
Bella melangkah dengan cepat menuju ke luar mall. Rayyanpun menyeimbangi langkahnya. Sadar bahwa gadis ini benar benar marah dan sangat keras kepala, akhirnya Rayyan mencoba menghentikan Bella dengan menggapai tangannya.
"Bell... udah ya ngambeknya... aku tadi hanya bercanda... ya ...please...". Bella melihat Rayyan dan sepertinya Rayyan sudah benar-benar pusing dengan ulahnya, Bella lalu merasa kasihan pada Rayyan mengingat seharian ini Rayyan selalu menemaninya. "ayo pulang", kata Bella".
Rayyan pun akhirnya lega, karena gadis ini akhirnya mau pulang bersamanya. Merekapun menuju ke parkiran Mall, lalu melaju ke apartemen Bella.
Selama di perjalanan, Bella masih saja diam.
Sampai di apartemen Bella langsung masuk kamar. Rayyan kebingungan karena merasa mood Bella kembali jelek dan itu karena dirinya.
Sudah beberapa lama dan Bella masih belum keluar dari kamar. Rayyan kemudian mencoba mengetuk pintu kamar Bella. "Bell.. buka pintu nya ya aku mau ngomong". Pintupun masih belum terbuka, lalu Rayyan mencoba kembali " Bell.. buka dong, kita bicara ya... Bella please".
Merasa terlalu lama pintu belum dibuka dari dalam, Rayyan akhirnya memutuskan untuk membuka pintu dari luar. " Bell .aku masuk ya" Dan masih tidak ada suara dari dalam. Rayyan akhirnya membuka pintu tersebut tapi di dalam kamar dia tidak mendapati Bella disana.
Rayyan lalu menatap pintu kamar mandi dan berfikir Bella pasti sedang di kamar mandi. Benar saja semenit kemudian pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan Bella dengan handuk kimono berwarna merah dengan panjang diatas lutut dan memegang handuk kecil yang dia usapkan dikepalanya.
__ADS_1
Pemandangan itu mampu membuat Rayyan sedikit salah tingkah karna melihat warna kimono yang sangat kontras dengan kulit Bella dan juga pendeknya kimono tersebut yang menampakkan paha mulus Bella dan kaki jenjangnya.
Bella lalu melihat Rayyan ada dikamarnya "Ray, kau disini?".
" Dari tadi aku memanggilmu Bell, kenapa nggak jawab", Tanya Rayyan.
Bella tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Bella duduk di meja riasnya sibuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
Hal tersebut membuat Rayyan tidak bisa bicara dengan Bella karena terganggu suara berisik hair dryer. Rayyan memutuskan untuk duduk di ranjang. Dia ingin segera berbicara dengan Bella.
Rayyan semakin terlena karena mengamati Bella, dia melihat betapa cantiknya paras Bella. kemudian Bella dengan postur tubuhnya dan tak lupa bagian bawah. Kimono pendek Bella tersingkap sewaktu dia duduk dan itu memperlihatkan paha mulus Bella.
Rayyan benar benar sudah khilaf karena memandang gadis yang bukan muhrimnya itu. Rayyanpun semakin berfikir... apa yang dilakukannya dengan Bella. gadis ini bahkan belum cukup lama dikenalnya. Segitu besar daya tarik Bella terhadapnya. pikiran Rayyan pun berkelana.
Bella telah selesai mengeringkan rambutnya lalu menuju ke walk-in closet. dan mengganti pakaiannya. Bella mengganti pakaiannya dengan setelan piyama model tank top dan hot pants berbahan satin dengan warna rose gold. Bella keluar dari walk-in closet lalu menuju ke Rayyan.
__ADS_1
"Ray, bukannya kau lelah kenapa tak pulang?".
" kau mengusirku?" tanya Rayyan
"aku hanya memberikan ide yang terbaik untukmu", jawab Bella
"Bell kita bicara dulu ya", pinta Rayyan
"Baiklah, kita bicara tapi di luar kamar saja, aku haus mau ambil minum", kata Bella.
merekapun keluar kamar menuju dapur. Setelah mengambil minuman untuknya dan juga untuk Rayyan, mereka bedua duduk di kursi dapur.
"Bell, aku minta maaf ya.. aku tadi hanya bercanda". Bella malah tersenyum. Rayyan bingung dibuatnya.. Gadis ini benar benar sulit ditebak.moodnya bisa berubah dengan cepat.
"Kog senyum?", tanya Rayyan heran. Bella pun semakin intens mengamati Rayyan dan makin tersenyum " jadi maunya aku marah atau senyum?, tanya Bella.
__ADS_1
Rayyan menjawab "senyum". Dan detik kemudian mereka tersenyum bersama. Rayyan lega karena gadis di depannya ini tidak marah lagi padanya