
Rayyan meletakkan tubuh Bella dengan pelan di ranjang, kemudian memberinya obat untuk diminum. "istirahatlah", kata Rayyan.
Bella lalu memejamkan matanya. Rayyan mau meninggalkan kamar tapi dicegah oleh Bella.
"kau mau kemana?" Rayyan kemudian menjelaskan kalau dia masih mau melanjutkan tugasnya. .Bella keberatan, Dia ingin Rayyan menemaninya. Rayyan mengalah Rayyan naik ke atas ranjang lalu mendekap tubuh Bella. "tidurlah". Bella lalu memejamkan matanya kembali.
Efek obat makin mempercepat tidur nyenyak Bella. Rayyan secara perlahan mengurai pelukannya lalu keluar kamar dan melanjutkan tugasnya.
Pada dini hari, Rayyan selesai mengerjakan tugasnya. Rayyan membersihkan dirinya dan bersiap untuk tidur. Sebelum tidur, dia mengecek kondisi Bella terlebih dahulu. Suhu badan Bella tidak panas dan Bella tidur nyenyak. Rayyan lalu kembali keluar kamar dan tidur di sofa.
Satu jam kemudian Bella terbangun karena ingin buang air kecil. Setelah ke toilet, Bella menuju ruang depan lalu menyusul Rayyan tidur di sofa. Mendapati gadis kesayangannya ada disampingnya, Rayyan lalu mengecup kepala Bella dan memeluk tubuhnya.
"kembalilah ke kamar, biar tidurmu lebih nyaman", saran Rayyan. Bella tidak mau, dia menggelengkan kepalanya.
Meski tidur di sofa yang mereka pakai juga nyaman, tapi Rayyan tak mau Bella sampai pagi berada disitu. " Bell, ayo balik ke kamar".
Bella tak merespon, Dia sudah dalam tidur nyenyaknya.
Rayyan akhirnya menggendongnya masuk ke kamar. merasa tubuhnya ada yang mengangkatnya, Bella terbangun " Ray tidur dikamar ya!, ajak Bella. Rayyan menatap Bella, Dia ragu untuk tidur di kamar Bella.
Sesampainya dikamar, Rayyan meletakkan Bella perlahan di ranjangnya. Bella melanjutkan tidurnya, Sementara Rayyan masih bingung apakah dia harus tidur di kamar ataukan diruang depan. Selang sebentar terasa ada pergerakan di tempat tidur. Rayyan memutuskan tidur di kamar.
__ADS_1
Bella tersenyum pada Rayyan lalu memeluknya. Rayyan sungguh tak bisa menolak pesona Bella. Rayyan memeluk dan membelainya penuh kasih.
Pagi pun datang, Rayyan bangun karena harus menunaikan kewajiban sebagai mahluk Tuhan. Rayyan mengamati Bella yang masih meringkuk di pelukannya. Dibelainya rambut Bella "Bell, bangun dulu, nanti tidur lagi".
Bella bergerak sebentar lalu makin menempel ke Rayyan.
"Bell....", panggil Rayyan. Bella tak bereaksi. Rayyanpun memanggilnya lagi, "Bella...". "hmm..", jawab Bella tanpa merubah posisinya. Bella masih ingin bermalas malasan.
"ayo bangun dulu", ajak Rayyan.
Bella membuka matanya lalu tersenyum, kemudian bangun dan mereka menunaikan kewajibannya.
Setelah bangun, Bella lalu tidur di ranjangnya lagi sambil memandang Rayyan. Rayyan menyelesaikan ibadahnya, kemudian kembali disamping Bella.
Benarkah?,bagaimana tidurmu, apakah nyenyak?".
Rayyan tersenyum. Melihat senyum Rayyan, Bella jadi penasaran. "kenapa malah tersenyum".
Rayyan tak tahu harus menjawab apa kemudian dia hanya bisa berdehem saja padahal tenggorokannya tidak gatal.
"Ray..., Bella kembali pengen tahu "Ray apa susahnya menjawab."
__ADS_1
"hmmm, bagaimana bisa nyenyak kalau didekatmu", kata Rayyan. Bella yang bingung itupun bertanya padanya. "memangnya kenapa?!
"hm", lagi lagi Rayyan berdehem.
"sudahlah, kau harus istirahat biar cepat pulih".
"Aku ada kuliah Ray", ucap Bella. Rayyan memandang Bella penuh tanya, "tubuhmu baru saja sakit. istirahat dulu setidaknya satu hari lagi.
Hari ini ada quiz dari salah satu dosen. Aku harus masuk.
"jam berapa kuliah, biar kuantar", kata Rayyan. Bella tak menjawab pertanyaan Rayyan. Bella mengubah posisinya menjadi berbaring, Dia memandang Rayyan lalu menggigit jari rayyan yang sedari tadi membelai wajahnya.
Rayyan tersenyum gemas pada Bella. gadisnya ini sepertinya suka sekali mengigit.
Setelah mengigit jari Rayyan, Bella memasang wajah cemberut. "kenapa", tanya Rayyan.
"apa kau sadar tanganmu kayak setrikaan mondar mandir di wajahku".
Rayyan tertawa mendengarkan perkataan Bella. "apa kau tau wajahmu benar benar lucu kalau cemberut".
"Ray....". mendapati wajah Bella yang kesal
__ADS_1
Rayyan lalu mengecup bibir Bella, kemudian seluruh bagian wajah Bellapun tak lepas dari kecupan bibirnya. Bella menghentikan Rayyan, dan detik berikutnya mereka beradu pandang.
Rayyan mencium Bella lembut. ciuman itu berlangsung lama. Ciuman itupun berakhir karena Rayyan sudah merasakan reaksi di bawah sana.