
Pukul 23.30, bel pintu apartemen Bella berbunyi. Rayyan bingung apakah dia harus membuka pintu apartemen Bella atau tidak. Bel itu pun kembali terdengar beberapa kali.
Rayyan melihat di lubang kecil pintu dan ternyata ada Adam disana. Rayyan lalu memutuskan untuk membuka pintu
Adam terkejut melihat yang membuka pintu adalah Rayyan. " Ray, kamu masih disini?, tanya Adam. Rayyan tersenyum, "Ada perlu apa Dam?".
"Emm, Bella ada? tanya Adam.
"Bella, sudah tidur, kalau ada perlu besok saja ya...". Adam lalu tersenyum "Emm Ray kamu nginep sini?. Rayyanpun hanya tersenyum menanggapi adam.
Mendapati hal yang tidak menyenangkan, Adam memutuskan tuk pergi setelah berpamitan ke Rayyan.
Rayyan menutup pintu lalu kembali ke arah sofa. "Siapa Ray", Bella yang mendengar Bel pintu apartemenya berbunyi menjadi terbangun.
"adam".?, jawab Rayyan. Bella lalu mendekati Rayyan "see Ray, Adam benar-benar balik kan".
Rayyan tadi sempat berfikir bahwa Adam tidak akan kembali tapi dia salah.
"Dia pacar kamu", tanya Adam.
"No", jawab Bella. Rayyanpun ingin tau lebih jauh "mantan pacar?".
"No", jawab Bella.
'Bell....", kata Rayyan penuh penekanan.
__ADS_1
"hm", jawab Bella yang masih ngantuk.
"kau benar-benar membuatku sakit kepala".
Bella bingung " emang salahku apa Ray?"
Rayyan menghela nafasnya, Dia harus extra sabar menghadapi gadis di depannya.
Ada baju tidur model lain nggak?, tanya Rayyan. Bella lalu melihat baju tidurnya. Bela kemudian tersenyum licik. "emang kalo aku pake baju kayak gini kamunya kenapa?! Bella saat ini memakai dress tidur pendek berbahan satin dengan belahan dada v.
"Bell...."Rayyan memanggil nama Bella penuh penekanan. " lebih baik kamu kembali ke kamar, oke".
Bella malah mengoda Rayyan, Bella serasa mendapatkan mainan baru yang lucu. "Ray aku takut tidur sendirian..., temeni ya! Bella menaik turunkan alisnya.
Bella lalu menggandeng tangan Rayyan dan mengajaknya menuju kamar.
"Bell, jangan aneh-aneh dech", pinta Rayyan.
Bella lalu menjelaskan, "tadi nanya, nah sekarang ku kasih jawabannya, oke?, tapi jawabannya ada di kamar. ayoo..."
merekapun masuk kamar, "Tarrraaaaaa...", Bella menunjukkan boneka Teddy bear berwarna coklat berukuran sedang yang selalu menemaninya tidur. "nah itu yang slalu menemaniku tidur. Rayyanpun geleng-geleng kepala.
Bella kemudian berdehem " ehem...sepertinya ada yang betah di kamar ni, jadi gimana mau tidur sinikah?"
"Bell.....", ucap Rayyan. Bella lalu berkata, "Ray, sadar nggak, kau suka sekali menyebut namaku".
__ADS_1
Rayyan menghela nafasnya "hmmm..sepertinya aku harus segera keluar dari kamar ini ". Rayyan lalu keluar dari kamar Bella. Sementara Bella tertawa mengingat interaksi mereka.
Bella kemudian melanjutkan tidurnya. Sementara Rayyan yang berbaring di sofa berusaha memejamkan matanya. Namun matanya sulit sekali terpejam. Bayangan kejadian hari ini maupun kemarin bersama Bella terus saja ada difikiranya.
Sebenarnya bukan hanya hari ini saja dia mengingat Bella, tapi semenjak pertemuan awal dengan Bella, pikiran Rayyan yang semula kuliah dan kerja menjadi mulai ada Bella disana.
Tapi Rayyan merasa bahwa pikiran tentang Bella harus disingkirkan. Dia harus fokus dengan kuliah dan mempersiapkan masa depannya.
Rayyan berusaha merilekskan fikiran dan memejamkan matanya, beberapa menit kemudian Rayyan sudah mulai masuk ke alam mimpi.
Pagi harinya...kedua insan itu masih melanjutkan dramanya. Bella suka sekali menggoda Rayyan. Pagi ini, Bella keluar dengan bathrobe pendek warna merah dan handuk rambut dikepalanya.
Bella mempersiapkan sarapan mereka didapur, selesai membuat makanan dia duduk di didepan Rayyan dan mempersilahkan Rayyan memakan menu sarapan paginya, Sandwich isi daging dan segelas kopi buatan Bella.
Rayyan melihat penampilan Bella. Rayyan lalu mengambil selimut yang masih ada di sofa lalu menutupi bagian paha Bella yang terlihat karena bathrobe Bella yang sedikit tersingkap.
"Bell....?", panggil Rayyan. Bella membuang asal selimut yang ada dipangkunnya lalu berucap pada Rayyan, "Ray, kurasa kau suka sekali memanggil namaku".
Aksi Bella membuat paha mulusnya makin terlihat, Rayyanpun makin pusing dengan tingkah Bella. "Bell....".
"see, baru sebentar kau sudah memanggilku", kata Bella.
"Bell...".
Bella tertawa, dia suka sekali menggoda Rayyan. Bella lalu membenarkan bathrobenya sehingga menutupi paha dan mereka berduapun menghabiskan sarapannya.
__ADS_1