Between Real Or Fake

Between Real Or Fake
BROF #25


__ADS_3

Mikael keluar dari ruang rapat. Dia lalu menelpon seseorang.


"Kamu ke parkiran sekarang." Ujar Mikael lalu mematikan sambungan telepon.


Mikael lalu masuk ke dalam lift menuju ke parkiran. Setibanya dia masuk ke dalam mobilnya menunggu orang yang di teleponnya tadi datang.


Setelah 10 menit menunggu seseorang mengetuk kaca mobil Mikael, dia lalu menurunkan kaca mobilnya dan menyuruh orang itu masuk.


"Kita mau kemana pak Mika?" Tanya orang itu.


"Kamu mau makan siang apa?" Tanya Mikael sembari menyalakan mesin mobilnya.


"Apa Pak?" Tanya Gladys terkejut.


"Gladys Santoso, kamu kan tau kalau saya gak suka mengulang kalimat saya." Ujar Mikael yang menakan setiap kata yang diucapkannya.


"Maaf Pak. Terserah bapak aja mau makan siang dimana." Jawab Gladys yang mengetahui kalau Bossnya sudah merasa geram padanya.


"Bukan jawaban itu yang saya harapkan. Jawab pertanyaan saya dengan benar." Ujar Mikael datar.


Kini mobil Mikael telah melaju di jalan raya.


"Makanan padang." Jawab Gladys singkat karena hanya makanan padang yang terlintas diotaknya saat ini.


"Bagus." Ujar Mikael.


Setelah 30 menit perjalanan mobil Mikael berhenti di parkiran salah satu restoran padang yang terkenal di Ibu Kota.


Mereka melangkah masuk ke dalam restoran dan karena mereka datang di saat jam makan siang, restoran padang ramai di penuhi para pelanggan yang ingin makan siang, mereka kesulitan untuk mendapatkan tempat duduk.


Gladys melihat seluruh ruangan dan matanya terhenti pada kursi kosong di dekat jendela.


"Pak kita ke meja itu saja." Ujar Gladys sambil menunjuk kearah kursi yang dilihatnya.


"Tapi itu belum di bersihkan masa kita mau duduk di sana dengan meja yang masih kotor."


"Gak papa, nanti juga di bersihkan kok. Ayo, keburu di ambil orang nanti." Ujar Gladys lalu menarik tangan Mikael menuju ke kursi kosong.


Mereka duduk saling berhadapan.


Benar saja tidak menunggu lama dua orang pelayan datang dan membersihkan meja mereka. Setelah itu, dua orang pelayan lain datang dengan beberapa menu yang tersusun di lengan kiri mereka, lalu menyajikannya di atas meja.


"Minumnya mau pesan apa Mbak, Mas?" Tanya salah satu pelayan tadi.


"Teh tawar gak usah pakai es." Jawab Mikael.


"Saya pesan air putih aja." Jawab Gladys.


"Di tunggu yah." Ujar pelayan ramah.

__ADS_1


"Terimakasih." Ujar Gladys.


Pelayan tadi meninggalkan Gladys dan Mikael.


Gladys mulai menyiram kuah sayur di atas nasinya dan mengambil beberapa lauk yang tersaji di depannya.


"Pak Mika kok belum ambil lauk?" Tanya Gladys yang melihat Mikael belum menyentuh makanannya.


"Saya bingung mau makan apa, sepertinya semuanya berminyak gini." Jawab Mikael sambil melihat semua makanan di hadapannya. Inilah alasan Mikael sangat jarang ke restoran padang.


"Bapak coba siram nasinya dengan kuah asem pedah." Ujar Gladys lalu mengambil piring berisikan nasi milik Mikael, dia lalu menyiram sedikit kuahnya ke nasi dan mengambil sepotong ikan. "Sekarang bapak coba." Ujar Gladys mengembalikan piring Mikael.


Mikael sedikit ragu untuk memakannya, dia belum menyentuh makanannya.


Pelayan tadi kembali membawa 2 menu minuman yang mereka pesan dan menaruhnya diatas meja. Tidak lupa Gladys mengucapkan terimakasih pada pelayan itu sebelum pelayan itu pergi.


Gladys kembali melihat Mikael yang tidak menyentuh makanannya, dia lalu mengambil sesendok nasi dari piring Mikael.


"Sekarang pak Mikael buka mulut." Ujar Gladys.


