
Di suatu sore Rayyan menemani Bella ke pusat perbelanjaan. "Bell, besok ikut ya...", Pinta Rayyan. Sudah beberapa hari ini Rayyan merayu Bella untuk ikut camping bersamanya dan teman-teman organisasinya.
Bella menatap Rayyan, "Ray, kau tahu kan aku tak tahan dingin".
Rayyan menghela nafasnya. Rayyan tau kenyataan itu, tapi Dia ingin Bella selalu ada di dekatnya apalagi di waktu week end. Hal ini diperparah semenjak Rayyan tahu kalau Ridwan beberapa kali menghubungi Bella melalui handphone.
Melihat wajah Rayyan yang sedikit kecewa, Bella akhirnya menggodanya. "Tapi kalau kita tidur satu tenda, aku mau", sambil tersenyum Bella ingin mengetahui respon Rayyan.
Rayyan lalu menjapit hidung Bella dengan jarinya "kau nakal sekali".
"Aku benar-benar ingin kamu pergi denganku", ucap Rayyan sambil memandang Bella intens. "Aku pasti akan sangat merindukanmu".
"Aku nggak bisa Ray..., Atau gini aja, aku janji akan menghubungimu sesering mungkin dan aku akan mengantar dan menjemputmu, bagaimana?
Rayyan akhirnya menyerah. Dia menyetujui ucapan Bella. Bella lalu mengajak Rayyan menuju ke sebuah toko, disana Bella memilih milih jaket untuk cowok. Setelah mendapatkan yang Dia mau, Bella lalu menempelkannya ke tubuh Rayyan. Merasa ukuran dan modelnya sesuai di tubuh Rayyan, Bella lalu membelinya.
__ADS_1
Rayyan memberikan kartu debitnya kepada kasir, tapi Bella menolaknya. Setelah di bayar, Bella lalu memberikan jaket itu pada Rayyan, "untukmu, besok harus dipakai..oke!!".
Rayyan tersenyum, "Siap boss cantik". Keduanyapun melanjutkan jalan jalan mereka di pusat perbelanjaan tersebut.
Keesokan harinya, sesuai janji Bella, Bella mengantar Rayyan yang akan berangkat camping. Bella berangkat lebih awal menuju kost Rayyan. Sesampainya di tempat kost. Bella menghubungi Rayyan dan memberitahukan bahwa Dia sudah sampai tapi ternyata Rayyan belum siap. Rayyan lalu turun dan mengajak Bella ke kamar kostnya yang berada di lantai dua.
Ini pertama kali Bella masuk kamar kost Rayyan. Kamar cowok ini termasuk rapi dan bersih. Bella melihat ke berbagai sudut, sementara Rayyan masih sibuk mempersiapkan berbagai barang bawaannya.
Setelah selesai bersiap, Rayyan melihat gadis pujaannya yang tengah duduk ditepi tempat tidurnya. Rayyan lalu mendekat dan duduk disamping Bella. "Jelek ya kamarnya?", Tanya Rayyan.
Bella lalu memandang Rayyan, Bella menggelengkan kepalanya "Rapi dan bersih".
Rayyan tersenyum..."ada, kenapa?".
Bella lalu cemberut "siapa?"
__ADS_1
Rayyan suka sekali kalau Bella cemburu
"Namanya Arabella Wibowo".
Bella lalu menggigit lengan Rayyan. "Awas ya kalau ada cewek lain masuk sini". Rayyan tersenyum senang dengan ancaman tersebut, karena itu berarti Bella peduli padanya. "Aku akan sangat merindukanmu", kata Rayyan.
Rayyan lalu mencium bibir Bella dengan lembut. Ciuman yang semula hanya kecupan itu berlanjut menjadi ciuman yang sangat menuntut. Rayyan lalu menghentikan ciumannya. Dia berdiri menuju ke pintu kamar dan mengunci kamarnya, Dia takut seseorang tiba tiba masuk kamarnya.
Rayyan melanjutkan aksinya mencium dan menyentuh tubuh Bella. "Ray...apa kau nggak terlambat", tanya Bella disela pergumulan panas mereka. Rayyan hanya menggeleng. Dia hanya ingin menikmati pemandangan indah yang ada di depan matanya. Dia ingin menuntaskan hasratnya yang selalu muncul jika bersama Bella. Meski Dia tau, Bella belum sepenuhnya bisa jadi miliknya.
Setelah selesai dengan pergumulan panas mereka. Mereka membersihkan diri lalu berangkat menuju ke titik pertemuan. Sebelum turun dari mobil, sambil membelai wajah Bella Rayyan berucap, "aku akan sangat merindukanmu, jangan nakal oke". Bella tersenyum lalu mengecup bibir Rayyan sekilas.
"Hmmm kurasa aku seharusnya tak ikut camping ini", kata Rayyan.
"Kurasa kau harus segera turun", ucap Bella sambil tersenyum manis pada Rayyan.
__ADS_1
Rayyan akhirnya mau turun dari mobil. "Hati-hati oke..I love you".
Rayyan yang mengenakan kaos dan celana jeans juga jaket pemberian dari Bella itu lalu berkumpul bersama dengan teman-temannya. Bella kemudian membawa mobilnya melaju kembali ke apartemen.