
Dari posisi Mikael memarkirkan mobilnya terlihat dengan jelas papan nama dari butik tersebut, 'Hello Fashion' dan Gladys yang membacanya di buat terkejut, dia memperbaiki posisi duduknya yang awalnya menyandarkan badannya di sandaran kursi menjadi tegak.
"Pak Mika ini Hello Fashion yang terkenal itu kan? Kita gapain ke sini?" Tanya Gladys heran
"Iya. Buat beli ikan." Jawab Mikael asal lalu keluar dari mobil diikuti oleh Gladys yang merasa kesal dengan jawaban Mikael.
Saat di depan pintu butik seorang pegawai butik membukakan mereka pintu dan menyambut mereka.
"Selamat siang Tuan Mika dan Nona." Sapa pegawai yang tadi membukakan mereka pintu.
"Selamat siang." Balas Gladys.
Dia tau nama Pak Mika. Berarti Pak Mika sering datang ke sini tapi untuk apa. Kata Teddy selama dia bekerja di perusahaan dia tidak pernah tau kalau Mikael punya pacar. Apa dia pacaran sembunyi-sembunyi? Pikir Gladys sembari melihat ke arah Mikael.
"Kenapa lihatin saya? Saya memang ganteng tapi gak usah di lihatin terus." Canda Mikael yang menyadari tatapan Gladys padanya.
"Pede gila." Ujar Gladys ketus.
Pandangan Gladys kini teralihkan pada mini dress sabrina yang terpajang di patung manekin plastik. Dia melangkah mendekati manekin untuk melihatnya lebih dekat.
"Tante Nana mana?" Tanya Mikael pada pegawai butik
"Bu Nana sedang keluar bertemu dengan temannya. Mungkin sebentar lagi akan kembali." Jawab pegawai butik.
Seorang wanita yang berpenampilan simple tapi tetap terlihat modis sedang menghampiri Mikael.
"Selamat siang Tante Hani." Sapa Mikael pada wanita itu.
"Selamat siang Mika. Tumben kamu kesini?" Ujar Hani.
"Tunggu bentar Tante Hani." Ujar Mikael lalu melangkah mendekati Gladys yang sedang asyik melihat-lihat isi butik
"Ada apa?" tanya Gladys.
"Ikut sebentar." Jawab Mikael sembari menarik tangan Gladys.
"Tante Hani kenalin, dia Gladys pacar saya." Ujar Mikael.
"Hai Tante. Saya Gladys Santoso." Ujar Gladys sembari menjulurkan tangannya.
"Hai cantik. Saya Hani Louw." Ujar Hani sembari menjabat tangan Gladys.
"Sepertinya Tante Hani tau alasan kamu kemari" ujar Hani sembari melihat Mikael.
Mikael tersenyum mendengarnya.
"Kamu ikut Tante yah." uMUjar Hani lalu mengandeng tangan Gladys.
Gladys yang merasa canggung dan tidak nyaman melihat kearah Mikael dia memasang ekspresi seakan meminta tolong.
"Udah kamu gak usah melihat Mikael seperi itu. Tante Hani udah jinak kok." Canda Hani.
__ADS_1
Hani membawa Gladys melihat koleksi-koleksi dress dari Hello Fashion.
Sementara Mikael duduk di ruang tunggu butik sambil menikmati secangkir kopi yang di sajikan pegawai butik.
"Kamu dan Mikael memang rencana mau kemana? Biar Tante mudah pilihin kamu." Tanya Hani pada Gladys.
"Kalau tempatnya saya gak tau. Tapi tadi Kak Mika bilang acara reunian teman kuliahnya." Jawab Gladys.
Hani mengangguk mendengarnya, dia mulai mencarikan dress yang sesuai dengan Gladys.
"Gladys." Panggil seorang wanita.
Gladys langsung berbalik ke sumber suara.
"Tante Nana." Panggil Gladys sambil tersenyum senang.
"Kamu sama siapa ke sini?" Tanya Nana.
"Sama Kak Mika Tante" Jawab Gladys.
"Kamu udah balik Kak?" Tanya Hani begitu melihat Nana.
"Iya. Anak teman saya senang dengan pilihan kamu Hani." Ujar Nana yang baru saja datang dari menemui temannya untuk mengantarkan gaun yang akan digunakan anak temannya untuk menghadiri acara pertunangan.
