
🎵 you, you love it how i move you...
Hp yang di letakkan Gladys di atas meja riasnya berbunyi. Segera Gladys melihat ke layar hpnya ternyata telepon dari Bossnya, dia lalu menekan tombol hijau di layar hpnya.
"Halo. Pak Mika udah ada di bawah?" Tanya Gladys.
"Iya. Cepetan turun."
"Iya Pak."
Sambungan telepon terputus.
Gladys segera mengambil cup cakenya di dalam kulkas dan menaruhnya ke dalam paper box khusus kue yang di belinya di supermarket tadi.
Gladys keluar dari apertemenya menuju ke lift. Sesampainya di loby dia sedikit berlari menuju ke mobil Mikael.
Sementara Mikael terus memperhatikan Gladys dari dalam mobil. "Cantik, manis." Ujar Mikael tanpa sadar.
"Saya pikir apaan sih. Sadar Mika." Humam Mikael setelah menyadari perkataannya sebelumnya.
"Lama banget sih." Ujar Mikael ketus setelah melihat Gladys telah masuk ke dalam mobilnya.
"Pak Mika fikir dari lantai 18 menuju ke parkiran gak butuh waktu. Saya bukan jini oh jini yang tinggal cling langsung berpindah tempat dalam hitungan detik." Balas Gladys ketus.
"Cerewet." Ujar Mikael lalu melajukan mobilnya jalan raya.
Gladys di buat kesal mendengar perkataan Mikael. "Ada yah orang senyebelin ini." Makinya dalam hati.
Setelah 1 jam perjalanan akhirnya mereka tiba di depan pagar rumah orang tua Mikael.
Gladys melihat pagar rumah orang tua Mikael yang terbuka sendiri dan mobil Mikael langsung melaju masuk ke area parkir.
Gladys yang pertama kali datang ke rumah orang tua Mikael di buat terpukau dengan besar dan design rumah yang dilihatnya, bak istana di cerita dogeng yang membedakannya rumah orang tua Mikael tidak memiliki menara yang menjulang tinggi seperti istana dogeng. pikir Gladys.
Mobil Mikael telah terparkir, Gladys hendak keluar dari mobil Mikael tapi di tahan oleh Mikael.
"Saat bertemu mereka kamu harus ingat kita sudah pacaran selama sebulan, kamu harus berperan selayaknya kamu adalah pacar saya intinya akting kamu harus terlihat alami di depan mereka. Satu lagi jangan panggil saya Pak Mika." Jelas Mikael.
"Terus saya harus panggil bapak apa?" Tanya Gladys.
"Panggil Kak Mika atau Mika saja atau terserah kamulah. Yang jelas jangan Pak." Jawab Mikael.
"Ok Paman Mika." Ledek Gladys.
__ADS_1
"Apa kamu bilang?" Tanya Mikael yang langsung melihat kearsh Gladys.
Gladys lalu tersenyum meledek. "Saya bilang Kak Mika." Ujarnya bohong.
"Awas yah kamu. Jangan sampai nanti di depan mereka kamu kecoplosan manggil saya Pak." Ujar Mikael kesal.
"Bercanda doang Pak. Gak usah sekesal gitu kali."
Mereka keluar dari mobil menuju ke pintu utama.
"Selamat malam Tuan Mikael dan Nona...?" Sapa kepala pelayan yang baru saja membuka pintu untuk mereka.
"Selamat malam Pak Sugi. Namanya Gladys." Ujar Mikael.
"Selamat malam Pak Sugi." Sapa Gladys ramah.
"Papa mana?" Tanya Mikael.
"Tuan besar lagi di kamar mandi." Jawab Sugi.
Setelah menjawab pertanyaan Mikael Sugi lalu berpamitan untuk melanjutkan kerjanya.
"Kamu duduk aja dulu." Ujar Mikael.
"Kamu ini sudah saya bilangin jangan panggil Pak." Ujar Mikael geram sedikit berbisik.
"Kan gak ada siapa-siapa juga, hanya kita berdua" ujar Gladys membela dirinya.
"Nak Mika." Panggil Nana yang baru saja datang.
Mikael langsung berbalik ke arah Nana.
"Tante Nana kenalin ini Gladys." Ujar Mikael.
"Selamat malam Tante." Ujar Gladys sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Wajah anak ini... Kok familiar yah." Ujar Nana dalam hati ketika melihat Gladys.
"Tante Nana." Panggil Mikael yang membuat Nana tersadar dari lamunannya.
"Oh iya. Selamat malam." Sapa balik Nana.
"Tante ini saya bawain cup cake. Mudah-mudahan tante suka." Ujar Gladys sembari memberikan sekotak cup cake pada Nana.
__ADS_1
"Terimakasih." Ujar Nana. Dia lalu membuka kotak cup cake. "Cantik banget hiasan cup cakenya, boleh tante coba?" Tanya Nana.
"Boleh dong Tante" Ujar Gladys.
Nana memasukkan sepotong cup cake ke dalam mulutnya
"Kalian gobrol aja dulu saya ke kamar dulu" ujar Mikael lalu meninggalkan mereka berdua.
Gladys terus melihat Mikael pergi. "Kenapa dia pergi sih, gak tau apa saya lagi gugup gini." Ujar Gladys dalam hati.
"Cup cakenya enak banget. Kamu beli dimana?" Tanya Nana lalu kembali memakan sisa cup cake di tangannya.
"Terimakasih. Saya gak beli tante, saya buat sendiri." Jawab Gladys gugup.
"Kamu pintar masak?" Tanya Nana penasaran.
"Lumayan Tante." Jawab Gladys.
"Kalau gitu lain kali kamu boleh ajarin Tante dong?" Tanya Nana.
"Boleh Tante." Jawab Gladys.
"Bay the way kalau Tante lihat-lihat umur kamu seperti belum 25 tahun yah?"
"Iya Tante saya belum genap 25 tahun."
"Kamu berarti masih mudah banget." Ujar Nana terkejut. "Kamu sekarang kuliah atau kerja?" Tanya Nana.
"Saya kerja Tante, asisten Kak Mika di kantor."
"Asisten sekaligus pacar yah." Canda Nana.
"Jadi si cantik ini yang telah memikat hati Mikael sayang." Canda Winjaya yang menghampiri mereka.
"Sayang? Kak Mika panggil dia Tante. Berarti Tante Nana adalah mama tiri Kak Mika." ujar Gladys dalam hati.
"Iya Pa dan selain cantik Gladys juga jago masak loh." Puji Nana.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....