
Di suatu sore, bel apartemen Bella berbunyi. Bella membukakan pintu dan didepannya ada Ridwan."Assalamualaikum...".
Bella membalas salam tersebut tanpa mempersilahkan Ridwan masuk.
Ridwan lalu menyodorkan paperbag berisi baju untuk Bella, "dari Ummi, kau disuruh menghadiri acara lamaran adikku".
Bella melihat sekilas isi paperbag tersebut,
"Kapan acaranya berlangsung?", Tanya Bella.
"Hari minggu, apakah kau bisa, kalau kau bisa akan kujemput besok".
"Insyaallah bisa, kau tak perlu menjemputku, aku akan berangkat sendiri".
Mendengar penolakan dari Bella, Ridwan menjadi kecewa.
"Baby...".
Mendengar panggilan dari Ridwan, Bella yang lagi sedang tidak ingin bermasalah lalu mengalihkan pembicaraan, "Terimakasih atas bajunya, aku mau istirahat dulu". Bella menutup pintu apartemen namun Ridwan menahan pintu itu.
"Baby, bolehkah aku masuk?.
Bella menghela nafasnya. Dia berfikir sejenak lalu mempersilahkan Ridwan masuk.
__ADS_1
Setelah dipersilahkan masuk, Ridwan tak menyia-nyiakan waktu. Ridwan langsung memeluk Bella.
"Maafkan aku, aku sangat merindukanmu", ucap Ridwan sambil mencium kepala Bella.
Bella diam dalam pelukan Ridwan. Aroma tubuh Ridwan benar-benar menenangkan.
Merekapun berpelukan untuk beberapa lama. "Kenapa diam?", Tanya Ridwan.
Tiba-tiba kesadaran Bella muncul dan seketika langsung menggigit bahu Ridwan untuk beberapa lama.
Ridwan menahan sakit namun tersenyum mendapatkan aksi dari Bella. Setelah puas menggigit Ridwan, Bella berniat melepaskan pelukan Ridwan, namun Ridwan mencegahnya.
Sambil tersenyum, Ridwan berkata, "sudah puaskah?, Hmmm my baby kenapa jadi vampire suka gigit".
Lagi-lagi Ridwan tersenyum, Dia tau Bella sangat menyukai aroma tubuhnya.
"Benarkah?, Lalu siapa yang kalau nangis trus dipeluk langsung diam?, Siapa pula yang suka ketiduran dalam pelukanku?".
Bella lagi-lagi menggigit Ridwan.
Setelah Bella selesai dengan aktivitas menggigitnya, Ridwan makin mempererat pelukannya, "aku sangat merindukanmu". Ridwan lalu menggendong Bella layaknya koala. "Ridwan lepaskan, sekarang kau harus pulang". Ridwan lalu menatap Bella, tumben sekali kau hanya memanggil namaku, tapi aku suka.
Ridwan mengacuhkan perintah Bella, "aku akan mengantarmu ke kamar".
__ADS_1
Bella lalu berkata pada Ridwan penuh dengan penekanan, "Malaikat Ridwan... turunkan! aku bisa sendiri".
Ridwan masih berjalan terus menuju kamar Bella, sesampainya didalam kamar, Ridwan menurunkan bella di ranjang. Tapi tak hanya menurunkannya. Dengan posisi diatas Bella, Ridwan lalu mulai mencium Bella.
Ridwan tak mampu menahan lagi rindunya pada gadis cantik, sexy dan juga menggemaskan yang ada dalam kungkungannya saat ini. Sungguh Bella telah membuat Ridwan hilang kendali. Setelah bibir Ridwan puas mengeksplore bibir Bella, bibir itupun turun ke bawah mengabsen leher Bella.
Tak puas dengan aksinya, Ridwan lalu turun kebagian dada Bella yang setengah bagiannya sudah menyembul minta dikeluarkan sepenuhnya. Ridwan benar-benar tak kuasa menahan hasratnya. Dia menikmati si kembar yang selalu menggoda untuk disentuh dan dimainkan.
Ridwan bermain lama disana hingga membuat Bella melenguh, mendesah hingga menyebut nama Ridwan.
"Ridwan, kau...ooohhhh...Ridwan".
Mendengar Bella memanggil namanya,
Makin membuat Ridwan bergairah untuk meneruskan aksinya. Ridwan bermain lama sekali di kedua buah kesayangannya. Hingga membuat daerah dada bella memanas.
Setelah merasa puas di bagian dada, Ridwan lalu menyusuri bagian bawah Bella. Bella jadi belingsatan...perlakuan Ridwan ke inti tubuh Bella membuat Bella mengerang nikmat berkali-kali. Sungguh sangat liar Ridwan kali ini.
Ridwan memang sengaja melakukannya dengan liar dan buas agar Bella selalu mengingatnya dan memintanya kembali. Dia ingin Bella hanya mengingat kejadian panas dengan Ridwan, bukan dengan pria lain.
Setelah membuat Bella mendesah. Mengerang bahkan menjerit berkali-kali dengan kenikmatan yang Ridwan berikan, Ridwan lalu bermain pelan di inti tubuh Bella. Bellapun sangat menikmatinya. Sambil menggesek-gesekkan miliknya Ridwan bertanya pada Bella, "apa kau menikmatinya?". Bella pun mengangguk.
Mereka baru berhenti setelah Ridwan mencapai kepuasaannya.
__ADS_1