
Tidak menunggu lama menu pesanan mereka telah tersaji.
Mereka mulai memakan menu pesanan mereka.
"Dys kamu ada hubungan apa dengan pak Aaron?" Tanya Mira tiba-tiba di sela makannya.
"Teman kerja." Jawab Gladys singkat lalu memasukkan sesuap kuah soto ayam ke dalam mulutnya.
"Selain itu?" Tanya Mira lagi.
Gladys tersenyum. "Memangnya mau hubungan apalagi?" Tanya Gladys balik.
"Pacar maybe." Jawab Mira sambil melihat ke arah Gladys
Gladys tersedak mendengar ucapan Mira, segera dia mengambil segelas air lalu meminumnya. "Yah kali saya pacaran dengan pak Aaron. Gak mungkin." Ujar Gladys.
"Satu kantor udah pada tau kalau Pak Aaron lagi ngejar kamu." Ujar Mira.
"Kok bisa?" tanya Gladys heran. "Apa karena waktu itu mereka lihat saya masuk ke dalam mobil pak Aaron." Tebak Gladys.
Mira mengangguk tanda mengiyakan tebakan Gladys. "Baguslah kalau kalian gak pacaran." Ujar Mira senang.
"Kamu kok keknya kelihatan senang gitu?" Tanya Gladys penasaran.
"Kelihatan banget yah?" Tanya Mira.
"Kamu suka dengan Pak Aaron?"
Mira tersenyum malu-malu mendengar pertanyaan Gladys dan tentu saja dari senyuman itu Gladys sudah tau jawabannya dari pertanyaannya.
"Kok bisa? secara Pak Aaron itu playboy. Yah memang sih kalau masalah tampan dia memang tampan tapi kan kamu tau sendiri." Ujar Gladys.
"Mau gimana lagi, namanya juga suka."
"Apa kamu pernah jadi pacar Pak Aaron?"
"Boro-boro pacaran, ngomong aja jarang."
"Kok bisa? bukannya gosipnya dia udah pacaran hampir semua wanita di kantor?"
"Kan hampir, bukan berarti semua."
"Kamu parah juga sih, bisa suka sama laki-laki playboy gitu." Ujar Gladys "Tunggu jadi ini alasan kamu melarang Teddy ikut?" Lanjutnya
Mira menjawabnya dengan anggukan. "Kamu bisa bantu gak?" Tanya Mira.
"Mau bantu gimana? Saya juga gak begitu akrab dengan pak Aaron tapi kamu tenang saja saya akan coba bantu kamu." Ujar Gladys lalu memasukkan sesuap kuah soto ayam ke mulutnya.
Selesai makan mereka kembali ke kantor dan masuk ke dalam lift.
Lift yang mereka pakai berhenti di lantai 23. Saat lift terbuka terlihat Aaron yang masuk ke dalam lift.
__ADS_1
"Kalian dari mana?" Tanya Aaron.
Gladys memberi kode dengan menyenggol tangan Mira untuk menjawab pertanyaan Aaron.
"Kita... kita dari makan siang." Jawab Mira grogi.
"Di kantin kantor?" Tanya Aaron lagi.
"Bukan." Jawab Mira.
"Gimana kalau kapan-kapan kita bertiga makan siang bareng aja. Setuju gak?" Tanya Gladys yang berusaha mendekatkan Mira dan Aaron.
"Saya sih terserah." Jawab Mira sambil menyelipkan rambutnya kebelakang telinga.
"Ok" ujar Aaron.
Pintu lift telah terbuka. Mira kembali ke meja kerjanya begitupun dengan Gladys. Sementara Aaron berhenti di meja kerja Gladys.
"Dys minta nomor hp kamu, biar gampang nanti
kita janjiannya." Ujar Aaron lalu memberikan hpnya kepada Gladys. Sebenarnya janjian makan siang itu hanya di jadikan alasan bagi Aaron agar mendapatkan nomor hp Gladys. Selama ini Aaron tidak pernah meminta nomor hp wanita tetapi para wanitalah yang meminta nomor hpnya terlebih dulu.
