Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
Takut Bella marah


__ADS_3

Rayyan benar-benar sibuk beberapa hari ini, tapi tak lupa dia sempatkan untuk selalu chat, telfon, bahkan video call dengan Bella. Bella sendiri tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Dia menikmati waktunya seperti biasa, kekampus, hangout sama teman maupun sahabatnya.


Di suatu malam setelah pertemuan dengan teman-teman organisasinya. Rayyan berusaha menelfon Bella. Seharian ini dia sangat sibuk hingga baru sempat memghubungi Bella


Panggilan telfon dari Rayyan tidak dijawab Bella sama sekali. Rayyan terus berusaha tapi tetap tak ada jawaban. Rayyan mulai gelisah, Dia takut Bella marah. Rayyan lalu memutuskan menuju ke apartemen Bella.


Sesampainya di apartemen, Rayyan masuk dan tak menemui Bella disana. Rayyan lalu menuju ke kamar Bella dan Dia juga tak menemukan Bella disana.


Rayyan lalu keluar kamar sambil berusaha menghubungi Bella. Selang sebentar, pintu apartemen di buka dari luar dan masuklah silosok yang ditunggu Rayyan yaitu Bella.


Rayyan merasa lega karena Bella telah ada dihadapannya. Bella baru menyadari kalau Rayyan ada disana dan sedang memandangnya lekat. "Ray kau disini?", Tanya Bella.


Rayyan tak menjawab pertanyaan Bella melainkan melangkah menuju Bella lalu memeluk Bella erat "aku merindukanmu", ucap Rayyan. Bella membalas pelukan Rayyan.


"Kenapa telfonku nggak dijawab?", Tanya Rayyan.


Bella melepaskan pelukannya dan memandang Rayyan, "Kau menelfon? Maafkan aku Hp ku silent dan ada di dalam tas".

__ADS_1


"Habis dari mana?", Tanya Rayyan.


Bella mengalungkan kedua tangannya di leher Rayyan "keluar sama teman-teman".


"Apa kau tak merindukanku?", Tanya Rayyan.


Bella tersenyum lalu mencium bibir Rayyan sekilas "tentu saja", jawab Bella. Sebenarnya Rayyan agak kecewa seharian dia tidak menghubungi Bella, tapi Bella sendiri juga tidak menghubunginya. Tapi alih-alih marah, Rayyan malah dibuat gemas dan selalu tak bisa marah dengan Bella. Gadis ini benar-benar sudah menaklukkannya.


"Aku lapar, Aku akan memesan makanan, kau mau apa?, Tanya Rayyan.


Mereka lalu berbincang-bincang di sofa.


Rayyan memandang penampilan Bella. Bella keluar mengenakan hot pants berbahan jeans dan baju crop model sabrina.


"Bell bisakah kau keluar dengan baju yang lebih tertutup?", Tanya Rayyan


Bella malah pergi meninggalkan Rayyan menuju ke kamarnya. Rayyan takut Bella marah, dia menyusul Bella di kamar. Bella sedang mengganti bajunya. Pemandangan yang sudah biasa dilihat Rayyan yang selalu membangkitkan gairahnya.

__ADS_1


Rayyan mendekat dan memeluk Bella dari belakang. " Bell maafkan aku, aku tak mau tubuhmu yang terbuka dilihat banyak laki-laki. Bella hanya diam dan melanjutkan mengganti bajunya.


Bella melepaskan pelukan Rayyan. "Ray bisakah kau keluar, aku mau istirahat. Dada Rayyan serasa sakit. Inilah yang dikuatirkannya, bahwa Bella akan marah padanya.


"Bell...maafkan aku...", Kata Rayyan.


Bella menuju ketempat tidurnya dan memejamkan matanya. Rayyan gelisah, Dia tak mau Bella marah. Rayyan menyusulnya ke tempat tidur dan memeluknya erat, Dia tak mau kehilangan gadis yang sangat disayanginya.


"Ray pulanglah..., Kata Bella".


Rayyan tak mau pergi...Dia tau bagaimana keras kepalanya Bella. Dia tak mau kehilangan Bella.


Rayyan berusaha untuk tidak membuat Bella emosi.


"Aku akan tetap disini, kau tidurlah".


Dan Rayyan pun tetap berada di apartemen Bella. Bella sudah terlelap, Gadis ini memang bisa cepat terlelap kalau moodnya sedang tidak baik. Rayyan memandangi wajah Bella dan membelainya. "Aku mencintaimu". Rayyan lalu mencium kening Bella.

__ADS_1


__ADS_2