
Rayyan tau dia tidak bisa membantah Bella. Membantah atau cari masalah dengan Bella sama halnya dengan mengakhiri hubungan mereka. Rayyan kembali mendekap tubuh Bella "Bell aku mencintaimu, aku ingin kau yang selalu bersamaku bukan orang lain".
"Ray, apa kau tahu sepertinya ada skenario besar yang dibuat Tuhan untukmu dan Aisyah", dan kurasa kau harus menerimanya".
"Apa aku tak penting untukmu?", Tanya Rayyan.
Bella tersenyum memandang Rayyan. "siapalah aku, aku hanya manusia yang harus mengikuti skenarionya".
"Itulah perbedaan kita, aku mencintaimu dan takut kehilanganmu, tapi kau,aku ragu apakah kau mencintaiku, bahkan kau tak takut kehilanganku", ucap Rayyan. Rayyan sendiri sebenarnya merasa hatinya sendiri merasa sakit mengucapkannya.
Bella tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata, lalu beranjak menuju ranjangnya dan kemudian berbaring. Sementara Rayyan yang sedang kacau masih duduk di sofa mengamati gadis yang sangat dicintainya.
Seperti biasa Bella mudah sekali terlelap apabila dia sedang dihadapkan dengan masalah. Bella terlelap beberapa lama kemudian terbangun dan mendapati kamarnya kosong tanpa ada Rayyan disana.
Bella kemudian duduk bersandar di ranjang dan mengusap mukanya. Dia teringat perdebatannya dengan Rayyan.
Bella tau Rayyan sangat menyayanginya, tapi Bella tak yakin dengan dirinya sendiri. Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan menampakkan Rayyan yang baru saja selesai mandi.
__ADS_1
Rayyan tersenyum pada Bella, "kau sudah bangun?, Mau mandi?, Akan kusiapkan", ucap Rayyan. Bella menggelengkan kepalannya. Sepertinya Rayyan sabar sekali menghadapi dirinya dan itu membuat Bella sedikit merasa bersalah pada Rayyan.
Rayyan berpakaian, lalu naik ke atas ranjang mendekat ke Bella dan mengecup kepala Bella "aku sangat mencintaimu".
Bella hanya diam.
"Apa kau tau, beberapa hari tak bertemu denganmu itu ujian yang berat buatku, aku sangat merindukanmu".
"Ray....", Ucap Bella.
Bella belum menyelesaikan ucapannya. "Mau makan sesuatu?, Tanya Rayyan. Bella menggelengkan kepalanya. "Ray...pulanglah aku ingin sendiri", ucap Beella. Hati Rayyan sakit, ini yang dia kuatirkan bahwa dikedepannya bisa saja Dia kehilangan Bella. Yang Rayyan tau saat ini dia sangat menyayangi dan mencintai Bella.
Rayyan memutuskan untuk mengalah. Rayyan membelai rambut Bella "Baiklah aku akan pergi". Rayyan lalu berkemas, setelah selesai Rayyan berpamitan pada Bella. "Aku mencintaimu, istirahatlah..". Bella hanya mengangguk.
Pagi hari sekali Rayyan sudah berada di apartemen Bella. Dia tak mau kehilangan Bella. Tapi betapa terkejutnya dia saat masuk apartemen dia mendapati Ridwan ada di dapur. Begitu juga dengan Ridwan yang terkejut karena Rayyan mempunyai akses masuk ke apartemen Bella.
Tak berselang lama Bella keluar dari kamar dan mendapati mereka berdua ada di apartemen. Ridwan menghentikan kegiatannya membuat sarapan untuk Bella. "Baby bisa kau jelaskan?", Ucap Ridwan. Bella masih saja tenang, baginya ini hanya masalah waktu. Sementara itu Rayyan juga oerlu penjelasaan mengenai situasi ini. "Ridwan, apa kemarin kau menginap disini?", Tanya Rayyan.
__ADS_1
Ridwan tidak mennjawab pertanyaan Rayyan. "Baby...kutunggu penjelasanmu", ucap Ridwan penuh penekanan.
Kedua lelaki itupun melihat ke arah Bella.
Bella tersenyum, "Ray apa yang kau butuhkan?".
"Apa semalam kalian bersama?", Tanya Rayyan. Bella mengangguk. Hati Rayyan hancur. Dia marah sekaligus kecewa. "Jadi aku benar-benar tak berarti buatmu kan?". Rayyan lalu meninggalkan apartemen Bella.
Sementara itu di dalam sana masih ada satu lelaki yang masih membutuhkan penjelasan Bella. "Jadi siapa Rayyan?", Tanya Ridwan.
"Bukan siapa-siapa", jawab Bella.
"Lalu siapa aku bagimu?", Ucap Ridwan.
"Entah", jawab Bella.
Ridwan hilang kesabaran, Dia berlalu meninggalkan apartemen Bella.
__ADS_1
Setelah kepergian dua orang lelaki yang sangat menyayanginya, Bella rebahan di sofa. "Sampai kapan aku begini?", ucap dalam hati Bella. Bella memang selalu dikeliingi banyak lelaki namun tak ada yang berarti. Terkadang hal ini membuatnya bosan dan bertanya-tanya apakah ada seorang lelaki yang bisa mengikatnya dalam sebuah hubungan.