Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
gagal bersemedi


__ADS_3

Dua minggu berlalu, baik Rayyan maupun Bella tidak pernah kontak satu sama lain.


Banyak pemikiran di benak Rayyan mengenai Bella. Dan akhirnya ia membiarkan saja daripada terus berfikir.


Bukannya tak ingat Bella, tapi banyak tanya akan Bella. Bella sendiri tak pernah menghubunginya. Itupun jadi pertanyaan bagi Rayyan.


Di suatu siang Bella sedang menikmati perjalanan ke villa miliknya. Anak bik yanti sang pengurus villa akan menikah. Bella diutus mamanya berkunjung ke sana. lagipula Bella butuh udara segar sehingga akhirnya dia memutuskan untuk menuruti mamanya.


Sesampainya di villa, Bella disambut keponakan bik yanti yang diutus untuk menyiapkan segala keperluan Bella disana. Bella kemudian naik ke lantai dua tempat kamarnya berada. Bangunan villa itu sangat terawat dan terjaga kebersihannya. Bik yanti dan suaminya adalah pekerja yang rajin dan juga dapat dipercaya.


Bella membuka kamarnya yang tertata rapi dan bersih, Dia membuka jendela menikmati pemandangan dan menghirup udara segar. beberapa lama kemudian Bella memutuskan untuk istirahat sejenak. Bella berbaring di ranjangnya dan terlelap disana.


Selang beberapa lama, rombongan mobil masuk pekarangan villa. setelah turun salah satunya terkejut karena mendapati mobil Bella ada disana. tak berselang lama seseorangpun juga terkejut karena mengenali mobil yang terparkir di villa adalah mobil Bella.


kedua orang itu adalah Amel dan Rayyan yang datang bersama teman-temannya. Keponakan bik yanti langsung menyambut mereka. Amel lalu bertanya padanya, "Bella ada di sini ya mbak?"


"iya non,non Bella baru saja nyampe, sekarang lagi istirahat di kamar atas."


Rayyan yang mendengar hal itu terasa ada yang bergejolak di dirinya. Amel lalu menelfon Bella. Selang beberapa lama, panggilan pun diterima. Dengan malas-malasan Bella yang bangun tidur itupun menjawab panggilan "hai mel".

__ADS_1


Kamu di villa bell, sama siapa?, tanya Amel.


Kog tau aku di villa, nggak sama siapa siapa, sendirian, mau nemenin?


"syukur dech", ucap Amel.


"Memangnya kenapa kamu takut kalau aku ma Adam...cemburu ya..." Bella menggoda Amel.


Nggak gitu...nich aku ma teman teman di villa. Bella lalu duduk di ranjangnya " hahhh acaranya hari ini? napa nggak bilang mel...., tau gitu aku nggak kesini."


Ya nggak papalah biar makin rame, jawab Amel. Bella menghela nafasnya, "kamar bawah muat nggak...kalau muat jangan ada yang ke lantai atas ya, aku mau semedi.


"oke...dah lanjutin semedi you, biar cepet dapat jodoh". mereka berduapun tertawa.


Amel bersama teman temannya pun masuk villa dan mulai membagi kamar.


Masih kurang nggak mbak, kalau masih kurang bisa pakai dua kamar diatas.


" iya nich mbak masih kurang bisa pakai kamar atas ya?, tanya Amel.

__ADS_1


Bisa mbak terkecuali kamar utama dan kamar non Bella.


oke mbak tolong tunjukin ya!.


Amel dan teman temannya pun sudah mendapatkan kamar masing masing. Mereka membereskan barang bawaannya. Amel, Rayyan dan dibantu beberapa teman membawa logistik mereka untuk bahan makanan selama mereka tinggal disana.


Amel mendapati mbak nani si pengurus villa sedang memasak. "mbak permisi naruh barang ya mbak"


"silahkan non...."jawab mbak nani


"masak buat Bella?"


"iya non...non Bella baru bangun, minta dibuatkan makanan, belum makan siang tadi."


Mendengar nama Bella selalu disebut dan Bella juga berada di tempat yang sama dengan dirinya, hati dan fikiran Rayyan bergejolak.


Silahkan non kalau mau pake dapur, saya mau antar makanan dulu.


"iya mbak, makasih", jawab Amel.

__ADS_1


__ADS_2