Between Real Or Fake

Between Real Or Fake
BROF #67


__ADS_3

Gladys yang hari ini memutuskan bangun lebih awal dari biasanya, langsung bersiap mengganti pakaian tidurnya untuk keluar berbalanja keperluan dapurnya.


"Cuaca kok mendung banget, sepertinya sebentar lagi hujan deras." Tebak Gladys dalam hati. Dia telah berada di perjalanan menggunakan ojol menuju ke supermarket.


"Terimakasih Mas." ujarnya pada sang ojol lalu melangkah menuju ke supermarket.


Setelah mengambil troli belanjaan, Gladys mulai memilih barang-barang yang akan di belinya berdasarkan list yang telah dibuatnya semalam.


Di mulai dari mengambil garam, gula, merica dan wanita itu kembali mendorong troli brlanjaannya berpindah dari rak satu ke rak lain. Dan gini giliran Gladys memilih saus tiram.


Saat hendak mengambil botol saus tiram, tiba-tiba saja botol saus tiram yang di pegangnya terjatuh ke lantai, membuat semua pasang mata yang berada di sekitarnya melihat ke arah Gladys.


"Yah Tuhan, kok bisa jatuh sih. Mana perasaan saya gak enak gini lagi, semoga saja gak akan terjadi apa-apa." Batin Gladys.


Seorang karyawan supermarket menghampirinya.


"Permisi Mbak, maaf sebelumnya..."


"Aduh maaf banget Mas, saya gak sengaja. Saya akan bayar harga saus tiram yang saya jatuhkan." ujar Gladys yang merasa bersalah dan malu karena membuat keributan.


"Baik Mbak, kalau begitu Mbak bisa ikut dengan saya ke kasir untuk membayarnya." Ujar karyawan supermarket dengan sopan lalu mengambil botol saus tiram merek yang sama dengan yang di jatuhkan Gladys tadi.


"Iya Mas. Saya juga sudah selesai berbelanja." Ujar Gladys lalu mengikuti karyawan supermarket.


"Perasaan saya kok jadi tambah gak enak gini yah? Apa kak Mika baik-baik saja?" Tanya Gladys dalam hati sambil mengikuti karyawan supermarket yang berjalan di depannya.


Gladys langsung menggelengkan kepalanya, dia menepis pikirannya yang malah mengkhawatirkan Bossnya dan bukan Leon, kekasihnya yang sedang di rawat di rumah sakit.


Saat tiba di kasir Gladys mulai mengeluarkan semua belanjaannya dari keranjang ke atas meja kasir.


"Mbak saus tiram yang di bawa Masnya tadi saya mau beli yah. Jadi scan dua kali aja." Ujar Gladys.


Selesai berbelanja Gladys langsung memesan ojol untuk kembali ke apertemen. Sambil menunggu ojol pesanannya datang wanita cantik itu duduk di kursi yang di sediakan supermarket dekat parkiran supermarket.


🎵 you, you love it how i move


Hp yang pegang Gladys tiba-tiba saja berbunyi, segera wanita itu melihat ke layar hpnya.


"Teddy." Gladys membaca nama yang tertera di layar hpnya.


Tanpa berpikir panjang Gladys menggeser tombol berwarna hijau di layar hpnya.


"Halo Teddy, ada apa?"


"Dys apa Pak Mika sedang bersama kamu sekarang?" Tanya Teddy dengan suara yang menurut Gladys adalah suara panik.


"Gak ada. Mungkin masih di apertemennya. Tapi kamu kenapa panik gitu?"


"Gimana gak panik 10 menit lagi kita ada rapat dengan pihak asuransi terkait pembangunan perumahan dan orangnya malah gak ada."


"Kok bisa, Kak Mika orang paling ontime kalau udah janjian. Dia selalu datang paling lambat 20 menit sebelum pertemuan."

__ADS_1


"Makanya sekarang saya lagi panik dan bingung."


"Kamu udah coba telepon ke nomor hpnya?"


"Udah tapi gak aktif. Bay the way apa kemarin kamu bertemu dengan Pak Mika?"


"Gak. Memangnya ngapain saya dan Kak Mika ketemu?"


"Kamu ini gimana sih? Dia kan pacar kamu, wajarlah kalau dia ingin bertemu dengan kamu dan asal kamu tau gara-gara kamu yang gak kasih tau ke Pak Mika nama rumah sakit teman kamu di rawat saya sampai harus keliling rumah sakit di Ibu Kota, mana Pak Mika melarang saya untuk bertanya langsung ke kamu." Omel Teddy di seberang.


