
Di sebuah restoran, Rayyan beserta keluarganya sedang memilih makanan. Sementara itu mama Rayyan terus-terusan melihat arloji di tangannya. "Ma...pesan makanan aja dulu, teman mama bentar lagi juga datang, ucap Papa Rayyan.
Selang beberapa lama teman mamanya Rayyanpun datang beserta keluarga. Merekapun dipersilahkan untuk duduk. "Ray...", Panggil mama Rayyan. Rayyan yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya baru memperhatikan mamanya "ya ma...".
"Dari tadi liatin ponsel, apa menariknya sich, mending liat sini dech". sambil menunjuk ke arah gadis cantik disamping mama Rayyan.
"Aisyah". Yap gadis yang ada disamping mama Rayyan adalah Aisyah, teman satu organisasi Rayyan yang sangat menyukai Rayyan.
Malam itu mama Rayyan mengajak keluarga makan di salah satu restoran dengan alasan mau bertemu dengan temannya. Sebenarnya mama Rayyan berniat memperkenalkan putri temannya kepada Rayyan.
Mama Rayyan pernah bertemu dengan Aisyah sebelumnya, Beliau pingin menjodohkan Rayyan dengan Aisyah.
Suasana makan malam banyak didominasi mama Rayyan yang ingin mendekatkan Rayyan dengan Aisyah. Mama Rayyan sering sekali memuji Aisyah.
Rayyan sama sekali tidak fokus dengan pembicaraan yang ada, sedari tadi Dia hanya fokus pada hp nya, karena Bella susah sekali dihubungi. Sementara itu Aisyah senang sekaligus nervous karena makan bareng keluarga Rayyan.
"Ray, besok kalo balik ke kampus bareng adekmu skalian ma Aisyah juga, kasihan aisyah perjalanan sendirian". Rayyan hanya tersenyum. Selang beberapa lama Bella menelfon. Rayyan pun permisi pada semuanya lalu memilih keluar restoran untuk menjawab telfon dari Bella.
__ADS_1
"assalamualaikum... kenapa susah sekali dihubungi?, Tanya Rayyan.
"Waalaikumsalam, maafkan aku, aku sedang ada acara di tempat ustad buchori. anak gadisnya dilamar orang dan tante ummi memintaku menemaninya sewaktu proses lamaran".
Hati Rayyan berdesir, ada rasa tidak nyaman saat mengetahui Bella satu tempat dengan Ridwan. Sejak awal dia melihat tatapan Ridwan pada Bella. Dia tau Ridwan menyukai Bella. "Apa kau akan lama disana?", Tanya Rayyan.
"Tentu saja tidak, hanya beberapa hari", jawab Bella.
"Ku jemput ya?!, Rayyan berharap Bella mau dijemput olehnya, sehingga bisa meminimalir kebersamaan Ridwan dengan Bella.
Rayyan benar-benar merasa insecure, "Bell biar kujemput". Rayyan pun bersikeras agar Bella mau dijemput olehnya.
"Ray, kau sekarang kan ada di rumahmu, pulang beberapa hari lagi mau jemput aku, nggak capek apa?, Sudahlah Ray, tak perlu menjemputku, aku segera pulang.
Rayyan mengalah, setelah beberapa lama bercakap, Bellapun memgakiri sambungan teleponnya, "sudah dulu ya Ray", pamit Bella.
Rayyan merasa berat panggilannya segera harus berakhir. "Aku akan sangat merindukanmu".
__ADS_1
Bella tersenyum mendapatkan pernyataan dari Rayyan. Bella lalu menggoda Rayyan.
"Aku tak yakin kau akan merindukanku".
Rayyan heran dengan pernyataan Bella, "kenapa begitu?".
"Ya sapa tau aja disana ada gadis cantik yang sedang menemanimu", goda Bella. Rayyan terdiam, Tiba-tiba ada rasa tak enak di hati Rayyan. Rayyan ingin mengatakan mengenai Aisyah yang sedang ada bersamanya, tapi Rayyan merasa ini bukan waktu yang tepat mengingat Bella sedang jauh darinya.
Rayyan juga tak ingin bertengkar lagi dengan Bella.
"Ray... Kau masih disitu?, Hmmm kayaknya benar nich ada yang nemenin?", Ucap Bella.
"Apa ada yang cemburu di seberang sana?, Aku suka kalau kau cemburu, Aku sangat merindukanmu", ucap Rayyan.
"Baby...". Tiba-tiba Ridwan mendatangi Bella. Bella lalu mengakhiri panggilan dari Rayyan, "Ray nanti lagi ya..
Assalamualaikum".
__ADS_1