
Tok tok tok
Setengah sadar Gladys meraih hpnya yang di letakkannya di samping bantal kepalanya.
Wanita cantik itu terus menekan layar hpnya dengan tujuan untuk menghentikan suara bising yang menganggu tidurnya. Dia merasa dirinya baru sebentar saja tidur tapi hpnya sudah berbunyi menyuruhnya untuk bangun.
5 menit lagi. Pikir Gladys lalu melanjutkan tidurnya seteleh tidak terdengar suara yang menganggu tidurnya.
Tok tok tok...
"Kenapa bunyi lagi sih? Belum juga 5 menit." Gumam Gladys sembari menggarut kepalanya yang tidak terasa gatal.
Gladys mengambil hpnya dan melihat ke layar.
"Hp saya gak bunyi." Gumam Gladys yang menyipitkan matanya untuk melihat layar hpnya
"Gladys." Teriak seseorang dari luar kamar Gladys.
"Kamu gak kerja?" Tanya orang di luar.
"Yah Tuhan saya terlambat, alarm hp saya kok gak bunyi? Mana udah jam 7 lewat lagi." Umpat Gladys setelah berhasil mengumpulkan nyawanya dan dengan cepat dia menyambar handuk miliknya yang di jemurnya di sandaran kursi.
"Iya Ra, saya udah bangun." Teriak Gladys untuk menghentikan Mira yang terus mengetuk pintu kamar.
"Cepetan udah jam 7 lewat." Ujar Mira.
Gladys mempercepat langkahnya, membuka pintu kamar dan langsung menuju ke kamar mandi.
"Kamu habis ngapain sih semalam, saya lihat dari sela pintu lampu kamar kamu masih menyala sampai tengah malam?" Tanya Mira yang sedang duduk di meja makan menyantap sarapannya.
"Semalam saya habis nonton video." Sahut Gladys sebelum dia menutup pintu kamar mandinya.
"Video? Video apaan?" Gumam Mira heran.
Selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi, Gladys kembali memprcepat langkahnya kembali ke kamarnya untuk berpakaian, dia lupa membawa pakaiannya masuk ke dalam kamar mandi alhasil dia hanya menutupi tubuhnya dengan sehelai handuk.
"Kamu habis nonton video apaan sih semalam?" Tanya Mira yang membuat langkah Gladys terhenti tepat di depan pintu utama.
"Video? Oh itu nanti aja saya jelasin, buru-buru nih." Gerutu Gladys yang tidak menyadari keberadaan seseorang yang tengah mematung melihat tubuh indah Gladys yang terlihat seksi yang dibungkus dengan sehelai handuk. Di tambah wanita cantik itu mengikat asal rambutnya ke atas memperlihatkan leher putihnya menambah gairah bagi laki-laki manapun yang melihatnya tak terkecuali Mikael, Bossnya.
"Selamat pagi Paman." Sapa Dion saat melihat Mikael yang sedang berdiri di samping mobilnya menatap ke dalam rumah kontrakan Mira.
"Paman lihatin apaan?" Tanya Dion mendekati Mikael, dia penasaran dengan apa yang sedang di lihat Mikael di dalam rumah Mira.
Mikael yang menyadari kalau langkah Dion sidah dekat dengannya langsung menutup wajah laki-laki itu dengan kedua tangan besarnya dan sedikit menyeret tubuh Dion menjauh dari rumah kontrakan Mira.
"Di luar ada ribu-ribut apaan sih?" Gumam Mira penasaran lalu keluar dari rumahnya untuk melihat ada kejadian apa di luar rumahnya. Sementara Gladys telah masuk ke dalam kamarmya bersiap ke kantor.
"Inikan mobil Pak Mika." Gumam Mira.
"Paman pagi hari itu bukan waktu yang tepat untuk membunuh orang." Ujar Dion yang sedang mengatur napasnya setelah Mikael melepas cengkraman tangannya dari wajahnya membuat laki-laki itu sulit bernapas.
__ADS_1
"Memangnya waktu yang tepat kapan?" Tanya Mikael datar.
"Malam hari." Jawab Dion asal.
"Kalau begitu kamu bersiap nanti malam." Ujar Mikael datar yang tidak serius dengan perkataannya.
"Pak Mika, Dion" Gumam Mira saat melihat dua orang yang di kenalnya sedang berbincang di bawah pohon dekat rumahnya.
Mira memutuskan menghampiri mereka berdua.
