Between Real Or Fake

Between Real Or Fake
BROF #31


__ADS_3

Selesai makan siang.


Gladys menaruh sterofoam kembali ke dalam kantung plastik dan membersihkan meja dari sisa-sisa makanan yang berjatuhan. Setelah selesai dia melihat ke arah Mikael dan membuatnya tersenyum.


"Kamu kenapa tersenyum?" Tanya Mikael heran.


Gladys mengambil tisu di meja kaca samping sofa lalu duduk di samping Mikael.


"Kak Mika makannya seperti anak kecil." Ledek Gladys. Tanpa sadar Gladys langsung membersihkan sisa saus kacang di pinggir bibir dan pipi Mikael dengan lembut


Mikael terkejut dengan perlakuan Gladys, dia terus melihat wajah Gladys yang fokus membersihkan sisa saus di wajahnya.


Ketika selesai dia hendak berdiri namun Mikael tiba-tiba saja menarik tangan Gladys sehingga jarak antar wajah mereka sangat dekat dan pandangam mereka yang saling bertemu membuat jantung Gladys menjadi berdetak cepat, begitupun dengan Mikael.


Suasana diantara mereka berubah menjadi canggung.


Gladys segera melepas genggaman tangan Mikael dari tangannya lalu dengan cepat dia meninggalkan ruangan Mikael, tidak lupa dia langsung menyambar bungkusan palstik berisikan 2 stereofoam tadi.


Gladys menuju ke pantry dan membuang bungkusan plastik yang di bawanya ke tong sampah. Dia lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding.


"BODOH, kenapa tadi saya langsung membersihkan sisa makanan di bibir dan pipihnya? Ini lagi jantung kenapa jadi deg-degkan gini? Apa saya suka dengan pak Mika? gak, gak mungkin! Ini pasti karena saya rindu dengan Leon. Iya pasti karena itu." Ujar Gladys dalam hati yang berusaha meyakinkan dirinya.


Gladys lalu melangkah keluar dari pantry. Namun tiba -tiba saja Mira datang membuat mereka hampir bertabrakan.


"Yah Tuhan." Ujar Gladys terkejut lalu mengelus dadanya.


"Kamu lagi banyak pikiran yah? Sampai suara langkah kaki saya kamu gak denger." Ujar Mira yang kini mengisi gelasnya dengan air dari dispenser.


"Sorry sorry saya memang lagi gak konsen." Jawab Gladys


"Udah. Kamu gak usah mikiran perkataan mereka." uMUjar Mira yang mengira Gladys memikirkan perkataan para karyawan tentang Gladys.


Gladys hanya menanggapi perkataan Mira dengan senyuman


***


Setelah melihat Gladys keluar dari ruangannya, Mikael menyandarkan tubuhya ke sandaran sofa lalu tersenyum.


"Setelah sekian lama, saya merasa deg-degkan lagi. Terakhir saat bersama Elin." Gumamnya.


🎵 You might think I'm crazy...⁶

__ADS_1


Hp Mikael berbunyi.


Dia lalu berdiri dan mengambil hpnya di atas meja kerja lalu melihat ke layar hpnya, ternyata telepon dari Gilang.


"Tumben ini anak nelpon. Biasanya juga langsung datang." bMBatin Mikael.


Mikael menekan tombol hijau di layar hpnya.


"Halo Gilang. Ada apa?"


"Kata Tito acara kumpul-kumpul reuni UKM basket jam 06.30 hari ini di Giant Resto." Ujar Gilang.


"Kenapa dadakan?" Tanya Mikael


"Gak dadakan kok, kan saya sudah katakan sebelumnya."


"Yah emang tapi kamu gak bilang kalau hari ini jam 06.30. Kamukan tau sendiri kalau saya gak suka dengan acara dadakan gini. Hadir di sana aja udah males." Ujar Mikael geram dengan sahabatnya itu.


"Iya, kata Tito dia mau berangkat keluar negeri besok makanya mendadak. Yang penting kamu udah janji bakalan datang, saya juga udah katakan ke mereka kalau kamu akan datang."


Sambungan telepon putus.


Mikael menekan telepon di atas mejanya.


Tidak menunggu lama Gladys membuka pintu dan menghampiri Mikael ke meja kerjanya.


"Apa jadwal saya?" Tanya Mikael.


"Tadi pagikan saya sudah kasih tau." Ujar Gladys heran.


"Bacakan saja."


"Jam 2.00 kunjungan ke pembangunan rumah sakit, setelah itu bertemu klien bersama Kak Aaron lalu rapat dengan Kak Aaron." Ujar Gladys tanpa membaca buku jadwal Mikael


"Rapat dengan Aaron tunda sampai besok, sisanya biar Teddy yang urus. Sekarang kamu ikut dengan saya." Perintah Mikael sambil mengambil jasnya yang tergantung lalu memakainya.


"Kita mau kemana?" Tanya Gladys.


"Udah kamu ikut saja."


Gladys mengikuti Mikael berjalan keluar ruangan. Dia berhenti di meja kerjanya untuk mengambil tasnya serta memberitahukan kepada Teddy apa yang di katakan Mikael saat di ruanganya tadi

__ADS_1


"Memangnya kamu mau kemana dengan Pak Mika?" Tanya Teddy penasaran.


Gladys hanya meresponnya dengan mengangkat kedua bahunya tanda bahwa dia sendiri pun tidak tau akan kemana bersama Mikael.


Kini Mikael dan Gladys telah berada di dalam lift.


"Pak Mika kita mau kemana?" Tanya Galdys lagi.


"Teman-teman kampus saya yang satu UKM ajak kumpul-kumpul, reunian gitu. Jadi kamu harus menjadi pacar saya malam ini." Jawab Mikael.


"Bukannya saya hanya menjadi pacar bohongan pak Mika saat di bertemu orang tua pak Mika saja?" Tanya Gladys.


"Selama 6 bulan kamu harus menjadi pacar bohongan saya baik di depan orang tua saya, teman-teman saya, atau dimanapun saat dibutuhkan. paham?" Tegas Mikael.


"Tapikan pak Mika perjanjian awalnya hanya..."


Belum selesai Gladya berbicara Mikael sudah terlebih dulu memotong perkataanya


"Apa kamu lupa dengan poin ke 3 dari perjanjian kita?" Tanya Mikael geram.


"Pihak kedua harus menuruti keinginan pihak pertama kapanpun." Ujar Gladys pasrah.


"Nice" ujar Mikael sambil tersenyum puas


Setelah pintu lift terbuka mereka berdua langsung menuju ke mobil range rover sport.


Kini mobil Mikael telah melaju ke jalan raya.


Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka yang terdengar hanya suara mesin mobil dan suara klakson.


Sesekali Mikael melihat ke arah Gladys sementara Gladys yang tidak menyadarinya hanya menikmati pemandangan jalanan yang di lewati mobil Mikael dari balik jendela mobil.


Mikael memarkirkan mobilnya di area parkir salah satu butik terkenal di Ibu Kota bahkan di luar Ibu Kota.


⁶Lirik 34+35 (Ariana Grande)


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2