Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
selalu menginginkannya


__ADS_3

Bella keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk Ridwan. Bella melihat Ridwan yang tidur bertelanjang dada sementara bagian bawahnya tertutup bed cover.


Bella menatap wajah tampan Ridwan. Ridwan mempunyai wajah yang meneduhkan. Tapi dari aktifitas yang mereka lakukan baru saja Bella telah melihat pemandangan yang berbeda dari Ridwan. Bella tersenyum lalu membelai wajah Ridwan.


Ridwan terbangun, dilihatnya wajah cantik yang baru saja memberikan kebahagiaan padanya.


"Kau sudah selesai mandi?, Tanya Ridwan.


Bella mengangguk, "maaf menganggu tidurmu..kurasa aku butuh baju ganti karena bajuku kotor".


Ridwan menatap Bella. Tubuh Bella hanya dililit dengan handuk hingga bahu dan punggungnya terlihat, begitu pula dengan paha Bella yang sangat mulus.


Ridwan lalu berinisiatif untuk membelikan baju Bella, sehingga dia langsung beranjak dari tidurnya. "Aku akan membelikannya untukmu, kau tunggu disini oke?!".


"Tak perlu, bisakah kau mengambilkan ponsel dan juga tasku di mobil?, Aku meninggalkannya disana. Aku sudah punya butik langganan yang selalu siap kirim kalau aku order".


Ridwanpun mengerti. Ridwan bangun dari rajangnya, "aku akan mengambilkannya untukmu".


"Terima kasih, "ucap Bella".


Ridwan mengganti pakaiannya lalu mengambilkan apa yang Bella mau. Diambilnya tas dan ponsel Bella yang sedari tadi tak pernah berhenti bergetar dan nampak layar menyala dengan sebuah nama disana "Rayyan".

__ADS_1


Rayyan sedari tadi menghubungi Bella namun tak terjawab berkali-kali. Ridwan sendiri bertanya dalam hatinya mengenai "Rayyan".


Sampai diruangannya Ridwan melihat pemandangan yang sangat indah, Bella berdiri menyambutnya dengan mengenakan kemeja Ridwan yang kebesaran ditubuhnya. Bella terlihat seksi dengan baju itu.


Kemeja tersebut dikancingkan rendah sehingga Ridwan bisa melihat kulit sekitar dada yang halus dan mulus. Ridwan juga bisa melihat belahan dada Bella yang tampak menggoda.


Bella mendekat ke arah Ridwan. Dan Ridwan benar-benar tak mampu mengalihkan pandangannya ke Bella. Penampilan yang seksi, Wajah cantik, dada montok, kaki mulus Bella. Sungguh Bella adalah godaan yang berat untuknya.


Saat Bella mendekat, Ridwan memilih meletakkan tas beserta ponsel Bella di meja yang dilaluinya.


Ridwan dengan cepat mencium dan ******* bibir Bella. Dan terjadilah kembali aktivitas yang membuat mereka mengerang penuh kenikmatan.


Setelah memuaskan hasrat mereka. Merekapun berbaring dengan saling berpelukan. "Kurasa aku tak butuh baju", ucap Bella menggoda Ridwan. Ridwan tersenyum lalu mencium pucuk kepala Bella.


Ridwan membelai wajah cantik Bella, "kau makin cantik setelah dewasa".


"Oh ya...kau lebih suka saat aku kecil atau dewasa?, Tanya Bella.


Ridwan pun mengingat kenangan masa lalunya dengan Bella.


"Saat kecil kau benar-benar cantik dan menggemaskan".

__ADS_1


"Jadi bagaimana setelah dewasa?", Tanya Bella.


" Hmmm....setelah dewasa kau sangat cantik dan juga..." (Ridwan menghentikan ucapannya.


"Juga apa?", Tanya Bella penasaran.


Ridwan lalu mendekat ke telinga Bella lalu berbisik " kau sangat seksi".


Bella tertawa, "bagian mana dari tubuhku yang menurutmu seksi?". Ridwan lalu mencium bibir Bella, "ini", lalu ini, sambil memberikan pijatan pada dada Bella. Bella mulai terpengaruh dengan pijatan dan permainan tangan Ridwan didadanya.


Bella mendesah. Melihat ekspresi Bella dan mendengar ******* Bella, Ridwan kemudian mengganti permainan tangan dengan bibirnya. Bella pun tak tahan. Ridwan layaknya bayi kehausan. Tak henti-hentinya dia bermain di dada Bella.


Bella mendesah berkali-kali. "Aku sangat menyukai bagian tubuhmu yang ini, besar dan padat. Ridwan kembali melakukan aksinya.setelah merasa puas di bagian dada. Tangan Ridwan menuju ke bawah...*******-***** dua gumpalan di bagian bawah Bella. "Ini juga seksi", kata Ridwan".


Setelah itu Ridwan membuka lebar lebar paha Bella...sungguh dia ingin memasukkan miliknya, tapi Bella sepertinya belum siap. Akhirnya Ridwanpun melakukan cara lain.


Setelah puas dan hari sudah malam. Ridwan teringat bahwa mereka belum makan. "Baby kau tunggu disini, aku akan menyiapkan makanan, "jangan berpakaian oke!".


Bellapun tersenyum mendengar ucapan Ridwan.


Ridwan kembali keruangan dengan membawa hasil masakannya. Dia melihat Bella terlelap dan sulit dibangunkan. Ridwan mengecup tiap bagian wajah Bella hingga Bella terganggu " ayo makan dulu, aku khusus membuatkannya untukmu".

__ADS_1


Bella lalu duduk sambil menutupi tubuhnya dengan bed cover. " Kurasa aku harus berpakaian atau kau akan memakanku", ucap Bella. Ridwan tersenyum lalu mengambilkan kemejanya yang tadi dipakai Bella.


__ADS_2