
Sekitar pukul sembilan pagi, Bella memutuskan untuk pulang ke apartemennya mengingat hari ini ada jadwal kuliah. Sesampainya di apartemen Dia melihat makanan diatas meja makannya. Ada sebuah pesan disana, "maafkan aku, jangan lupa makan, aku menyayangimu". Makanan dan pesan itu berasal dari Rayyan.
Bella menuju ke kamarnya dan mengganti baju untuk kuliah. Setelah sampai kampus, Bella ditodong Amel dengan berbagai pertanyaan mengenai Rayyan dengan dirinya.
"Kemarin kemana aja Bell, apa kau tau Rayyan kebingungan mencarimu. Dia menelfonku berkali-kali. Kau yang buat masalah aku yang kena imbasnya. Bella hanya tersenyum mendengarkan amel mengoceh.
Sebenarnya ada apa dengan kalian. Mungkin Rayyan bisa gila kalau tak menemukanmu. Lagi-lagi Bella tertawa, "kau berlebihan, Rayyan pasti akan lebih baik bila tak bertemu denganku".
"Apa kau sudah bosan dengannya", tanya Amel. Bella lagi-lagi hanya tersenyum.
"Bell sudah kubilang berapa kali untuk menjauhinya. Dia pria yang sangat baik, kasihan Dia, dan kau tak pernah bisa puas dengan satu orang" , Amel berkata penuh dengan penegasan, dia bisa membayangkan bagaimana bingungnya Rayyan saat ini.
"Sebenarnya kau ini sahabatku atau sahabat Rayyan?", Tanya Amel.
Amel menghela nafasnya.
"Bell, apa yang kau rasakan?".
Bella menatap Amel heran, "Maksudmu?!", Tanya Bella.
"Kau tak sedih?".
Bella menggelengkan kepalanya.
"Kau memikirkan Rayyan?".
__ADS_1
Lagi-lagi Bella menggeleng.
"Ough....kau benar-benar ya, kenapa Rayyan bisa sampai mengenalmu", Amel dibuat geregetan dengan jawaban Bella
"Kau punya mainan baru?", Selidik Amel.
Bella menggelengkan kepalanya kembali.
"Lebih baik kita ke kantin karena dosennya nggak jadi datang", saran Bella. Amel mengikuti saran Bella, daripada Dia membahas Rayyan dan Bella yang membuat otaknya berfikir keras, mending dia makan.
Pada saat dikantin hp Amel berbunyi dan tertera nama Rayyan disana. " See...sekarang aku harus gimana?, Kau benar-benar membuatku pusing.
"Jawab saja dan bilang kau tak bersamaku".
"Ya Ray", jawab Amel.
"Apa Bella bersamamu?", Tanya Rayyan.
Amelpun bingung harus menjawab apa, "tidak Ray, Bella tidak bersamaku."
Rayyan kecewa karena sampai sekarang belum menemukan Bella, "baiklah mel, terimakasih ya...kalau kau bersamanya tolong kabari aku".
"Oke", jawab Amel menutup perbincangan keduanya.
"Mau sampe kapan lari dari Rayyan Bell..??".
__ADS_1
Lagi-lagi Bella hanya tersenyum, Aku nggak lari, hanya saat ini aku sedang tidak ingin bertemu dengannya.
"Kau benar-benar ya...sudah kubilang jangan mainin Rayyan, mending kasih saja dia ke cewek lain yang benar-benar menyukainya Bell", ucap Amel.
"Ide yang bagus, jadi biarkan dia dengan cewek lain", jawab Bella.
"kau kira Rayyan mau", Amel menepuk jidatnya.
"Pasti", jawab Bella penuh keyakinan.
"Hah... bagaimana kau bisa seyakin itu?", Ucap Amel penasaran.
Bella lalu menjelaskan, "apa bedanya aku dengan wanita lain?, Bukankah sama saja?".
"Bell...kau ya....(Amel dibuat geram dengan Bella) "jelas beda, tanya saja padanya!, Apa kau fikir mudah menyuruh Rayyan berganti ke cewek lain?" Tanya Amel.
Bella mulai malas dengan bahasan mengenai Rayyan, "Mell kurasa aku harus pulang..., Aku butuh tidur".
"Kau selalu melarikan diri, kuharap suatu saat ada laki-laki yang bisa mengikatmu". Bella hanya bisa tertawa mendengar penyataan Amel.
Sesampainya di Apartemen Bella lalu tidur. Tidurnya nyenyak sekali hingga tak tahu Rayyan sudah ada di kamarnya. Rayyan naik ke ranjang lalu berbaring di samping Bella. Dia tak mau mengganggu tidur Bella.
Setelah beberapa lama Bella membuka matanya dan dia melihat Rayyan sudah ada disampingnya. Rayyan membelai rambut Bella "kau sudah bangun?".
Bella mengedip-ngedipkan matanya, mengumpulkan kesadarannya.
__ADS_1