Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
terganggu bunyi bel


__ADS_3

"Jangan bergerak Bell", kata Rayyan frustasi.


Bella lalu mengurai pelukannya dan memandang Rayyan heran "kau ini kenapa Ray...?". Rayyan menghela nafasnya... Dipandangnya wajah Bella yang cantik.


"kau benar-benar membuatku pusing Bell".


Bellapun penasaran "memang salahku apa?"


Rayyan menghela nafasnya lalu memandang Bella dengan gemas. Ia lalu mendekatkan wajahnya ke Bella. Diciumnya bibir Bella dengan lembut...., Setelah beberapa lama mereka berciuman, Rayyan lalu melepaskan ciumannya dan menempelkan dahi dan hidungnya ke Bella. Nafas Rayyan tidak teratur.


Rayyan kembali mencium Bella setelah mengatur nafasnya kembali. Rayyan memperdalam ciumannya. sepertinya bibir Bella memang sudah menjadi candu buatnya.


Tiba-tiba bel apartemen Bella berbunyi. selang berikutnya hp Bella juga berbunyi, layar menampilkan nama Amel disitu. Bella tau pasti bahwa amel yang membunyikan Bel apartemennya.


Bella turun dari pangkuan Rayyan dan tersenyum pada Rayyan kemudian meminta persetujuan Rayyan "aku buka pintu dulu ya". Rayyan mengangguk. Rayyan merasa dirinya harus menyegarkan fikirannya, Dia lalu menuju ke kamar mandi.


Bella membuka pintu, dan muncullah Amel dengan tergesa-gesa langsung nyelonong masuk "Bell...aku nginap disini ya". Amel melepaskan sepatunya dan mendapati ada sepatu pria disana.


"Bell, apa kau sedang ada tamu?". Bellapun mengangguk. Amel lalu berkata lirih "adam?".


Bella menggelengkan kepalannya.


"siapa", tanya Amel penasaran. Bella hanya tersenyum.


Amelpun duduk di sofa, Amel yang penasaran pun kembali bertanya pada Bella "siapa". Pintu kamar mandi luarpun terbuka dan menampakkan sosok Rayyan disana.


"Ray, kau disini?", tanya Amel. Rayyan tersenyum pada Amel lalu duduk disamping Bella. Amel kemudian menggoda Rayyan "hmmm, Ray sepertinya kau terlalu memanjakan Bella".


Rayyan memandang Amel "memanjakan gimana?, tanya Rayyan.

__ADS_1


Amelpun menjelaskan, "biar ku tebak, setelah kita bertemu di apotik waktu itu dan sampe sekarang, kaulah yang menjadi perawat Bella, Benar kan?!".


Rayyan hanya tersenyum.


"nah... benarkan", kata Amel. Amel lalu menambahkan, "Bella itu pasien yang nakal dan keras kepala, kuyakin kau selalu menuruti pintanya, benar begitukan".


.


Rayyan tersenyum mendengarkan ucapan Amel. Sambil memandang Bella, Rayyan berkata "kau benar pasienku sangat nakal, keras kepala dan juga manja".


Bella lalu menghadap ke Rayyan yang ada disampingnya lalu mencubit perut Rayyan. Rayyan tersenyum melihat ulah Bella.


Hp Bella kemudian berbunyi, ternyata panggilan dari mamanya. Bella menerima panggilan itu dengan agak menjauh dari Rayyan dan Amel. Bella menuju ke dapur agar lebih leluasa menerima panggilan dari mamanya.


Sementara itu Amel dan Rayyan masih ngobrol. Mereka mengenang masa pada saat mereka melakukan aksi kemanusiaan bersama.


"Ray...teman-teman masih sering kontak nggak?", tanya Amel. Rayyan mengangguk, "beberapa masih sering kontak".


Amel lalu tertawa, habisnya cewek cewek di aksi dulu kalo liat kamu kayak liat calon suami, jadi banyak yang caper (cari perhatian) masih ingat nggak?


Rayyan hanya tersenyum menanggapi Amel. Sementara itu Bella sudah kembali bergabung bersama mereka. "asik bener yang lagi reunian".


mengingat masa lalu bell, tuch Rayyan tuch, dulu di aksi kemanusiaan banyak cewek yang cari perhatian ma dia.


Bella lalu memandang Rayyan kemudian menggoda Rayyan. " hmmm... laku juga ya"


Rayyan memandang Bella lalu memegang tangan Bella secara sembunyi sembunyi.


"Hoax ..Amel ngarang cerita, nggak usah didengerin".

__ADS_1


Ray, reunian yuk ama anak-anak, buat acara dimana gitu, camping atau sewa villa gitu.


Rayyan menganggu -anggukkan kepalanya,


"menurutku lebih baik sewa villa daripada camping, yang nggak terbiasa ribet nanti."


Bener juga, camping lebih banyak persiapan, oh iya, Bell kamu kan ada Villa di Daerah B, pinjam dong...Amel menaik turunkan alisnya.


"Boleh, tapi bayar", jawab Bella.


Tumben-Tumbenan you perhitungan, kata Amel.


Bella lalu dengan senyum liciknya berkata pada Amel, "kalau ma kamu aku jadi perhitungan".


"kalau ma Rayyan", tanya Amel.


Gratis.. tis.. tis... tis, tanpa bayar sepeserpun.


Amelpun tak mau kalah "oke Ray, jadinya you aja yang pinjem ke Bella ya biar gratis. Mereka pun tertawa bersama.


langsung kesana aja, calling Bik yanti. tak kirim lewat chat nanti nomernya. Besok ku telfon bik yanti kalau kalian mau datang.


"kamu ikut aja Bell", saran Amel".


"nggak lah takut ganggu", jawab Bella dengan tersenyum.


"udah malem nich, aku balik dulu ya", kata Rayyan. Bella menganggukkan kepalanya.


"nggak nginep Ray", tanya Amel. Rayyan tersenyum "tidak". lalu Rayyan berpamitan. Bella mengantar Rayyan sampai pintu.

__ADS_1


Dengan berat hati Rayyan berpamitan pada Bella, "balik dulu ya".


"hati-hati...", jawab Bella. Rayyan pun beranjak meninggalkan apartemen Bella.


__ADS_2