
Rayyan seringkali ke tempat Bella dan menghabiskan waktu bersama Bella. Seperti kali ini saat mereka sedang menikmati waktu bersama. "Bel, ayo menikah". Bella yang sedang berbaring dipelukan Rayyan pun menengadahkan kepalanya memandang Rayyan.
"Kenapa tiba-tiba membahas ini, apa ada sesuatu?", Ucap Bella.
Rayyan mempererat pelukannya pada gadis cantik disampingnya itu. "Aku benar-benar ingin menikah denganmu, Aku sangat mencintaimu".
"Apa kau mau cerita sesuatu... beberapa hari ini kau seperti ingin membicarakan sesuatu, ada apa denganmu?", Tanya Bella kepada Rayyan, beberapa hari ini Rayyan memang terlihat memendam sesuatu. Setiap kali Rayyan mau bercerita selalu diurungkannya. Rayyan sepertinya sedang ada beban di fikirannya.
Bella lalu mengubah posisinya, sekarang dia duduk di samping Rayyan dan menghadap Rayyan sambil memegangi selimut yang ada didadanya, karena mereka masih dalam keadaan tanpa busana sehabis aktifitas panas mereka.
"Ray katakan padaku, apa yang mengganggumu?". Rayyanpun akhirnya ikut duduk. "Bell....orangtuaku menjodohkanku dengan Aisyah".
"Hmm baguslah... Aisyah memang tepat untukmu", ucap Bella. Lagi-lagi Rayyan mendapati Bella yang tak perduli dengan perasaannya.
"Kenapa kau selalu berbicara kalau Aisyah tepat untukku, padahal kau tau siapa yang kuinginkan".
Bella lalu berbaring kembali, kenapa kau bertanya padahal kau tau jawabannya, Aisyah cantik, baik, sholehah, bahkan dia mampu menjaga kehormatannya. Sedangkan yang kau inginkan ini, berapa laki-laki yang sudah menyentuhku".
Rayyan sedikit marah mendengar perkataan Bella. " Bell...".
"Ray...ikuti perintah orangtuamu, mereka tau yang lebih baik untukmu, mungkin kau harus mulai meninggalkanku, cobalah menghabiskan beberapa waktumu dengan Aisyah, mungkin kau akan jatuh cinta dengannya."
__ADS_1
Lagi-lagi Rayyan dihadapkan dengan rasa kecewanya pada Bella. "Kenapa selalu mudah bagimu mengucapkannya", tanya Rayyan.
Ray yang kau rasakan bukan cinta, kau hanya tertarik saja denganku... Kau tertarik dengan kecantikanku, karakterku dan juga tubuhku...bukankah kau sudah mendapatkannya? Coba sesekali kau perhatikan Aisyah, perhatikan kecantikannya, karakternya, tubuhnya mungkin kau akan mulai memikirkannya.
Rayyan sedikit berteriak, "Bell"
Ray...apa bedanya dia denganku... dia cantik, berkarakter baik, tubuhnya..kalau kurang sexy kau bisa menyuruhnya berolahraga.
Kau sudah mendapatkan semuanya dariku Ray...apa kau tak bosan...apa kau tak ingin mendengarkan cerita cerita baru dari orang baru, apa kau tak ingin menikmati tubuh lain?
"Bell....", Rayyan kali ini benar-benar berteriak. Bella benar benar tak suka orang meneriaki Dia. Bella beranjak masuk ke kamar mandi dan mengunci diri disana.
Bella tau suatu saat ini akan terjadi...saatnya membuang Rayyan yang terlalu baik baginya. Bella mengisi bathtubnya dengan air hangat kemudian berendam disana.
Setelah berendam Bella kemudian keluar dari kamar mandinya. Dia melihat kamar tidurnya sudah rapi dan tak ada Rayyan disana. Bella lalu memilih baju yang akan dikenakannya untuk keluar. Dia merasa harus memghabiskan waktu di luar apartemennya.
Setelah selesai menata diri, Bella mengambil tas dan kunci mobilnya lalu keluar kamar.
"Kau mau kemana", tanya Rayyan. Ternyata Rayyan masih ada di apartemennya.
"Aku mau keluar", jawab Bella. Rayyan lalu mendekat kearah Bella dan mengambil kunci mobil yang ada di tangan Bella. "Ayo kuantar", Rayyan mengambil tas miliknya dan menuju ke pintu apartemen.
__ADS_1
Bella terdiam sejenak lalu kemudian dia juga memutuskan untuk beranjak. Di dalam mobil sedikit sekali percakapan dari mereka.
"Mau kemana?", Tanya Rayyan.
"Tempat makan aku ingin makan", ucap Bella.
Rayyan melajukan mobilnya ke salah satu tempat makan yang disukai Bella. Mereka sampai di tempat dan memesan makanan. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Rayyan mencoba mencairkan suasana.
"Bell besok ke rumahku ya, ku kenalkan ke orangtuaku", ucap Rayyan. Bella memandang Rayyan "Ray... Kau tau aku tak bisa, jadi jangan membahas ini lagi".
"Bell, mau sampe kapan kita begini?". Rayyan benar-benar bingung, keluarganya selalu mendekatkan Aisyah padanya, sementara Rayyan ingin bersama Bella yang entah belum siap atau tidak pernah siap sama sekali.
"Ray...tinggalkan aku.. pergilah ke Aisyah", pinta Bella. Rayyan tau bahwa dia takkan menang dari Bella. Hatinya untuk Bella, tapi Ia tau Bella bukanlah orang yang mudah memberikan hatinya untuk orang lain dan inipun berlaku bagi Rayyan.
Rayyan mulai putus asa "Kenapa selalu mudah bagimu untuk mengatakan hal itu".
Bella memandang Rayyan tepat di matanya, Ray, semuanya mudah bagiku dan akan mudah bagimu kalau kau merelakannya. Terima Aisyah dan cobalah berhubungan dengannya, kuyakin kau akan menyukainya.
"Lagi-lagi sesuatu jadi mudah buatmu, aku bukan kau Bell yang bisa dengan mudah membuang seseorang atau berpindah hati dengan cepat pada orang lain", Rayyan akhirnya mengatakannya, diantara kesal dan mencoba memberikan pengertian ke Bella.
Bella tersenyum, Dia sadar sudah melukai Rayyan, dan kata-kata Rayyan memang benar adanya. "Kau benar Ray, aku memang segitu mudahnya, bahkan kalau saat ini saat sedang bersamamu aku ingin juga bersama pria lain, maka akan kulakukan". Dan sepertinya sekarang aku sedang ingin bersama pria lain.
__ADS_1
"Bell...", Rayyan kesal, Rayyan memanggil nama Bella dengan penuh penekanan, sementara Bella mulai beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu restoran.