Bella Sang Penakluk

Bella Sang Penakluk
keputusan kurang tepat


__ADS_3

Sore hari Bella mendapat kunjungan dari papanya. Papanya membawa kejutan tak menyenangkan. Papa Bella mengatakan bahwa Dia akan segera menikah. Dia meminta Bella untuk hadir di pernikahannya.


Bella belum bisa menerima hal tersebut. Dia kecewa lalu meminta papanya keluar dari apartemennya. Bella sedih, kemudian Dia beberapa kali berusaha menghubungi Rayyan tapi tidak tersambung. Sebelum pergi camping Rayyan pernah cerita kalau sinyal telepon seluler susah disana.


Bella akhirnya mengirimkan pesan pada Rayyan, berharap segera mungkin Rayyan bisa membaca pesannya dan membalasnya.


"I need U, bisakah kau pulang". Itulah pesan yang diketik Bella untuk Rayyan.


Setelah mendapatkan kunjungan ayahnya sore tadi. Bella hanya bermalas-malasan di kamar. Hingga sebuah panggilan telepon mengganggunya. Bella fikir itu dari Rayyan, ternyata dari Ridwan. Setelah perjumpaan kembali dengan Bella, Ridwan beberapa kali menghubungi Bella melalui chat ataupun telepon.


Bella yang sedang dalam keadaan mood tidak baik itu lalu menerima panggilan dengan malas.


"Assalamualaikum malaikat Ridwan", sapa Bella.


"Waalaikumsalam, bisakah kau shareloc tempat tinggalmu", pinta Ridwan.


Bella langsung mematikan hp nya. Ridwan bingung kenapa Bella tiba-tiba mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


Selang beberapa detik, ada notifikasi pesan masuk ke hp Ridwan. Ridwan membuka pesan tersebut ternyata dari Bella yang menunjukkan lokasi tempat tinggalnya beserta keterangan mengenai unit apartemennya.


Ridwan yang sedang berada di kota yang sama dengan Bella itu langsung menuju ke tempat tinggal Bella. Ridwan bermaksud memberikan beberapa oleh-oleh dari Ummi nya untuk Bella. Umminya memang sejak dulu selalu suka dengan Bella.


Ridwan masih teringat pembicaraan antara dia, Abi dan juga Umminya mengenai Bella.


"Ummi dapat salam dari Baby Ara", ucap Ridwan


Umminya Ridwan langsung berpikir sejenak, "Baby Ara? Arabella?, Yang kalau ngambek atau nangis baru diem kalau kamu gendong?".


"Ummi ingat sekali...Dia anak yang sangat lucu dan juga cantik, bagaimana sekarang apa dia masih cantik?"


Ridwan mengingat pertemuannya kembali dengan Bella lalu spontan menjawab pertanyaan dari Uminya. "Cantik...cantik sekali"


Ustad Buchori lalu berdehem mendengar jawaban dari putranya. Ridwanpun baru menyadari kalau barusaja dia memuji Bella dihadapan kedua orangtuanya. Umminya pun tersenyum mendengar jawaban dari putranya. "Hmmm denger nggak Bi...sepertinya calon mantu sudah dekat", ucap ummi Salamah.


"Iya ummi, semoga disegerakan", jawab Ustad Buchori.

__ADS_1


Ridwan pun jadi tersipu mendengar perkataan kedua orangtuanya.


Selang beberapa waktu perjalanan, sampailah Ridwan di apartemen Bella, Dia lalu memarkir mobilnya. Ridwan menelfon Bella berkali-kali tapi tidak dijawab. Karena lama tak djawab, Ridwan memutuskan untuk naik ke lantai dimana apartemen Bella berada. Sesampainya disana Ridwan lalu mencari unit apartemen Bella.


Ridwan memencet bel pintu di apartemen Bella. Bella yang mendengarnya lalu beranjak dari tempat tidurnya. Bella membuka pintu dan nampaklah Ridwan di hadapannya. Bella lalu mempersilahkan Ridwan masuk dan menutup kembali pintu apartemennya.


Bella memandang Ridwan yang ada di depannya. Bella berkata dalam hati, "Wajahnya masih sama..selalu teduh dan menyejukkan". Bella langsung memeluk Ridwan. Ridwan terkejut, Dia hanya terdiam menerima aksi Bella. Sementara Bella merasa nyaman mencium aroma tubuh Ridwan yang menenangkan. Bella memejamkan matanya.


Selang beberapa menit pelukan Bella ke Ridwan mulai terurai dan beban tubuhnya makin berasa berat. Ridwan tau Bella tertidur, seperti kebiasaannya waktu kecil jika sedang bermasalah. Ridwan lalu membawa Bella menuju kekamarnya dan meletakkan Bella di Ranjang.


Ridwan memandang wajah cantik Bella, kemudian dia menyelimuti Bella. Ridwan baru tersadar bahwa Bella memakai dress minim dengan potongan Dada rendah. Ridwan bisa melihat kaki Bella yang jenjang dan mulus. Sementara potongan baju di bagian dada Bella tak cukup menampung isi di dalamnya yang membuatnya terlihat ingin menyembul keluar.


Ridwanpun beristighfar karena sempat fokus pandangannya ke situ. Ridwan lalu menyelimuti Bella yang nampak sangat nyenyak tidurnya.


Ridwan kemudian menuju ke sofa yang ada di kamar itu. Dia duduk disana sambil memandang Bella. Sungguh dia merasa bahwa keputusannya untuk masuk ke apartemen Bella adalah keputusan kurang tepat. Tapi niatnya hanya ingin memberikan oleh-oleh umminya kepada Bella.


Teringat oleh-oleh untuk Bella, ada beberapa oleh-oleh yang harus disimpan dikulkas. Ridwan lalu keluar dari kamar Bella untuk menaruhnya di kulkas. Setelah selesai, Ridwan lalu kembali ke kamar. Dia bingung antara harus menemani Bella atau harus keluar dari apartemen itu karena Ridwan tau kondisi Bella sedang ada masalah.

__ADS_1


__ADS_2