
Dua malam sudah Bella, Rayyan, Amel dan teman-temannya menginap di villa. Sekarang waktunya mereka untuk pulang.ek
"Ray kau tak ikut kami?", tanya salah seorang teman Rayyan.
"tidak, aku bersama Bella", jawab Rayyan.
Temannyapun lalu berdehem menggoda Rayyan. "Baiklah kami duluan ya".
Mereka semuapun berpamitan kepada Rayyan dan Bella.
Bell, kami duluan.. terimakasih atas villanya, kapan-kapan boleh kesini lagi kan?.
Bella tersenyum "tentu saja...hati-hati dijalan".
Amel juga berpamitan ke Bella namun dengan bisik-bisik ke telinga Bella, duluan...jangan lupa pulang, mentang-mentang dapat mainan baru".
Bellapun hanya tersenyum menanggapi Amel.
Giliran Rayyan dan Bella yang mau meninggalkan villa, disana ada mbak Nani yang menyiapkan segala sesuatunya termasuk oleh oleh dari bik yanti untuk Bella.
"ini apaan mbak?", tanya Bella.
mbak nanipun menjelaskan, "oleh-oleh buat non Bella, ada hasil panen, dan juga masakan matang nanti tinggal manasi ya non!".
Bellapun berterimakasih kepada mbak nani dan menitipkan ucapan terimakasihnya ke bik yanti kepada mbak nani.
__ADS_1
Rayyan dan Bella lalu berpamitan. Mereka berduapun meluncur menuju tempat tinggal mereka.
"sepertinya banyak yang menyayangimu", kata Rayyan sambil pandangannya memgarah ke oleh oleh yang ada di mobil Bella.
"jadi apakah pak sopir termasuk yang menyayangiku?", Bella menatap Rayyan dan ingin tau apa jawaban Rayyan.
Rayyan menatap gadis disebelahnya lalu berkata "apa masih perlu kujelaskan?", tanya Rayyan. Bella tersenyum mendengar jawaban Rayyan.
Satu jam kemudian, Bella dan Rayyan sampai di apartemen Bella. Setelah membereskan barang bawaan mereka, Bella lalu ke kamar mandi membersihkan diri.
Bella keluar dari kamarnya dengan keadaan yang lebih fresh dan sudah berganti baju. Dia lalu menghampiri Rayyan dan duduk dipangkuannya "mau kubuatkan kopi?".
Rayyan menggelengkan kepalanya.
Bella diam sejenak "no...don't go...bukankah kau bisa mengerjakannya disini".
Rayyan tau dia bisa mengerjakannya di apartemen Bella, tapi Dia juga tau kalo godaan terbesarnya adalah Bella.
Kalau di kost pasti pekerjaannya lebih cepat selesai ketimbang berada di tempat Bella.
"Aku ingin mengerjakan di kost, Besok kita ketemu lagi oke?"
Bella mengelengkan kepalanya.
Rayyan harus ekstra memberikan pengertian ke Bella, karena gadis ini tipe keras kepala.
__ADS_1
"Bell...bukankah beberapa hari ini kita sudah bersama, besok kuantar kuliah, oke?".
Dan Bella menggelengkan kepalanya kembali.
"Bell...ayolah...aku harus segera mengerjakan pekerjaanku".
mendengar Rayyan yang masih bersikeras untuk pulang, Bella lalu turun dari pangkuan Rayyan dan menuju ke kamarnya.
Rayyanpun bingung karena gadis kesayangannya sedang marah. Dia lalu menuju kamar Bella dan mendekat ke ranjang dimana Bella berada.
Bella sedang berbaring menghadap kesamping dan memejamkan matanya, Rayyanpun naik ke atas ranjang dan mendekatinya
Bell...ayolah...besok aku kesini lagi oke...
Bella tetap diam. Merasa usahanya sia-sia, Rayyan akhirnya mengalah.
"baiklah kau menang, aku tinggal disini".
Dan Bella masih diam.
Rayyan lalu membalikkan tubuh Bella kehadapannya dan dipeluklah tubuh ramping itu. Rayyan membelai rambut Bella
"apa kau mau ngambek seharian?, tanya Rayyan. Bella masih saja diam, lalu Rayyan mengelitik pinggang Bella dan Bella akhirnya membuka mata dan suaranya. "Ray....stop geli...".
Rayyan tersenyum melihat Bella, Dia gemas sekali melihatnya. Rayyan akhirnya menginap di apartemen Bella.
__ADS_1