
Malam tiba dan acara barbequean pun jadi dilaksanakan. Bella mengikuti acara tersebut. Bella berbaur dengan teman Amel dan Rayyan.
Disela sela obrolan ada seorang cowok yang iseng menggoda Bella. "Bell, dah da cowok belom, kalo belom, boleh dong jadi cowoknya". semua mata pun menuju ke cowok tadi dan Bella.
Bella hanya menjawabnya dengan senyum.
Amel lalu membalas ucapan temannya "TAK BOLEH".
si cowok tak mau kalah, dia menunjuk teman temannya yang cewek yang ada didekatnya. Dia lalu berucap menirukan tokoh kartun "mo yang ini boleh?!
"TAK BOLEH" jawab Amel
"Yang Ini" tanya si cowok lagi. dan Amel menjawab hal yang sama "TAK BOLEH, ini semua milik orang"
yang mendengar candaan mereka berdua pun tertawa demikian pula dengan Bella.
Suasanapun jadi tambah rame ketika cowok tadi melihat Rayyan ikutan tertawa. cowok tadi gantian menggoda Rayyan. Rayyan dari tadi duduk di kursi yang agak jauh dari Bella. sementara Bella, duduk dekat Amel.
Ciye...ciye...yang dari tadi merapatkan barisan, disini ngenes, disitu malah pacaran seorang mulu, yang sini dingin tau Ray...jomblo ngenes nich...
Semua matapun tertuju pada Rayyan dan gadis cantik didekatnya yang sedari tadi menempel pada Rayyan. Gadis itu dari tadi mencurahkan perhatiannya pada Rayyan. Gadis itu hanya fokus pada Rayyan dan memberi perhatian ke Rayyan.
Mendengar candaan temannya, Rayyan lalu memandang Bella. Mengetahui Rayyan memandangnya, Bellapun tersenyum manis. Rayyan lalu berkata kepada temanya "hmmm siapa yang pacaran...orang dari tadi ngobrol, lebih tepatnya reunian bukan pacaran", jawab Rayyan.
"pacaran juga nggak papa kali Ray...orang sama sama single, nggak da yang larang. terkecuali kalo dah da yang punya."
__ADS_1
Teman Rayyan tadi lalu bertanya pada si cewek apakah sudah ada yang punya, dan si cewek menggelengkan kepalanya memberikan isyarat bahwa dia masih angle belum ada yang punya.
Teman Rayyan lalu bertanya kepada Rayyan. Kalau kamu Ray, dah da yang punya belum?
mendengar pertanyaan temannya, Rayyan lalu memandang ke arah Bella dan berkata, "Sudah".
Suasanapun jadi heboh kembali saat teman Rayyan kembali menggoda Rayyan. "nggak papa, baru punya ) satu kan, jatah kita empat.
Kamu aja yang empat, aku satu aja, jawab Rayyan.
Amel lalu menambahi, "jangankan empat, satu aja susah didapat, mana ada yang mau ama dia. mendengar jawaban Amel, Merekapun tertawa dan melanjutkan candaan lainnya.
Hari makin malam dan udara di sekitar villa menjadi makin dingin. Bella mulai bersin bersin beberapa kali, telapak tangan dan kakinya pun ikut dingin.
Bella sudah tidak tahan dengan suhu diluar villa, Bella yang sudah mengenakan setelan joger dengan crewneck hangat, tetap tak tahan dengan suhu di malam itu.
Rayyan menyusul Bella ke dapur, "buat apa?".
Bella memandang ke arah suara "susu hangat Ray, aku kedinginan".
tak berselang lama, mbak nani datang ke dapur, "buat apa non, biar mbak buatin".
Bella lalu menyerahkan pekerjaan itu ke mbak nani "buatin susu hangat ya mbak, dan satu gelas kopi. mbak nani pun membuatkan yang diminta Bella.
Bella dan Rayyan menuju ke kamar Bella. Sesampainya di kamar Bella, mereka duduk di sofa. Bella terus terusan bersin dari tadi. Rayyan mengambilkan selimut hangat yang ada di ranjang dan menyelimutkannya ke Bella. Rayyan bergabung di sofa lalu memegang tangan Bella, "telapak tanganmu dingin sekali Bell". Bella mengangguk.
__ADS_1
beberapa menit kemudian mbak nani membawakan segelas susu, segelas kopi dan pisang goreng hangat. Rayyan menerimanya.
Bella lalu berkata "makasih mbak...istirahatlah sudah malam".
baik non, permisi, kata mbak nani.
Bella lalu minum susu hangatnya dan Rayyan menikmati kopinya. Rayyan menghangatkan telapak tangan Bella yang dingin. Ray telapak kakiku juga dingin.
"apa kau bawa kaus kaki?", tanya Rayyan.
Bella menunjuk ke kopernya, "ada di koper".
Rayyan lalu membuka koper, koperpun terbuka dan Rayyan disuguhi pemandangan yang membuatnya tersipu, "Bell, kenapa kau tak meletakkannya di dalam wadah?".
Bella teringat dia meletakkan kaos kaki di dalam wadah, "aku sudah meletakkannya di dalam wadah".
Rayyan lalu menunjukkan koper Bella, "maksudku ini Bell".
Bella lalu tersenyum melihat penutup dadanya dilihat Rayyan. maafkan aku, tadi buru buru ambil tak sempat masukkan lagi ke wadah.
Rayyan menghela nafasnya. "dimana kaos kakimu?"
Bella lalu menunjuk ke kopernya, "Di wadah paling kecil"., jawab Bella
Bella meletakkan kaos kakinya di pounch kecil. Rayyan menemukannya lalu memakaikannya ke kaki Bella.
__ADS_1
"sudah mendingan?", tanya Rayyan. Bellapun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis pada Rayyan, sungguh pemandangan yang menyenangkan buat Rayyan.