuan Rayyan ke Bella. Dan juga mendengarkan pembicaraan mereka.


Hatinya sakit karena perhatian yang diberikan Rayyan pada Bella.


Selang beberapa lama, Amel memutuskan untuk pulang "Ray aku duluan ya".


"Oke, hati-hati dan makasih ya...", Ucap Rayyan berterimakasih karena sudah mengantar Bella padanya.

__ADS_1


"Ray aku bareng Amel aja ya", kata Bella.


Rayyan menatap gadis cantik disampingnya itu "apa kau capek?", Tanya Rayyan.


Bella menggelengkan kepalanya.


"Aku hanya sebentar, tunggulah disini", ucap Rayyan.


Bellapun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Amelpun beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan pada semuannya.


Rayyan dan teman-temannya kemudian membahas masalah kegiatan yang akan mereka selenggarakan.


Bella hanya sesekali memasukkan makanan ke mulutnya, Dia lebih banyak mengaduk-aduk daripada memakannya.


Rayyan melihatnya akhirnya nggak tahan "Bell...habiskan makananmu".


Bella mengeluh, "Aku kenyang Ray, aku sudah menghabiskan satu gelas jus".


Rayyan mengalah karena Dia juga harus fokus dengan teman-teman organisasinya.


Hati Aisyah kembali sakit melihat bagaimana perlakuan Rayyan ke Bella.


Selang beberapa lama urusan Rayyan dengan teman-temannya pun selesai.


Rayyan dan teman-temannya memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


Sesampainya di tempat parkir Rayyan dan Bella berpamitan lalu masuk ke mobil Bella.


Rayyan lalu mengemudikannya menuju apartemen Bella.


__ADS_2