"Baguslah kalau begitu. Oh iya saya lagi pilih-pilih dress untuk calon mantu kamu ini." Ujar Hani sembari mengarahkan wajah ke Gladys
"Memangnya kalian mau kemana?" Tanya Nana pada Gladys.
"Tumben tuh anak mau ikut reunian bareng teman-temannya." Ujar Nana heran.
"Memangnya dia jarang tante ikut acara begituan?" Tanya Gladys penasaran.
"Kalian gobrol aja dulu. Saya pilih-pilih dress untuk kamu." Ujar Hani lalu kembali memilihkan dress untuk Gladys.
"Terimakasih Tante Hani." Ujar Gladys sungkan.
"Sama-sama cantik."
"Mika anaknya tidak begitu suka keramaian tapi untungnya ketika papanya menyuruh menghadiri acara kantor dia mau. Mika kurang lebih seperti papanya gak suka keramaian." Jawab Nana lalu tersenyum tipis.
"Buah emang kalau jatuh gak jauh dari pohonnya." Canda Gladys yang membuat mereka berdua tertawa kecil.
"Oh iya Tante Nana kalau boleh tau pemilik Hello Fashion ini siapa?" Tanya Gladys ragu.
"Pemilik sebenarnya papanya Mika tapi dia menyerahkan seluruhnya pada Tante. Papanya Mika tau kalau Tante suka mendesain pakaian dan impian Tante itu bisa mempunyai butik yang isinya semua hasil desain Tante sendiri."
"Jadi yang mendesain pakaian-pakaian Hello Fashion itu Tante Nana?" Tanya Gladys terkejut.
"Iya. Kamu kenapa kok terkejut gitu?"
"Tante Hello Fashion tuh salah satu fashion terkenal di Korea Selatan. Saya sangat suka desain pakaiannya, teman-teman kuliah saya juga dulu sering banget bahas Hello Fashion." Jawab Gladys antusias.
__ADS_1
"Benarkah? Berarti teman Tante sukses memasarkan Hello Fashion di sana." Ujar Nana tidak percaya. Dia tidak menyangka kalau desainnya segitu terkenalnya di kalangan anak muda hingga Korea.
"Tunggu berarti Helena Louw itu nama Tante?"
"Iya. Hello itu singkatan dari nama Tante, Helena Louw"
"Tapi kenapa foto Tante gak ada dimana- mana? Saya sudah cari ke google, youtube semua tidak ada. Kesannya misterius banget gitu."
"Saya memang sengaja untuk tidak terekspose. Jadi kalau ada fashion show saya hanya di belakang panggung begitu juga dengan acara publik, saya menyuruh Hani adik Tante atau asisten tante yang menghadirinya."
"Tante hebat banget." Puji Gladys, dia sangat kagum dengan Nana.
"Gladys ini Tante Hani udah pilihin kamu beberapa dress, semoga kamu suka dan cocok untuk kamu." Ujar Hani lalu memberikan dress pilihannya pada pegawai butik.
"Kamu coba dulu gih lalu kasih lihat ke kami dan juga Mika." Ujar Nana.
"Susi kamu bantu Gladys yah." Perintah Hani pada pegawai butik yang diberikannya pilihan dressnya tadi.
"Baik Bu." Jawab Susi.
"Mari Mbak Gladys." Ajak Susi pada Gladys.
Gladys dan Susi menuju ke ruang ganti.
Selesai berganti pakaian Gladys keluar dari ruang fitting. Dia menuju ke ruang tunggu yang sudah berada Hani, Nana dan Mika yang sedang ngobrol.
"Gladys udah datang." Ujar Hani yang lebih dulu melihat Gladys yang menghampiri mereka.
Mika di buat terperangah melihat dress yang di pakai Gladys.
"Cantik banget." Batin Mikael
Gladys memakai mini dress di atas lutut dan atasan terbuka yang memperlihatkan belahan dadanya dan kulit putih bersihnya serta bentuk body goalsnya
"Cantik. Kamu cantik pakai dress itu." Puji Nana.
Perkataan Nana membuat Mikael tersadar.
"Tidak, saya tidak setuju. Ganti." Ujar Mikael dingin.
"Tapi kata Tante Nana...."
"Saya bilang ganti yah ganti." tegas Mikael.
"Dia memang cantik tapi tidak dengan model atasan seperti itu. Memangnya dia ingin memperlihatkan ke siapa dress seseksi itu? menyebalkan." Ujar Mikael dalam hati yang merasa kesal melihat atasan dress Gladys.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....