Mikael menuruti perintah Gladys dan membuka mulutnya, Gladys lalu memasukkan sesendok penuh kedalam mulut Mikael


"Gimana Pak? Enak kan?" Tanya Gladys sambil tersenyum jahil.


Kini mulut Mikael penuh dengan makanan, dia hanya bisa menjawabnya dengan anggukan kepala.


Mikael telah menelan semua makanan di dalam mulutnya.


"Yang terpenting Bapak suka dengan makanannya. Sekarang bapak coba rendang dan ayam pop ini." Ujar Gladys lalu mengambil lauk tersebut dan menaruhnya di piring Mikael.


Kini hampir semua makanan padang yang tersaji di depan mereka telah di coba oleh Mikael, berkat Gladys yang terus memberikannya lauk.


Mereka telah selesai makan, Mikael lalu ke kekasir untuk membayar menu makanan yang mereka makan lalu kembali ke mobil Mikael.


"Ternyata masakan padang gak seburuk yang saya bayangkan dan rasanya enak banget." Ujar Mikael.


"Saran saya Pak, kalau ada makanan baru Bapak coba dulu kalau suka bapak lanjut makan tapi kalau gak suka yah gak usah di makan." Ujar Gladys.


"Bay the way sepertinya tadi kamu jahilin saya kan dengan menaruh hampir semua lauk di piring saya sampai nasinya aja gak kelihatan." Ujar Mikael yang kini melihat ke arah Gladys.


"Tapi kejahilan saya membawa keuntungan kan buat Bapak." Ujar Gladys sambil tersenyum puas.


Tanpa sadar Mikael terus melihat wajah Gladys yang tampak cantik.


"Kamu sepertinya puas banget yah ngerjain saya?" Ujar Mikael lalu tersenyum.


Mikael memperbaiki posisi duduknya lalu menyalakan mesin mobil.


Kini mobil Mikael telah melaju ke jalan raya.

__ADS_1


"Pak Mika bisa berhenti di depan sana gak, yang gerobakan itu." Ujar Gladys sambil menunjuk gerobak biru di pinggir jalan.


"Kamu mau beli apaan?"


"Es cendol. Panas-panas gini enaknya minum yang dingin-dingin." Ujar Gladys.


"Perut kamu isinya apaan sih, gentong? Baru aja habis makan."


"Tapi saya lagi pengen makan es cendol, berhenti dong Pak." Rengek Gladys.


Mikael yang melihatnya tersenyum, Gladys tampak imut. Dia lalu mencubit pipi Gladys.


"Auh sakit Pak." Ujar Gladys sambil memegang pipi kanannya yang di cubit Mikael.


"Dari pada es cendol mending air kelapa muda aja, supaya membersihkan lemak-lemak yang sudah di makan tadi."


Gladys memasang wajah cemberut lalu menyetujui perkataan Mikael.


Mikael lalu memberhentikan mobilnya di depan warung pinggir jalan yang menjual es kelapa muda.


Mikael dan Gladys keluar dari mobil menuju ke warung.


"Mas es kelapanya 2 yah." Ujar Gladys.


"Gak usah pakai es Mas. Minumnya dari kelapanya aja langsung." Ujar Mikael lalu menarik tangan Gladys untuk duduk di kursi kosong.


"Kenapa gak pakai es?" Tanya Gladys heran.


"Kita kan tadi habis makan makanan berlemak, kalau kita minum minuman dingin maka lemak yang tadi kita makan akan mengeras di dalam perut itu mengakibatkan pencernaan kita menjadi lambat ujung-ujungnya bisa menyebabkan refluks atau asam lambung." Jelas Mikael.


"Memangnya pak Mika tau darimana?" Tanya Gladys geram.


"Makanya sering-sering baca buku kesehatan biar tau."


"Ini kelapanya." Ujar penjual sembari menaruh 2 buah kelapa di atas meja.


"Terimakasih." Ujar Gladys lalu meminumnya.


"Enakkan?" Tanya Mikael.


"Namanya air kelapa yah enaklah Pak, tapi lebih enak lagi kalau ada es nya jadi lebih seger." Protes Gladys.


"Udah gak usah protes minum aja." Ujar Mikael lalu menikmati kelapanya begitupun dengan Gladys.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Maaf yah up nya lama, karena habis hadapin musibah gempa 🙏


__ADS_2