
Mendapati Rayyan pulang bersama Aisyah sudah tentu Bella sedikit kecewa. "Bell..', panggil Rayyan. Bella tersenyum simpul. Jangan ditanya bagaimana jantung Rayyan saat ini. Dia sangat kuatir Bella marah dan dia juga kuatir Bella akan meninggalkannya.
"Bell....apa kau sudah lama?". Rayyan mencoba meraih tangan Bella, namun Bella menghindar. Bella tersenyum, "baru saja".
Pikiran Rayyan benar-benar kacau saat ini. Rayyan kemudian memperkenalkan adiknya kepada Bella, "o iya Bell, ini adikku". Bella lalu mengulurkan tangannya dan menjabat tangan adik Rayyan yang bernama fatim.
"Sepertinya aku pernah melihat kakak, apa kakak yang berada diacara lamaran putrinya ustad buchori?.
Bella tersenyum, "bagaimana kau tau?".
Fatim mengagumi kecantikan Bella, "Ternyata kakak memang sangat cantik".
"Kau juga sangat cantik", ucap Bella.
Bella lalu menyapa Aisyah, "hai Ai...".
Aisyah pun membalas sapaan Bella. Ada rasa yang tidak enak di hati Aisyah mengetahui kenyataan bahwa Bella datang menjemput Rayyan.
"O iya, ayo mobilku kuparkir disana", ajak Bella pada semuanya. Merekapun menuju ke tempat mobil Bella berada. Rayyan kemudian mengambil kunci mobil yag ada di tangan Bella, "biar aku yang menyetir".
Merekapun masuk mobil. Suasana hening antara Rayyan dan Bella. Yang memecahkan suasana di dalam mobil adalah fatim. Fatim memang tipe anak yang ceria.
Fatim bertanya kepada Bella, "Kak Bella benarkah kakak calon menantu ustad buchori?". Bella tersenyum menatap fatim yang duduk dibelakangnya, "kenapa bisa menyimpulkan seperti itu?".
"Hmm soalnya kemarin liat di televisi, putra ustad buchori terlihat perhatian sekali dengan kakak, selain itu tatapan matanya sepertinya sangat menyayangi kakak".
Bella tertawa mendengar celotehan fatim.
"O iya kak selain itu waktu ustad buchori ditanya mengenai kakak. Ustad buchori juga mengisyaratkan kalau dia ingin kakak jadi menantunya". Bella kembali tertawa, "kau sepertinya suka acara gosip".
__ADS_1
Fatim tersenyum, "kak bella sangat cantik pantes sekali bersanding dengan putra ustad buchori yang ganteng.
Bella kembali tertawa. Sementara Rayyan benar-benar tak suka dengan tema obrolan yang dilontarkan adiknya.
Beberapa lama kemudian hp Bella yang diletakkan di dashboard mobil berbunyi. Rayyan melihat nama si penelepon di layar. "Jangan diangkat", pinta Rayyan. Bella menatap Rayyan lalu mengambil hp nya.
"Bell...", Cegah Rayyan. Tapi Bella malah tetap menjawab panggilan telepon dari hp nya. Kedua orang dibelakang hanya bisa diam mendengar kedua orang dikursi depan yang nampaknya sedang berargumen.
"Bell..", cegah Rayyan kembali. Bella tak memperdulikan Rayyan.
"Assalamualaikum", sapa Bella pada orang diseberang telepon yang tak lain adalah Ridwan. Ridwan bertanya dimana keberadaan Bella dan apakah Bella sudah makan siang.
"Belum, aku sedang bersama teman-temanku, jawab Bella.
Setelah mengobrol beberapa lama, akhirnya panggilan telepon berakhir.
Fatim lalu berfikir sejenak, "hmm, kakak tau restoran Bariklana?".
"Tentu, mau makan disana?, Tanya Bella. fatim mengangguk.
"Kau sering makan disana?", Tanya Bella.
Fatim tersenyum malu-malu, " lumayan sering kak, hmmm habis kokinya ganteng banget".
Bella tertawa mendengar jawaban fatim, jadi kau naksir koki disana?.
Fatimpun tersipu.
"Baiklah kita ke restoran bariklana untuk makan siang dulu".
__ADS_1
"Ai, kita makan siang dulu ya", ucap Bella. Aisyah tersenyum mengiyakan. Rayyan mengemudikan mobil menuju ke restoran tersebut. Sesampainya disana mereka langsung didatangi pramusaji yang memberikan daftar menu.
"Nona Bella selamat siang, silahkan menunya", ucap pramusaji. Pramusaji tersebut mengenali Bella sebagai seseorang yang dekat dengan pemilik restoran yang tak lain adalah Ridwan.
Bella tersenyum, "terimakasih". Mereka lalu memesan makanan.
Setelah kepergian pramusaji, fatim bertanya kepada Bella, "kakak sering makan disini?.
"Emmm... Kadang", jawab Bella.
"Tapi pramusajinya sampai tau nama kakak", ucap fatim. Bella hanya tersenyum.
Beberapa saat kemudian sesorang datang menuju ke meja mereka. "Kenapa tak bilang kalau kesini?". Ridwanlah yang menuju ke meja mereka karena info dari anak buahnya yang tak sengaja berpapasan dengan Ridwan.
Bella tersenyum pada Ridwan, "mendadak teman ngajak maka disini", ucap Bella.
Bella lalu mengenalkan mereka semua kepada Ridwan. Saat giliran berkenalan dengan Rayyan, baik Rayyan maupun Ridwan ada rasa yang tak enak di antara mereka. Rayyan yang mengetahui mengenai Ridwan yang jadi rivalnya dan Ridwan yang teringat pada kejadian waktu dia bersama Bella bahwa nama Rayyan lah yang menelfonnya berkali-kali di hp Bella.
"Emmm...bukankah kakak putra dari ustad buchori, tanya Fatim. Ridwan tersenyum.
"Perkenalkan fatim...dia pemilik restoran ini", ucap Bella.
"Oh iya, apakah doni ada?", Tanya Bella pada Ridwan". Ridwan memandang Bella sambil memicingkan matanya. "Kenapa mencari Doni?", Tanya Ridwan.
"Ada nggak?, Tanya Bella kembali.
"Ada", jawab Ridwan. Bella lalu tersenyum manis pada Ridwan yang mulai menunjukkan kecemburuan "boleh aku menemuinya?". Ridwan pun pasrah, "boleh tapi jangan lama-lama.
Bella lalu mengajak fatim menuju ke belakang restoran. "Ai sebentar ya kutinggal dulu", ucap Bella berpamitan pada Aisyah. Aisyahpun hanya tersenyum. Bella menuju dapur bersama dengan fatim dan diikuti oleh Ridwan.
__ADS_1