Gladys lalu mengetikkan nomor hpnya pada layar hp Aaron dan mengembalikan hp Aaron.
"Thank you." Ujar Aaron lalu masuk ke dalam ruangan Mikael
Ruangan CEO
Mikael melihat Aaron yang mengikuti Gladys hingga ke meja kerja Gladys lalu berbicara kepada Gladys.
Dia lalu melihat Aaron yang memberikan hpnya pada Gladys.
"Gladys gapain sih kasih nomor hp dia ke Aaron?" Tanya Mikael dalam hati kesal. Dia terus memperhatikan Aaron dan Gladys
"Walaupun dia hanya pacar bohongan, tapikan dia tetap saja tidak boleh dekat dengan laki-laki lain." Gumam Mikael.
Pintu ruangannya terbuka, dia melihat Aaron yang melangkah masuk menghampirinya.
"Hai Boss." Sapa Aaron.
Mikael hanya melihatnya sepintas lalu kembali melihat ke layar laptopnya.
"Fokus amat Boss sama kerjaannya." Ujar Aaron lalu duduk depan meja kerja Mikael.
"Ada apa?" Tanya Mikael yang masih fokus pada laptopnya.
"Saya mau mendiskusikan finishing design bangunan pabrik PT Ayustya." Jawab Aaron lalu menyalakan laptop yang sedari tadi di bawanya.
"Kamu dan Gladys dari mana?" Tanya Mikael sembari menunggu laptop Aaron menyala.
"Kami tadi ketemu di lift, dia dari makan siang." Jawab Aaron yang sedang mencari file di laptopnya dan menunjukannya pada Mikael. "Coba kamu lihat designnya." Ujar Aaron.
__ADS_1
***
Gladys telah selesai dengan kerjaannya, dia melihat ke arah Teddy dan di sadari oleh Teddy.
"Ada apa?" Tanya Teddy tanpa melihat ke arah Gladys.
"Kamu udah punya pacar?" Tanya Gladys.
Teddy kaget mendengar pertanyaan Gladys, dia langsung berbalik ke arah Gladys.
"Kenapa kamu tiba-tiba tanya begitu?" Tanya Teddy.
"Iseng aja. Soalnya kamu selalu terlihat serius, apalagi saat kerja. Gak kebayang aja saat kamu bersama pacar kamu." Jawab Gladys yang masih melihat Teddy.
"Saya memang sudah seperti ini. Udah gak usah lihat saya lagi. Kamu mau bikin saya malu ?"
Gladys tersenyum puas melihat Teddy yang sudah merasa malu karenanya
"Hm hm hm."
Mereka berdua langsung berbalik ke sumber suara.
"Pak Mika " Ujar Gladys dan Teddy bersamaan.
"Ini sudah waktunya pulang. Kamu udah bisa pulang Teddy dan kamu Gladys ikut saya." Ujar Mikael dingin.
"Kita mau kemana pak Mika?" Tanya Gladys sambil mengambil tasnya.
"Ikut saja." Ujar Mikael lalu melangkah ke lift diikuti oleh Gladys.
Begitu pintu lift terbuka mereka masuk ke dalam.
"Kita mau ke lantai berapa Pak?" Tanya Gladys.
"Keparkiran." Jawab Mikael dingin.
Gladys lalu menekan tombol bertuluskan huruf G.
Tidak menunggu lama mereka telah sampai ke parkiran.
Mikael melangkah menuju ke mobilnya dan Gladys masih mengikuti Mikael tanpa bertanya.
Mereka telah berada di dalam mobil Mikael.
"Ketikkan alamat rumah kamu di GPS." Perintah Mikael sambil menyalakan mesin mobil.
Gladys menuruti perintah Mikael tanpa bertanya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....