"Mana mungkin saya beritahu ke Kak Mika nama rumah sakitnya, mau rugi saya membayar denda kontrak perjanjian" batin Gladys.


"Apa kamu udah tau nama rumah sakitnya?" Tanya Gladys yang merasa khawatir jika sampai Teddy sudah mengetahui nama rumah sakit Leon.


"Yah kali seorang Teddy gagal dalam tugasnya." Ujar Teddy yang menyombongkan dirinya.


"Memangnya apa nama rumah sakitnya?" Tanya Gladya yang berharap Teddy menjawab salah.


"Rumah sakit Kasih." Jawab Teddy.


Gladys yang mendengarnya terkejut, seketika itu juga detak jantungnya berasa di pompa untuk berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


"Dan seharusnya kamu sekarang udah bertemu dengan Boss, saling melepas rindu setelah beberapa hari gak ketemu." Canda Teddy. "Tapi tunggu dulu kita kembali ke laptop dulu, sekarang saya ingin tau Pak Mika ada dimana?" Tanya Teddy.


"Saya gak tau. Kemarin juga saya gak ketemu dengan Kak Mika. Tapi saya akan menelpon dia dan segera ngabarin kamu." Ujar Gladys cepat dan langsung memutuskan sambungan telepon.


"Tamat sudah riwayat saya." Gumam Gladys yang menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


🎵 you, you love it how i move


"Halo"


"Halo Mbak Gladys, saya ojol yang Mbak pesan. Saya sudah berada di depan supermarket."


***


Gladys menghempaskan tubuh mungilnya ke sofa empuk di ruang tamu apertemennya, setelah menyimpan semua belanjaannya ke tempatnya masing-masing.


Sambil menatap langit-langit apertemennya Gladys terus memikirkan cara untuk mendapatkan uang lebih banyak untuk membayar denda kontrak perjanjian karena sudah bisa di pastikan jika Mikael telah tau hubungannya dengan Leon.


"Otak saya udah buntu." Gumam Gladys menyerah.


Gladys mengambil hpnya dan menekan tombol di layar hpnya. Segera dia menempelkan hp di tangannya ke telinga.


"Halo." Sapa Gladys pada orang seberang.


"Halo Gladys, gimana?"


"Sepanjang perjalanan pulang saya terus menelpon Boss tapi hasilnya sama seperti kamu, hpnya gak aktif." Jawab Gladys. "Jadi gimana dengan rapatnya?"


"Terpaksa saya yang handle, saya kasih alasan aja kalau Boss tiba-tiba sakit. Sempat marah sih tapi akhirnya mereka mau mengadakan rapat tanpa Boss." Jawab Teddy.

__ADS_1


"Soal keberadaan Boss, apa kamu udah mencari tau ke rumah orang tuanya?"


"Menurut kepala pelayannya sih katanya Boss gak ada."


"Terus Boss kemana?"


"Saya belum tau, tapi nanti saya akan coba menyuruh orang untuk melacak posisi terakhir Boss dan dari tempat itu saya akan mulai mencari tau keberadaan Boss."


"Yah sudah kalau gitu. Kamu langsung kabarin saya yah begitu dapat informasi." Ujar Gladys.


"Siap laksanakan calon nyonya Mikael." Canda Teddy yang langsung memutuskan sambungan telepon.


"Dasar ini anak." gerutu Gladys sambil melihat ke layar hpnya.


Gladys segera menuju ke dapur, seperti biasa dia akan pergi ke rumah sakit setelah memasakkan makan siang untuk Leon.


***


Rumah Sakit


Gladys yang sedang melangkah menuju ke ruang rawat Leon, tanpa sengaja mendengar percakapan dua orang suster yang sedang berada di lobby rumah sakit.


"Kasihan banget yah, mana ganteng lagi." Ujar suster


"Iya, di sosmed lagi viral videonya." Imbuh suster lainnya.


"Kalau gak salah laki-laki ini saya pernah lihat di Tv, dia di undang di acara apalah itu saya lupa namanya tapi yang saya ingat laki-laki itu salah satu pengusaha muda yang sukses. Nama perusahaannya Wi... wi... " suster itu menghentikan kalimatnya, dia berusaha mengingat acara yang di tontonnya di Tv.


Gladys ingat jika Mikael memang pernah di undang di salah satu acara Tv yang membahas kesusksesan anak muda bangsa Indonesia dalam meniti karir.


"Winjaya Development." Sambung Gladys yang kini berada tepat di belakang dua suster itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Hai Readers


Jangan lupa dukung author yah😉


Biar lebih semangat nulisnya, caranya gampang kok klik like dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya 😊


Terimakasih❣

__ADS_1


__ADS_2