Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
pernikahan Ridwan


__ADS_3

Sebulan telah berlalu sejak kedatangan Ridwan terakhir kali ke apartemen Bella. Duduk di sofa apartemen, Bella membaca undangan pernikahan Ridwan yang dikirim melalui kurir.


Bella membacanya kemudian tersenyum. Dalam hati Bella berkata "semoga bahagia".


Bella membuka ponselnya lalu mencari kontak Ridwan disana. Dia mengetikkan beberapa kata untuk ridwan. "Undangan sdh diterima, semoga seluruh prosesi berjalan lancar".


Beberapa menit kemudian muncul notif balasan chat dari Ridwan.


Ridwan : Kau akan datang?.


Bella : kuusahakan.


Hari pernikahan Ridwan pun telah tiba. Bella sengaja tidak datang waktu akad nikah tapi dia memutuskan datang waktu resepsi pernikahan yang digelar malam harinya. Resepsi Pernikahan Ridwan digelar di ballroom bintang lima dimana Bella memutuskan untuk menginap disana sekaligus.


Bella datang dengan pakaian yang sopan dan elegan. Bella naik ke atas pelaminan mencium tangan kedua orangtua Ridwan. Bella disambut hangat oleh mereka. Tiba saat giliran Bella menyalami Ridwan, Ridwan baru tersadar, bahwa gadis yang menguras hati dan fikirannya ada dihadapannya.


"Selamat semoga berbahagia", ucap Bella dengan senyum cantiknya. Ridwan hanya terpaku. Bella lalu menuju ke istri Ridwan, "Selamat ya", ucap Bella.

__ADS_1


Malam itu malam yang melelahkan bagi kedua mempelai. Kedua keluarga kembali ke rumah masing-masing, sementara kedua mempelai berada di kamar hotel tersebut atas inisiatif dari kakak mempelai perempuan.


Ridwan mempersilahkan istrinya untuk menggunakan kamar mandi terlebih dahulu baru kemudian Ridwan. Sambil menunggu istrinya selesai, Ridwan melihat berbagai chat yang masuk di hp nya. Namun hanya satu nama yang dicarinya, "Baby Ara" yaitu Bella.


Ridwan melihat tak ada chat sama sekali dari Bella. Dia kini merindukan Bella. Ridwan kemudian mengetikkan chat ke Bella untuk mengetahui keberadaan Bella. Selama beberapa menit, chat itupun masih belum dibaca Bella. Ridwan menelfon nomor Bella berulang-ulang dan mendapatkan hasil yang sama.


"Mas, telfon siapa, mas nggak mandi", tiba-tiba istri Ridwan keluar dari kamar mandi dengan setelan piyama panjangnya serta Rambut basahnya yang digerai. Ini kali pertama Ridwan melihat istrinya tanpa hijab dan istrinya terlihat cantik.


Sementara diseberang sana heran karena mendapati panggilan yang bertuliskan malaikat Ridwan. Bella menjawab telfon tersebut "apa terjadi sesuatu kenapa menelfonku?".


Bella lalu menjawab " Di hotel Sentosa".


Seketika itu Ridwan terkejut dan juga senang karena berada dekat dengan Bella.


Ridwan agak menjauh dari istrinya dan melanjutkan percakapan dengan Bella.


Tidak memakan waktu lama, setelah mengakhiri panggilan, Ridwan lalu menuju ke pintu kamar. "Mas mau kemana?, Tanya istri Ridwan. Ridwan lalu berbalik dan tersadar bahwa kini ada istri bersamannya, "aku keluar sebentar, aku harus menemui temanku, istirahatlah?".

__ADS_1


Ridwan lalu keluar dari kamarnya. Setelah keluar dari kamarnya, dia menuju ke suite room hotel tersebut. Ridwan mengetuk pintu kamar lalu terbukalah pintu itu yang menampakkan sosok gadis yang sangat dirindukannya.


Ridwan langsung masuk dan memeluk tubuh Bella yang hanya menggunakan handuk kimono. Bella terkejut mendapatkan kedatangan dan pelukan tiba-tiba dari Ridwan.


Pintu kamarpun tertutup. Ridwan masih memeluk tubuh harum Bella. Bella mencoba berontak "Ridwan lepaskan, kenapa kesini?, Kau tidak melakukan yang tidak-tidak kepada istrimu kan?".


Mendengar kata istri, Ridwan lalu meregangkan pelukannya, " kau pikir apa yang kulakukan padanya?". Bella mencoba lepas dari pelukan Ridwan tapi Ridwan tak membiarkannya. "Entahlah....dan kenapa kau kesini, bukankah kau seharusnya bersamanya".


"Aku merindukanmu", ucap Ridwan.


Bella menghela nafasnya, Dia mencoba berdamai dengan keadaan saat ini. "Malaikat Ridwan, kau sekarang sudah beristri dan kau tak boleh merindukan orang lain selain istrimu".


"Aku tak bisa mengatur hati dan fikiranku yang dipenuhi dengan dirimu", ucap Ridwan.


"Kau tak bisa atau kau tak mau?", Bantah Bella. Ridwan lalu melepaskan Bella dari pelukannya, "bagimu segala sesuatu itu sangat mudah bukan, karena kau tak mencintaiku".


Bella lagi-lagi menghela nafasnya. Bella lalu meraih tangan Ridwan, "ada apa denganmu, pulanglah, istrimu sudah menunggu". Ridwan tak menghiraukan ucapan Bella, Saat ini Dia butuh menenangkan diri dan berusaha menerima keadaan, bahwa dia sudah menikah dengan orang lain, orang asing yang tak dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2