"Kamu gak kerja Dion?" Tanya Mira.
"Kerja. Tadi udah mau berangkat tapi gak sengaja lihat Paman ini sedang berdiri, menatap ke arah rumah kamu. Saya samperin malah saya di seret ke sini." Keluh Dion.
"Yah udah pergi kerja gih." Ujar Mira.
"Gladys mana? Dia gak mau bareng lagi?" Tanya Dion yang langsung di sambut tatapan sinis dari Mikael.
"Jangan pernah kamu coba-coba deketin Gladys." Mikael benar-benar tidak menyukai laki-laki di hadapannya ini.
"Udah sana pergi." Mira sadar betul jika saat ini Bossnya sedang marah pada Dion, terlihat dari tatapan dingin Bossnya pada Dion.
Laki-laki manapun jika ada laki-laki lain mencari wanitanya, bahkan ingin mengantar pasti akan merasa cemburu. Begitu pikir Mira.
"Pak Mika udah datang daritadi?" Tanya Mira saat melihat Dion sudah pergi dengan mobilnya.
"Lumayan. Tuh bocah emangnya umur berapa sih?" Tanya Mikael.
"Siapa Ella?"
"Teman satu kontrakan saya, Ella dan Dion seumuran." Jawab Mira.
"Ra kamu dimana?" Teriak Gladys dari dalam rumah saat tidak mendapati Mira di dalam rumah.
"Saya di sini." Sahut Mira saat dia sudah berada di ambang pintu bersama Mikael.
"Berangkat yuk, udah telat nih." Ujar Gladys yang mengambil selembar roti berisikan susu kental manis.
"Kamu gak pakai make up?" Tanya Mira saat mendekati temannya itu.
"Pake make up-nya di jalan aja, udah gak keburu." Ujar Gladys yang masih belum melihat keberadaan Bossnya.
"Nyantai aja kali." Ujar Mira cengar-cengir.
"Ayo, malah cengar-cengir lagi."
"Selamat pagi Sayang." Sapa Mikael.
Gladys sontak berbalik ke sumber suara dan mendapati Mikael yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Kak Mika sejak kapan duduk di sana?" Tanya Gladys terkejut.
__ADS_1
"Saya yang bawa Pak Mika masuk." Jawab Mira.
"Kenapa kamu gak bilang?" Tanya Gladys.
"Kamu gak nanya. Saya ambil tas di kamar dulu." Ujar Mira lalu melangkah menuju ke kamarnya.
"Kak Mika udah sarapan?" Tanya Gladys sambil memegang roti isi susu kental manis di tangan kanannya.
"Belum." Jawab Mikael.
Laki-laki itu berdiri dari sofa dan menghampiri Gladys yang masih berdiri di samping kursi makan.
"Mau saya buatkan roti isi, tapi isinya susu kental manis sa...."
Belum selesai dengan kalimatnya, Mikael sudah melahap habis roti isi susu kental manis dari tangan Gladys.
"Kak Mika itu kan roti saya, kenapa malah di makan?"
"Habisnya lebih enak." Mikael mengulas senyum di wajah tampannya sambil menatap kedua manik mata hitam Gladys, begitu juga dengan Gladys yang menatap kagum pada lelaki tampan di hadapannya.
Mira yang baru saja keluar dari kamarnya langsung di sambut dengan adengan tatap-tatapan antara Bossnya dan temannya.
"Ehem ehem. Teggorokan saya gatel banget yah." Ujar Mira berbohong sambil mengelus lehernya.
Mereka berdua sontak tersadar.
"Kak Mika saya buatkan roti isi dulu." Ujar Gladys malu dan membuatnya menjadi salah tingkah, begitupun dengan Mikael.
"Saya tunggu kalian di mobil." Ujar Mikael yang memepercepat langkahnya menuju ke mobilnya.
Setelah memastikan Bossnya telah masuk ke dalam mobilnya. Mira tertawa terbahak-bahak.
"Senang banget keknya." Ujar Gladys sambil membuatkan roti isi susu kental manis dan di masukkannya ke dalam tempat bekal.
"Iya dong. Kapan lagi bisa ngerjain Pak Mika."
"Yah udah yuk."
.
.
.
Bersambung...
Hai Readers
Jangan lupa dukung author yah😉
Biar lebih semangat nulisnya, caranya gampang kok klik like dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya 😊
__ADS_1
Terimakasih❣