
Beberapa menit kemudian, Rayyan sampai di tempat kostnya. Rayyan masuk ke kamar kostnya lalu merebahkan diri di atas kasur.
Rayyan mengingat kejadian beberapa hari ini dengan Bella.
Dalam beberapa menit saja Rayyan sudah merindukannya. manjanya, nakalnya, expresi wajahnya semuanya dia ingat kembali. ingin sekali dia memeluk gadis itu saat ini. kepala Rayyan sepertinya sudah dipenuhi Bella.
Rayyan lalu mengetik chat dan ditujukan ke Bella.
Rayyan : Amel jadi nginep?
selang beberapa lama pesanpun dibalas oleh Bella yang masih ngobrol dengan Amel
Bella : jadi
Rayyan menghela nafasnya, pesannya hanya dibalas Bella dengan singkat. Rayyan sangat merindukannya dan gadis itu hanya menjawab dengan satu kata tanpa basa basi.
Rayyan lalu mengetikkan pesan lagi di hp nya yang ditujukan ke Bella.
Rayyan : I miss you
beberapa menit berlalu dan pesan itupun belum dibaca Bella Rayyan gelisah, dia sudah sangat merindukan gadis itu.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kost Rayyan. "Ray, kau ada didalam?.
Rayyan beranjak dari tempat tidurnya menuju ke arah pintu. dibukalah pintu itu dan nampaklah Amar dihadapan Rayyan.
__ADS_1
Amar masuk lalu membawa sebuah undangan yang diserahkan ke Amar.
Rayyan membacanya. ini beneran Doni mau nikah?
"beneran lah Ray masak boongan, udah mau jadi Ayah dia", jawab Amar.
Rayyan terkejut "serius?!"
Amar lalu menambahkan "kamu pernah lihat kan cewek Doni, sering kan dia ke kost...pakaiannya beeeuuuhhhh minim semua, gimana nggak tergoda coba si Doni.
Rayyan lalu teringat dengan Bella. Bella juga sering berpakaian minim.
Amar melambaikan tangan di hadapan wajah Rayyan. Ray...kenapa jadi ngelamun?
Rayyan lalu tersenyum.
Rayyan kembali memikirkan Bella, dan dia pun menanyakan hal yang sama dalam fikirannya "kalau Bella, apakah dia masih...." Dia lalu menyingkirkan fikiran itu.
Kalo kayak gini jadi ingat bidadari surga.
"siapa", tanya Rayyan.
"Aisyah... pakaian syar'i tertutup dari atas sampai bawah, santun, lemah lembut, menjaga sikapnya...hmmm istri idaman.
"ya udah nikahin aja", kata Rayyan.
__ADS_1
"takut ditolak", jawab Amar.
Tapi kalau yang ngajakin nikah kamu paling langsung diterima Ray.
"sok tau", jawab Rayyan.
Kau ini buta atau gimana...sikap dia ke kamu tuch beda banget kalau dibandingkan sikapnya dengan yang lain.
"hmmm kenapa jadi perasa kamu", ucap Rayyan.
nggak percaya bener ni anak, eh btw kemarin kemana tak cariin nggak ada?
"dirumah teman", jawab Rayyan.
Amar lalu beranjak dari kamar Rayyan. ya udahlah mau tidur dah ngantuk...siapa tau mimpi bidadari bidadari surga,
Amar lalu keluar dari kamar Rayyan.
Rayyan lalu mengunci pintu kamarnya dan bersiap untuk tidur, dia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai. Rayyan membaringkan tubuhnya diranjang. Rayyan teringat kembali obrolan dengan Amar. Dia lalu membayangkan Bella yang sering berpakaian minim dan juga perilaku Bella yang cenderung berani.
Rayyan jadi pusing memikirkannya. Dia jadi berfikir apakah Bella masih perawan ataukah sudah tidak perawan. pikiran ini benar benar mengganggunya. Dia mengingat kembali segala sesuatu mengenai Bella dari awal perjumpaan mereka sampai sekarang. Dan Rayyan jadi benar benar meragukannya.
Rayyan lalu melihat hp nya, dibukalah chat dengan Bella. pesan terakhir sudah dibaca Bella, tapi tidak ada balasan dari Bella.
pikiran Rayyan makin menerawang. penuh teka teki di dalam otaknya.
__ADS_1
saat dia meragukan Bella, Rayyan lalu teringat obrolan dengan Amar tentang Aisyah. ya Amar benar Aisyah mampu menjaga diri dalam berkata maupun bersikap.
Sedetik kemudian dia teringat kembali dengan Bella. banyak pertanyaan mengenai Bella muncul di fikirannya. Rayyanpun jadi susah tidur, meskipun akhirnya terlelap.