
Pagi hari, Rayyan membangunkan Bella untuk ibadah. "Bell bangun...sholat dulu", ajak Rayyan. Bella membuka matanya dan masih bermalas-malasan, Dia meringkuk di pelukan Rayyan. Rayyan tersenyum, sepertinya Bella terlupa kalau kemarin malam Dia marah pada Rayyan.
Rayyan makin memeluknya erat dan memberikan waktu sebentar agar Bella mau bangun.
Beberapa menit kemudian, Bella membuka matanya "Ray kau disini", Bella ingin melepaskan pelukan Rayyan tapi Rayyan makin memeluknya erat. "Maafkan aku", kata Rayyan. Bella yang sedang tidak mau bertengkar itu kemudian makin masuk dpelukan Rayyan. Rayyan tersenyum karena gadisnya tidak lagi marah. Rayyan lalu mencium kepala Bella.
Beberapa menit kemudian mereka melaksanakan ibadah. Setelah selesai Bella kembali ke atas ranjangnya dan diikuti oleh Rayyan. "Kau mau sarapan apa nanti?", Tanya Rayyan.
Bella memandang Rayyan dengan heran, " jam segini kenapa tanya sarapan? Apa kau mau memasak untukku?, Tanya Bella".
Rayyan berfikir sejenak, "boleh juga, tapi aku hanya bisa membuat nasi goreng dan kau sangat susah untuk makan nasi".
Bella tersenyum "tapi aku ingin menxoba masakanmu".
"Baiklah tapi harus dihabiskan", kata Rayyan.
Bella mengangguk tanda setuju " tapi kau tau seberapa porsiku kan?".
"Bell sebenarnya aku mau bilang, kalau aku nanti tidak bisa menemanimu, acara kampus diselenggarakan hari ini", kata Rayyan.
"Atau kau mungkin mau ikut, setelah itu kita bisa pergi bersama".
Bella berfikir sejenak, "acaranya apa saja?", tanya Bella.
Seperti pengajian akbar lainnya, kami mengundang ustad Buchori.
"Benarkah, baiklah aku ikut", kata Rayyan.
__ADS_1
Rayyan senang karena Bella mau ikut bersamanya.
Rayyan mempersiapkan sarapan seperti yang dia janjikan. Setelah sarapan siap, mereka lalu makan bersama.
"Gimana", tanya Rayyan mengenai hasil masaknnya.
Bella mengunyah makanannya dengan pelan. Rayyan sudah tidak sabar mendengar penilaian Bella mengenai masakannya.
Rayyan menunggu Bella selesai mengunyah suapan pertamanya.
"Wow...kurasa kau harus beli gerobak dan mulai berjualan nasi goreng. Apalagi penjualnya ganteng sepertimu...hmmm pasti cepet ludes dagangannya".
Rayyan tesenyum mendengar komentar Bella.
"Aku hanya mau memasak untukmu", ucap Rayyan.
"Benarkah, apa kau belum pernah memasak untuk orang lain, cewek lain mungkin?" Rayyan tersenyum senang karena gadis didepannya menunjukkan sedikit kecemburuan.
"Kau orang kedua yang sudah merasakan nasi goreng buatanku", kata Rayyan.
Bella lalu meletakkan sendok dan garpunya. Nafsu makannya mendadak hilang. Sambil tersenyum Rayyan berkata, "sepertinya ada yang sedang cemburu".
Bella cemberut, Dia lalu meninggalkan kursinya dan beralih menuju ke Rayyan. Bella lalu duduk dipangkuan Rayyan dan menghadap Rayyan. Bella memegang kedua telinga Rayyan, Dia siap menjewernya "siapa?", Tanya Bella kesal.
Rayyan semakin senang melihat Bella cemburu, Rayyan tertawa " jadi begini kalau kau sedang cemburu?!".
Rayyan memang belum pernah melihat sikap Bella yang lagi cemburu. Terkadang Dia mempertanyakan apakah Bella sayang padanya, karena Bella belum pernah menunjukkan rasa cemburu sama sekali.
__ADS_1
"Katakan siapa?" Bella mulai menarik telinga Rayyan. Rayyan makin tertawa.
Sementara Bella jadi makin kesal.
"Ray........".
Rayyan memegang tangan Bella yang ada ditellinganya, "adikku", jawab Rayyan. Namun Bella terlanjur kesal, Bella lalu menggigit bahu Rayyan untuk melepaskan kekesalannya.
Rayyan sedikit kesakitan, namun Dia bahagia karena Bella cemburu.
"Kau orang pertama yang dengan sengaja kumasakkan.".
"Bagaimana dengan adikmu?", Tanya Bella.
" Dia pernah merasakan nasi goreng buatanku dengan tanpa ijin".
Ya, memang pernah suatu kali, Rayyan memasak lalu ditinggal terima telepon dan ternyata nasi gorengnya berkurang.
"Ternyata kau lucu sekali kalau cemburu", ucap Rayyan. Bella mengerucutkan bibirnya dan Rayyan makin gemas dengan gadis didepannya. Rayyan mengecup bibir Bella sekilas. "Lanjutkan makanmu!".
Bella lalu turun dari pangkuan Rayyan dan melanjutkan makannya.
"Ray, apakah ada dress code yang harus dikenakan dalam pengajian akbar ini?", Tanya Bella.
"Sebenarnya tidak ada, tapi biasanya kebanyakan dari mereka menggunakan baju warna putih", jawab Rayyan.
Bella mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1